Lihat seberapa keras suara saat ini dan berapa dB bedanya jika kondisi diubah
Pengukur desibel menghitung besar suara yang masuk lewat mikrofon setiap 0,1 detik, lalu menampilkan nilai saat ini, rata-rata (ekuivalen) selama pengukuran, nilai maksimum, dan bising latar (L90). Grafik level menggambar 60 detik terakhir seperti pena yang terus bergerak, sedangkan pita sebaran di bawah batang level memperlihatkan pada besar suara berapa waktu paling banyak dihabiskan.
Satuan bawaannya adalah dBFS, yaitu besar masukan digital mikrofon. Sensitivitas dan volume masukan setiap ponsel atau laptop berbeda-beda, sehingga cara mengubah dBFS menjadi dB sound level meter dengan menambahkan angka tetap akan memberi hasil yang sangat berbeda di tiap perangkat. Jika di tempat yang sama ada sound level meter atau aplikasi ukur yang sudah dikalibrasi, nilainya bisa dipakai untuk menyamakan sekali, dan hasilnya berubah menjadi perkiraan dB(A). Tanpa pembanding, pakai alat ini untuk membandingkan selisih sebelum dan sesudah suatu kondisi diubah pada perangkat yang sama.
Kapan besar suara perlu dipastikan dengan angka
Suara terasa keras saat didengar, tetapi sulit dibandingkan hanya dengan ingatan. Jika angka dari tempat dan mikrofon yang sama disimpan, penurunannya bisa disebut dalam selisih dB, bukan sekadar perasaan.
- Membandingkan alat rumah tangga dan jendela: bandingkan bunyi kipas angin atau pembersih udara pada tiap tingkat kecepatan, atau seberapa jauh suara luar berkurang saat jendela ditutup. Dengan dBFS tanpa kalibrasi, selisih dalam satu perangkat tetap bisa dibandingkan. Namun karena nilainya tanpa pembobotan, pada perbandingan yang banyak suara rendahnya, misalnya bising lalu lintas di luar jendela, hasilnya bisa berbeda dari selisih yang terdengar oleh telinga.
- Mencatat bising malam hari: simpan kapan dan seberapa keras suara muncul lewat grafik lengkap, nilai maksimum, dan L10. Alat ini bukan pengukuran untuk menentukan pelanggaran baku mutu, jadi hasilnya hanya cocok sebagai bahan pendukung saat menyampaikan keluhan kepada pengelola atau RT/RW.
- Lingkungan belajar, kerja, dan tidur: cari jam dan tempat dengan bising latar (L90) paling rendah. Jika hanya melihat rata-rata, tempat yang tenang bisa tampak bising karena suara keras yang sesekali muncul.
- Kesehatan telinga: di tempat bising seperti konser atau lokasi kerja, perkiraan dB(A) yang sudah dikalibrasi membantu memperkirakan berapa lama boleh berada di sana menurut patokan NIOSH.
Langkah untuk pengukuran pertama
- Letakkan perangkat di atas meja atau penyangga. Jika dipegang atau digerakkan, bunyi gesekan pada mikrofon ikut tertangkap keras.
- Tekan Mulai ukur, lalu izinkan mikrofon saat peramban meminta izin. Membuka halaman saja tidak menyalakan mikrofon.
- Tunggu sekitar 10 detik tanpa berbicara agar bising latar (L90) dan grafik level stabil.
- Jika ada kondisi yang ingin dibandingkan, tulis nama hasil ukur dan tekan Simpan, ukur baru, lalu ubah hanya satu kondisi dan ukur lagi. Mulai dari hasil ukur kedua, selisih terhadap hasil ukur pertama akan muncul.
- Jika ada sound level meter atau aplikasi terkalibrasi, masukkan nilainya pada kolom Kalibrasi di tabel pengaturan, lalu tekan ‘Samakan dengan nilai ini’. Satuan berubah menjadi dB(A) estimasi dan skala suara sehari-hari muncul.
