Alat yang Anda butuhkan, siap dipakai

Kalkulator Untung Kurs Valas

Isi modal (atau dolar yang sudah dimiliki), kurs acuan saat beli dan jual, serta biaya tukar yang diambil bank, maka untung rugi kurs setelah semua biaya langsung terlihat. Kurs titik impas dan kurs jual dibandingkan pada skala kurs, lalu ditampilkan untung rugi menurut kurs jual dan kurs titik impas menurut besar biaya, misalnya kurs e-Rate dan kurs tunai. Jika Anda mengisi target keuntungan, kalkulator menghitung mundur kurs jual yang dibutuhkan.

Terakhir diperbarui 2026-10-24Semua perhitungan terjadi di browser Anda
Hitung
Dasar jumlah
Isi contoh

Kurs acuan adalah kurs tengah tanpa biaya, misalnya kurs JISDOR Bank Indonesia atau titik tengah kurs beli dan jual bank. Biaya tukar adalah selisih (spread) yang ditambahkan ke kurs acuan saat beli dan dikurangkan saat jual. Jika bank menampilkan kurs jual dan kurs beli, hitung setengah selisihnya dibagi titik tengah, lalu isikan sebagai persen. Untuk dolar yang sudah dimiliki, ubah dasar jumlah ke valas, isi kurs beli dengan kurs rata-rata saat Anda membeli, dan biarkan biaya saat beli 0. Kurs contoh memakai kurs JISDOR Bank Indonesia 16 Oktober 2026 (Rp18.052,00) dan hanya contoh.

Perkiraan untung rugi

    Perhitungan ini tidak memasukkan pembulatan sen dolar, bunga dan pajak deposito valas, serta biaya transfer atau pengambilan uang tunai.

    Terakhir diperbarui 2026-10-24Masukan Anda tidak disimpan

    Standar ROBERINAlat yang Anda butuhkan,
    siap dipakai.
    • Jelas sekilasPosisi input dan hasil terlihat jelas.
    • Hasil lebih duluAngka utama tampil dulu; prosesnya hanya saat dibutuhkan.
    • Minta lebih sedikitTanpa pendaftaran atau data yang tidak perlu.

    Rp100 juta dibeli di kurs 18.052 dan dijual di 18.500 menyisakan untung Rp1.915.539 setelah biaya tukar

    Kalkulator untung kurs ini menghitung hasil membeli dolar AS dengan rupiah lalu menukarnya kembali, termasuk selisih kurs (spread) yang diambil bank atau layanan penukaran. Pada kurs acuan Rp18.052, modal Rp100.000.000 yang ditukar dengan biaya 0,277% per sisi (setara spread e-Rate BCA) dibeli di kurs Rp18.102,00 dan menghasilkan US$5.524,25. Jika kurs acuan naik ke Rp18.500 dan dolar dijual dengan biaya yang sama, kurs berlaku Rp18.448,75 memberi Rp101.915.539, sehingga tersisa untung Rp1.915.539 (1,92%).

    Transaksi yang sama dengan biaya seperti kurs tunai TT Counter dan Bank Notes BCA (0,779% per sisi) hanya menyisakan Rp897.396, dan dengan biaya contoh 1,5% per sisi justru rugi Rp547.297. Kurs titik impas bergeser dari Rp18.052 sampai Rp18.601,81 tergantung besar biaya. Artikel ini membahas kapan hitungan ini berguna, cara menghitung, kurs beli dan jual bank, titik impas dan kurs target, untung rugi pada berbagai kurs jual, pajak, kesalahan umum, serta batasan alat ini.

    Kapan hitungan ini diperlukan

    Banyak orang membeli dolar saat rupiah menguat lalu menjualnya setelah dolar naik. Jika keputusan hanya didasarkan pada kurs tengah di berita, hasilnya meleset, karena bank menjual dolar di atas kurs tengah dan membelinya di bawah kurs tengah. Kenaikan kurs yang kecil sering tidak cukup untuk menutup selisih itu.

    Hitungan ini juga berguna di luar spekulasi: saat menentukan apakah dana sekolah atau perjalanan ke luar negeri sebaiknya ditukar lebih awal, saat melihat berapa rugi jika sisa dolar ditukar kembali sekarang, atau saat menetapkan batas kurs untuk berhenti rugi. Untuk dolar yang sudah dimiliki, ubah dasar jumlah ke valas dan isi kurs rata-rata pembelian Anda, maka hasilnya menunjukkan untung rugi jika dijual sekarang dan kurs titik impasnya.

    Cara menghitung

    1. Isi modal (rupiah yang ditukar) atau jumlah valas yang sudah dimiliki.
    2. Isi kurs acuan saat beli dan saat jual, yaitu kurs tengah tanpa biaya.
    3. Isi biaya tukar (%) saat beli dan saat jual. Kurs berlaku saat beli = kurs acuan × (1 + biaya beli), kurs berlaku saat jual = kurs acuan × (1 − biaya jual).
    4. Dolar yang dibeli = modal ÷ kurs berlaku saat beli. Rupiah yang diterima = dolar yang dibeli × kurs berlaku saat jual.
    5. Untung rugi = rupiah yang diterima − modal, dan imbal hasil = untung rugi ÷ modal. Pada mode kurs target, rumus dibalik untuk mencari kurs acuan jual yang dibutuhkan agar mencapai target keuntungan.

    Untung rugi dapat dipecah menjadi tiga bagian. Dolar yang dibeli dikalikan perubahan kurs acuan menghasilkan bagian dari perubahan kurs. Kurangi bagian biaya saat beli dan biaya saat jual, maka hasilnya sama dengan untung rugi. Baris hasil kalkulator menampilkan rincian ini.

    Bagian (contoh dasar)PerhitunganJumlah
    Dolar yang dibeli100.000.000 ÷ (18.052 × 1,00277)US$5.524,25
    Bagian dari perubahan kursUS$5.524,25 × (18.500 − 18.052)+Rp2.474.864
    Biaya saat beli (0,277%)US$5.524,25 × Rp18.052 × 0,277%−Rp276.235
    Biaya saat jual (0,277%)US$5.524,25 × Rp18.500 × 0,277%−Rp283.090
    Untung rugiJumlah tiga baris di atas+Rp1.915.539

    Kurs acuan, kurs beli dan jual bank

    Kurs yang dipakai bank tidak hanya satu. Bank Indonesia menerbitkan kurs referensi JISDOR USD/IDR, dan BCA menampilkan kurs e-Rate untuk transaksi e-banking, TT Counter, serta Bank Notes (uang kertas) dengan kurs beli dan jual yang berbeda. Pada 16 Oktober 2026, JISDOR berada di Rp18.052,00. Kurs dolar AS BCA pada hari yang sama tertera seperti berikut.

    BCA, dolar AS (16 Oktober 2026)Kurs beli bankKurs jual bankSetengah selisih dari titik tengah
    e-Rate (diperbarui 23.24 WIB)Rp17.975,00Rp18.075,00Rp50 (0,277%)
    TT Counter (15.13 WIB)Rp17.830,00Rp18.110,00Rp140 (0,779%)
    Bank Notes (11.14 WIB)Rp17.830,00Rp18.110,00Rp140 (0,779%)

    Kurs beli dan jual tertera dari sisi bank: bank membeli dolar dari Anda di kurs beli, dan menjual dolar kepada Anda di kurs jual. Untuk kalkulator ini, ambil titik tengah sebagai kurs acuan, lalu masukkan setengah selisih dibagi titik tengah sebagai persen biaya. Misalnya e-Rate: titik tengah Rp18.025, setengah selisih Rp50, jadi 0,277%. Jika layanan Anda langsung menampilkan kurs yang berlaku, masukkan kurs itu sebagai kurs acuan dan biarkan biaya 0%.

    Besar biaya berbeda menurut bank, jumlah, dan jalur transaksi, serta dapat berubah sepanjang hari. Angka di atas adalah kurs pada waktu yang tertera, bukan jaminan kurs transaksi Anda.

    Titik impas dan kurs jual target

    Kurs acuan titik impas = kurs acuan beli × (1 + biaya beli) ÷ (1 − biaya jual). Anda untung jika kurs acuan saat jual lebih tinggi dari nilai ini. Kurs jual untuk target keuntungan r adalah nilai tersebut dikali (1 + r). Kalkulator membulatkan kedua nilai ke atas pada dua angka desimal, karena pembulatan ke bawah dapat membuat hasil kurang beberapa rupiah dari yang diharapkan.

    Biaya (sama saat beli dan jual)Kurs titik impasKenaikan yang dibutuhkanTarget 3%Target 5%
    1,5% (contoh biaya)Rp18.601,813,05%Rp19.159,87Rp19.531,90
    0,779% (BCA TT Counter dan Bank Notes)Rp18.335,461,57%Rp18.885,53Rp19.252,24
    0,277% (BCA e-Rate)Rp18.152,290,56%Rp18.696,86Rp19.059,91
    0,1% (contoh biaya)Rp18.088,150,20%Rp18.630,79Rp18.992,55
    0% (tanpa biaya)Rp18.052,000,00%Rp18.593,56Rp18.954,60

    Angka di atas memakai kurs acuan beli Rp18.052. Dengan biaya 0,779% per sisi, kurs harus naik 1,57% hanya untuk impas, dan 4,6% agar untung 3%. Hasil bukan hanya soal menebak arah kurs, tetapi juga soal memilih jalur dengan biaya yang rendah.