- Setelah selesai, tekan Berhenti untuk mematikan mikrofon. Jika dilanjutkan, data ditambahkan ke catatan yang sama, sedangkan Ukur baru mengosongkan statistik.
Apa beda dBFS dan perkiraan dB(A)?
dBFS adalah satuan dengan besar maksimum yang bisa ditampung secara digital sebagai 0. Alat ini mengkuadratkan sampel pada setiap interval 0,1 detik, merata-ratakannya (rata-rata kuadrat), lalu mengubahnya menjadi dB dengan 10 × log10(rata-rata kuadrat). Gelombang sinus beramplitudo 0,1 terbaca −23,0 dBFS, bukan −20 dBFS, karena rata-rata kuadrat gelombang sinus adalah setengah dari kuadrat amplitudonya. Alat ukur yang memakai konvensi AES17 (gelombang sinus maksimum sebagai 0 dBFS) menampilkan gelombang sinus yang sama sebagai −20 dBFS, jadi perhatikan perbedaan ini saat mencocokkan angka dengan program lain. Jika semua sampel bernilai 0, hasil hitungnya minus tak terhingga, sehingga ditampilkan sebagai ‘Hening’.
dB(A) adalah nilai yang bobotnya dibedakan menurut frekuensi, karena telinga manusia kurang peka terhadap suara rendah dan suara yang sangat tinggi. Alat ini membuat rumus pembobotan A dari standar internasional IEC 61672-1 menjadi filter digital, menerapkannya pada suara mikrofon, lalu menambahkan nilai koreksi untuk menghasilkan perkiraan dB(A). Seperti terlihat pada tabel di bawah, dengung rendah tampak besar dalam dBFS, tetapi turun jauh dalam dB(A).
| Frekuensi | Bobot A | Dilihat dari energi suara |
|---|---|---|
| 31,5 Hz | −39,5 dB | sekitar 1/8.970 |
| 63 Hz | −26,2 dB | sekitar 1/419 |
| 125 Hz | −16,2 dB | sekitar 1/41,6 |
| 250 Hz | −8,7 dB | sekitar 1/7,4 |
| 500 Hz | −3,2 dB | sekitar 1/2,1 |
| 1 kHz | 0,0 dB | tetap (acuan) |
| 2 kHz | +1,2 dB | sekitar 1,32 kali |
| 4 kHz | +1,0 dB | sekitar 1,25 kali |
| 8 kHz | −1,1 dB | sekitar 1/1,3 |
Cara kalibrasi dan akurasi yang bisa diharapkan
Kalibrasi berarti mengukur sekali: berapa dB yang harus ditambahkan pada dBFS berbobot A di mikrofon ini agar menjadi dB(A) yang sebenarnya. Setelah pengukuran dimulai, putar suara yang stabil seperti kipas angin, exhaust fan, atau musik dengan volume tetap. Masukkan nilai dB(A) dari sound level meter atau aplikasi terkalibrasi yang diletakkan di tempat yang sama ke kolom kalibrasi, lalu tekan ‘Samakan dengan nilai ini’. Alat menyimpan selisihnya terhadap rata-rata berbobot A selama 3 detik terakhir sebagai nilai koreksi.
- Letakkan alat pembanding dan mikrofon perangkat ini berdekatan dan menghadap arah yang sama. Jika jaraknya berbeda, selisih itu ikut tercampur ke dalam nilai koreksi.
- Samakan dengan suara yang stabil lebih dari 3 detik, bukan suara yang putus-putus seperti percakapan atau pintu.
- Nilai koreksi disimpan di peramban ini bersama penanda mikrofon (teks acak yang hanya dipakai di situs ini) dan hanya berlaku untuk mikrofon yang sama. Jika berganti ke mikrofon lain, seperti mikrofon earphone, tampilan kembali ke dBFS.
- Setelah memperbarui peramban atau sistem operasi, atau mengubah volume masukan, lakukan penyamaan ulang.
Aplikasi ponsel yang sudah dikalibrasi bisa mendekati sound level meter acuan. Dalam studi peneliti NIOSH Amerika Serikat (Kardous & Shaw, 2014) yang membandingkan aplikasi pengukur bising dengan sound level meter acuan, dua aplikasi yang memenuhi syarat memiliki selisih rata-rata 0,07 dB (tanpa bobot) dan −0,52 dB(A), dan dua lainnya berada dalam ±2 dB. Namun hasil itu berasal dari perangkat iOS dan aplikasi tertentu, dan aplikasi NIOSH sendiri menyebut akurasi ±2 dBA sambil menyatakan bahwa Android belum dapat diverifikasi. Perkiraan dB(A) dari alat web ini sebaiknya dibaca dengan anggapan galat yang lebih lebar.
Cara membaca rata-rata, 1 menit terakhir, L90, dan L10
Desibel adalah nilai logaritmik, sehingga angkanya tidak boleh langsung dijumlahkan lalu dibagi. Rata-rata (ekuivalen) pada alat ini diperoleh dengan merata-ratakan lagi rata-rata kuadrat setiap interval 0,1 detik, lalu mengubahnya kembali ke dB. Ini perhitungan yang sama dengan tingkat kebisingan sinambung setara (Leq) dalam pengukuran bising. Energi suara keras jauh lebih besar, sehingga suara keras yang singkat pun menaikkan rata-rata dengan cukup besar.
| Isi pengukuran | Rata-rata (ekuivalen) | L90 | L10 |
|---|---|---|---|
| 1 detik −40 dBFS + 1 detik −20 dBFS | −23,0 | −40,0 | −20,0 |
| Dalam 1 menit, 54 detik −50 dBFS dan 6 detik −30 dBFS | −39,6 | −50,0 | −30,0 |
- L90 (latar): nilai yang terlampaui selama 90% waktu pengukuran. Nilai ini mendekati besar suara yang selalu ada, tanpa suara yang sesekali muncul.
- L10 (suara keras): nilai yang terlampaui selama 10% waktu, yaitu besar suara keras yang sering menyela. Jika selisih L10 dan L90 besar, lingkungannya tenang tetapi sesekali bising.
- 1 menit terakhir: rata-rata (ekuivalen) hanya dari 60 detik terakhir. Rata-rata keseluruhan terus mengingat suara keras di awal, sedangkan 1 menit terakhir cepat mengikuti keadaan sekarang.
- Maksimum dan minimum: nilai terbesar dan terkecil di antara nilai interval 0,1 detik. Hasilnya lebih rendah daripada puncak sesaat dari suara yang sangat singkat, misalnya tepukan tangan.
Cara membandingkan setelah kondisi diubah
Perbandingan hasil ukur dipakai dengan prinsip ‘tempat sama, mikrofon sama, durasi sama, hanya satu kondisi yang diubah’. Seperti pada contoh di layar awal, ukur sekitar 30 detik dengan kipas mati dan simpan sebagai ‘Kipas mati’. Nyalakan kipas, ukur selama waktu yang sama, lalu simpan sebagai ‘Kipas nyala’. Baris kedua akan menampilkan selisih terhadap hasil ukur pertama. Batang menunjukkan rentang umum L90–L10, titik menunjukkan rata-rata, dan garis vertikal menunjukkan nilai maksimum.
| Selisih rata-rata | Energi suara | Tekanan suara (amplitudo) |
|---|---|---|
| +1 dB | sekitar 1,26 kali | sekitar 1,12 kali |
| +3 dB | sekitar 2,0 kali | sekitar 1,41 kali |
| +6 dB | sekitar 4,0 kali | sekitar 2,0 kali |
| +10 dB | 10 kali | sekitar 3,16 kali |
| +20 dB | 100 kali | 10 kali |
Dua suara yang sama kerasnya bunyi bersamaan menggandakan energi, sehingga naik sekitar 3 dB. Meski belum dikalibrasi, selisih dalam satu perangkat tetap bisa dibaca apa adanya, karena nilai koreksi menambahkan angka yang sama pada semua nilai dan tidak mengubah selisih antara dua hasil ukur. Sebaliknya, membandingkan hasil ukur ponsel dengan hasil ukur laptop tidak bermakna karena perbedaan mikrofon ikut tercampur. Karena itu, mengganti mikrofon memulai pengukuran baru, dan hasil ukur dengan mikrofon lain diberi tanda ‘Mikrofon lain’ sebagai pengganti selisih.
Besar suara sehari-hari dan patokan perlindungan pendengaran
Saat melihat perkiraan dB(A) hasil kalibrasi, contoh di bawah membantu membayangkan besarnya. Ini contoh bising sehari-hari yang diperkenalkan CDC Amerika Serikat, dengan rentang yang lebar tergantung jarak dan alat.
| Suara | Besar |
|---|---|
| Bisikan | 30 |
| Kulkas | 40 |
| Mesin pencuci piring | 45–65 |
| Percakapan | 65–80 |
| Mesin pemotong rumput | 80–100 |
| Sepeda motor | 80–110 |
| Konser rock | 95–115 |
| Sirene | 110–129 |
Untuk kesehatan telinga, rekomendasi NIOSH Amerika Serikat banyak dipakai. Rata-rata 8 jam per hari tidak melebihi 85 dBA, dan setiap kenaikan 3 dB membuat waktu yang diizinkan dipotong separuh. Jika setelah kalibrasi rata-rata (ekuivalen) melebihi 82 dB(A), kolom angka menampilkan batas waktu harian menurut patokan ini.
| Rata-rata bising | Waktu harian yang diizinkan |
|---|---|
| 85 dBA | 8 jam |
| 88 dBA | 4 jam |
| 91 dBA | 2 jam |
| 94 dBA | 1 jam |
| 97 dBA | 30 menit |
| 100 dBA | 15 menit |
Standar mendengarkan aman WHO dan ITU menetapkan 80 dB untuk dewasa dan 75 dB untuk anak, selama 40 jam per minggu, bagi perangkat audio pribadi seperti earphone dan headphone. Alat ini tidak bisa mengukur suara di dalam earphone, jadi patokan itu hanya dipakai sebagai alasan untuk menurunkan volume.
Bolehkah dibandingkan dengan baku mutu kebisingan di Indonesia?
Di Indonesia ada dua rujukan utama, dan keduanya menetapkan cara pengukuran yang resmi: Peraturan Menteri Ketenagakerjaan untuk lingkungan kerja, dan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup untuk kebisingan lingkungan.
Tempat kerja: Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang Keselamatan dan Kesehatan Kerja Lingkungan Kerja. Lampiran bagian B memuat Nilai Ambang Batas (NAB) kebisingan menurut waktu pemaparan per hari:
| Waktu pemaparan per hari | Intensitas kebisingan |
|---|---|
| 8 jam | 85 dBA |
| 4 jam | 88 dBA |
| 2 jam | 91 dBA |
| 1 jam | 94 dBA |
| 30 menit | 97 dBA |
| 15 menit | 100 dBA |
- Menurut Pasal 10, pengukuran dan pengendalian kebisingan wajib dilakukan di tempat kerja yang memiliki sumber bahaya kebisingan dari operasi peralatan kerja, baik terus-menerus, terputus-putus, impulsif, maupun impulsif berulang.
- Jika hasil pengukuran melebihi NAB, harus dilakukan pengendalian lewat program pencegahan penurunan pendengaran, misalnya menghilangkan atau mengganti sumber bising, memasang peredam, mengatur waktu kerja, dan memakai alat pelindung diri yang sesuai.
Lingkungan: Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup No. KEP-48/MENLH/11/1996 (25 November 1996) tentang Baku Tingkat Kebisingan. Baku ini adalah batas maksimal kebisingan yang diizinkan dibuang ke lingkungan dari suatu usaha atau kegiatan. Nilainya menurut peruntukan kawasan dan lingkungan kegiatan:
| Peruntukan kawasan / lingkungan kegiatan | Tingkat kebisingan |
|---|---|
| Perumahan dan pemukiman | 55 |
| Perdagangan dan jasa | 70 |
| Perkantoran dan perdagangan | 65 |
| Ruang terbuka hijau | 50 |
| Industri | 70 |
| Pemerintahan dan fasilitas umum | 60 |
| Rekreasi | 70 |
| Rumah sakit, sekolah, tempat ibadah atau sejenisnya | 55 |
- Gubernur dapat menetapkan baku yang lebih ketat daripada Lampiran I (Pasal 4). Sebelum itu ditetapkan, nilai dalam lampiran yang berlaku.
- Menurut Lampiran II, pengukuran dilakukan selama 10 menit untuk tiap pengukuran dengan pembacaan setiap 5 detik. Untuk 24 jam, minimal ada 4 waktu pengukuran pada siang hari (06.00–22.00) dan 3 waktu pengukuran pada malam hari (22.00–06.00).
- Nilai LSM hasil hitungan dibandingkan dengan baku dengan toleransi +3 dB(A).
Karena itu, jika ‘1 menit terakhir’ pada alat ini melewati 55, belum bisa dikatakan bahwa baku mutu terlampaui, dan nilai 85 dBA pun tidak dapat dipakai untuk menyimpulkan pelanggaran NAB. Cara memproses suara oleh mikrofon ponsel berbeda dari sound level meter, sedangkan kedua peraturan menetapkan lokasi, durasi, waktu, dan alat pengukuran. Penentuan yang sah memerlukan metode resmi dan alat ukur yang terkalibrasi. Grafik lengkap pada alat ini lebih cocok dipakai sebagai catatan waktu munculnya suara saat menyampaikan keluhan.
Hal yang perlu diperiksa jika angka terlihat janggal
- Nilai terus berada di posisi yang sama: jika penyesuaian volume otomatis atau peredam bising aktif, suara pelan diperkeras dan suara yang tetap dihilangkan. Periksa status yang dilaporkan peramban pada baris ‘Pemrosesan suara’ di tabel pengaturan. Meski diminta mati, perangkat bisa saja tidak menurutinya.
- Peringatan masukan menyentuh batas maksimum: suara keras tepat di depan mikrofon terpotong pada batas maksimum digital (0 dBFS) sehingga terbaca lebih rendah daripada kenyataan. Jauhkan mikrofon dari sumber suara atau turunkan volume masukan di sistem operasi.
- Dibisukan: jika mikrofon dibisukan oleh sistem operasi atau perangkat, baris status memberi tahu, dan waktu sampai suaranya aktif lagi tidak dimasukkan ke catatan.
- Suara angin dan tangan: jika embusan kipas langsung mengenai mikrofon atau perangkat dipegang, aliran udara dan gesekan tertangkap keras.
- Kesalahan izin: mikrofon untuk peramban ini harus diizinkan di pengaturan situs pada bilah alamat sekaligus di pengaturan privasi sistem operasi. Mikrofon bisa gagal dibuka jika aplikasi rapat sedang memakainya, dan peramban di dalam aplikasi pesan sering memblokir mikrofon, jadi lebih baik membuka alamat https di peramban biasa.
- Layar mati: selama pengukuran, peramban yang mendukung akan mencegah layar mati, tetapi jika ponsel dikunci, mikrofon bisa berhenti. Untuk pencatatan panjang, sambungkan pengisi daya dan biarkan layar menyala.
Keterbatasan
- Nilai sebelum kalibrasi adalah masukan digital mikrofon (dBFS), bukan tekanan suara (dB SPL) ataupun dB(A). Nilai itu tidak bisa dipakai untuk membandingkan antarperangkat.
- Perkiraan dB(A) adalah pendekatan yang disamakan dengan satu nilai acuan dari pengguna. Respons frekuensi mikrofon, pemrosesan suara perangkat, dan galat alat acuan tetap terbawa.
- Filter digital pembobotan A cocok dengan rumus standar dalam kira-kira 0,1 dB pada rentang 20 Hz–5 kHz di 44,1 dan 48 kHz, tetapi suara tinggi dihitung lebih rendah: sekitar 1,2–1,5 dB pada 10 kHz dan sekitar 6–9 dB pada 16 kHz. Jika laju sampel turun menjadi 16 kHz, seperti pada headset Bluetooth, pada 5 kHz pun terbaca sekitar 1,5 dB lebih rendah.
- Nilainya adalah rata-rata kuadrat interval 0,1 detik, sehingga tidak sama dengan pembobotan waktu Fast (0,125 detik) dan Slow (1 detik) pada sound level meter, dan nilai maksimum lebih rendah daripada puncak sesaat.
- Ini bukan pengukuran untuk baku mutu hukum, penilaian pajanan kerja, atau bukti sengketa. Untuk keperluan itu diperlukan metode resmi dan sound level meter yang terkalibrasi.
- Suara tidak direkam maupun diunggah, dan catatan pengukuran hilang ketika halaman ditutup. Yang disimpan hanya nilai koreksi dan penanda mikrofon; nama mikrofon tidak disimpan.
Tanggal acuan Sumber dan peraturan diperiksa pada 2026-10-20.
Sumber
- 01JDIH Kemnaker: Permenaker No. 5 Tahun 2018 tentang K3 Lingkungan KerjaStatus berlaku (ditetapkan 27 April 2018); Pasal 10 tentang pengukuran dan pengendalian kebisingan, Lampiran bagian B: NAB kebisingan 85 dBA untuk 8 jam
- 02Pemprov DKI Jakarta (Wasdal LH): KepMenLH No. 48 Tahun 1996 tentang Baku Tingkat KebisinganKeputusan tanggal 25 November 1996 dan unduhan dokumennya: Pasal 4, Lampiran I (baku tingkat kebisingan), Lampiran II (metode, toleransi +3 dB(A))
- 03CDC NIOSH: Noise and Occupational Hearing LossBatas pajanan rekomendasi 85 dBA (8 jam), waktu diizinkan separuh setiap kenaikan 3 dB
- 04CDC: Listen Up! Protect Your HearingContoh bising sehari-hari dari bisikan 30 dB sampai sirene 110–129 dB
- 05WHO·ITU: Safe listening devices and systemsPatokan perangkat audio pribadi: dewasa 80 dB, anak 75 dB, 40 jam per minggu
- 06Kardous & Shaw (2014) Evaluation of smartphone sound measurement applications, J Acoust Soc Am 135(4)Selisih rata-rata dua aplikasi: 0,07 dB (tanpa bobot) dan −0,52 dB(A)
- 07CDC NIOSH: Sound Level Meter AppFitur kalibrasi mikrofon internal dan eksternal, akurasi ±2 dBA, Android belum dapat diverifikasi
- 08A-weighting (fungsi bobot IEC 61672-1 RA(f))Rumus kurva bobot A, dinormalkan pada 1 kHz
- 09MDN: MediaDevices.getUserMedia()Perlu koneksi aman; kesalahan izin ditolak, perangkat tidak ada, dan perangkat tidak bisa dipakai
- 10MDN: MediaTrackConstraintsPermintaan autoGainControl, noiseSuppression, dan echoCancellation
- 11W3C: Web Audio APICara memproses sampel mikrofon langsung dengan AudioWorklet
Pertanyaan yang sering diajukan
Apakah angka di pengukur desibel sama dengan dB kebisingan sebenarnya?
Angka bawaannya adalah besar sinyal digital yang diterima mikrofon (dBFS), jadi tidak sama dengan dB pada sound level meter. Setelah disamakan sekali dengan sound level meter atau aplikasi ukur terkalibrasi di tempat yang sama, angkanya bisa dibaca sebagai perkiraan dB(A) berbobot A. Sebelum dikalibrasi, pakai alat ini untuk membandingkan seberapa naik atau turun suara menurut kondisi pada perangkat yang sama.
Bagaimana cara kalibrasinya? Bagaimana jika tidak punya sound level meter?
Mulai pengukuran, lalu saat ada suara yang stabil, masukkan nilai dB(A) dari sound level meter atau aplikasi terkalibrasi di tempat yang sama ke kolom kalibrasi dan tekan 'Samakan dengan nilai ini'. Selisihnya dihitung terhadap nilai 3 detik terakhir. Tanpa acuan, jangan dikalibrasi; bandingkan saja selisih sebelum dan sesudah dalam dBFS. Menambahkan angka sembarang agar tampak seperti dB bisa meleset jauh di tiap perangkat.
Apakah wajar jika dBFS bernilai negatif?
Wajar. dBFS menetapkan besar maksimum yang bisa ditampung secara digital sebagai 0, sehingga nilainya umumnya negatif. −20 dBFS berarti masukan lebih besar daripada −40 dBFS, dan jika semua sampel bernilai 0, yang tampil adalah Hening.
Apakah rata-rata itu nilai tengah antara minimum dan maksimum?
Bukan. Rata-rata di sini adalah rata-rata ekuivalen: energi suara tiap interval 0,1 detik dirata-ratakan, lalu diubah kembali ke dB. Rata-rata dari −40 dBFS dan −20 dBFS dengan durasi sama bukan −30, melainkan sekitar −23,0 dBFS, karena suara yang lebih keras menaikkan rata-rata lebih banyak.
Apa itu L90 dan L10?
L90 adalah nilai yang terlampaui selama 90% waktu pengukuran dan menggambarkan bising latar yang selalu ada. L10 adalah nilai yang terlampaui selama 10% waktu dan menggambarkan suara keras yang sering menyela. Makin besar selisih keduanya, makin tenang lingkungannya dengan suara keras yang sesekali muncul.
Bolehkah dibandingkan dengan baku tingkat kebisingan di Indonesia?
Hanya sebagai gambaran. KepMenLH No. 48 Tahun 1996 menetapkan baku 55 dB(A) untuk perumahan dan pemukiman, sedangkan Permenaker No. 5 Tahun 2018 menetapkan NAB 85 dBA untuk pemaparan 8 jam per hari di tempat kerja. Keduanya mengatur metode dan alat ukur, sehingga angka dari mikrofon ponsel tidak dapat dipakai untuk menyatakan baku terlampaui.
Mulai berapa dB suara berbahaya bagi telinga?
NIOSH Amerika Serikat menetapkan batas pajanan rekomendasi rata-rata 85 dBA untuk 8 jam per hari, dan setiap kenaikan 3 dB memotong waktu yang diizinkan menjadi separuh. Pada 88 dBA waktunya 4 jam, dan pada 94 dBA 1 jam. Permenaker No. 5 Tahun 2018 memuat tabel NAB dengan nilai yang sama. WHO menetapkan 80 dB selama 40 jam per minggu bagi orang dewasa yang mendengarkan lewat perangkat audio pribadi.
Apakah suara direkam atau dikirim ke server?
Tidak. Suara hanya dihitung besarnya di dalam peramban ini, tanpa direkam atau diunggah. Yang disimpan hanya nilai koreksi dan penanda mikrofon (teks acak yang hanya dipakai di situs ini), dan catatan pengukuran hilang saat halaman ditutup. Setelah selesai mengukur, tekan Berhenti untuk mematikan mikrofon.