    Untung rugi pada berbagai kurs jual

    Tabel berikut memperlihatkan untung rugi untuk modal Rp100.000.000 yang dibeli di kurs acuan Rp18.052 dengan biaya 0,277% per sisi, pada beberapa kurs acuan saat jual. Grafik batang di bawah kalkulator menggambar tabel serupa dari nilai yang sedang Anda isi.

    Kurs acuan saat jualTerhadap kurs beliRupiah diterimaUntung rugiImbal hasil
    Rp17.690,96−2,00%Rp97.458.580−Rp2.541.420−2,54%
    Rp18.052,000,00%Rp99.447.530−Rp552.470−0,55%
    Rp18.152,29+0,56% (titik impas)Rp100.000.023+Rp230,00%
    Rp18.413,04+2,00%Rp101.436.481+Rp1.436.481+1,44%
    Rp18.500,00+2,48%Rp101.915.539+Rp1.915.539+1,92%
    Rp18.954,60+5,00%Rp104.419.907+Rp4.419.907+4,42%

    Menjual di kurs yang sama dengan kurs beli tetap rugi 0,55% karena biaya dibayar dua kali. Untung Rp23 pada baris titik impas berasal dari pembulatan kurs ke atas pada dua desimal.

    Pajak: bunga deposito valas dan selisih kurs

    Peraturan Menteri Keuangan Nomor 212/PMK.03/2018 mengatur pemotongan Pajak Penghasilan atas bunga deposito dan tabungan. Pasal 1 menyebut bahwa deposito mencakup deposito dalam rupiah maupun mata uang asing. Pasal 5 ayat (1) huruf c menetapkan tarif Pajak Penghasilan yang bersifat final sebesar 20% dari jumlah bruto untuk bunga tabungan dan deposito yang diterima wajib pajak dalam negeri, di luar deposito dari devisa hasil ekspor. Menurut Pasal 2 ayat (3), ketentuan itu tidak berlaku bagi orang pribadi Subjek Pajak Dalam Negeri yang seluruh penghasilannya dalam 1 (satu) Tahun Pajak, termasuk bunga dan diskonto, tidak melebihi Penghasilan Tidak Kena Pajak. Pasal 7 huruf a menyatakan pemotongan tidak dilakukan atas bunga untuk jumlah deposito dan tabungan yang tidak melebihi Rp7.500.000,00.

    Untuk selisih kurs, Pasal 4 ayat (1) huruf l Undang-Undang Nomor 36 Tahun 2008 tentang Pajak Penghasilan menyebut keuntungan selisih kurs mata uang asing sebagai penghasilan yang menjadi objek pajak. Penjelasannya menyatakan bahwa keuntungan karena fluktuasi kurs mata uang asing diakui berdasarkan sistem pembukuan yang dianut. Cara pelaporan dan tarif untuk keadaan Anda bergantung pada status wajib pajak, sehingga alat ini menampilkan untung rugi sebelum pajak. Periksa ketentuan terbaru di pajak.go.id atau kantor pajak.

    Kesalahan yang sering terjadi

    • Memakai kurs tengah saja: bank menjual di atas dan membeli di bawah kurs tengah. Menghitung seolah semua transaksi di kurs tengah membuat untung terlihat lebih besar sebesar biayanya.
    • Memasukkan selisih rupiah sebagai persen: kolom biaya berisi persen. Selisih Rp140 dari titik tengah Rp17.970 adalah sekitar 0,779%, bukan 140%.
    • Hanya mengisi biaya satu sisi: biaya saat beli dan saat jual dibayar terpisah. Isi kedua kolom.
    • Mencampur kurs tunai dan kurs e-banking: spread kurs tunai (TT Counter dan Bank Notes) pada contoh BCA lebih lebar daripada e-Rate. Cara Anda membeli dan menarik dolar menentukan biayanya.
    • Menghitung biaya dua kali: jika kurs beli bank sudah dimasukkan sebagai kurs acuan, biaya sudah ada di dalamnya, jadi isi biaya dengan 0%.
    • Tertukar arah kurs: dolar yang dibeli dengan rupiah menguntungkan jika kurs USD/IDR naik, yaitu rupiah melemah. Kurs yang turun menimbulkan rugi bahkan sebelum biaya.

    Batasan

    • Kurs dan biaya dihitung dari nilai yang Anda isi dan tidak diambil secara langsung dari bank.
    • Pembulatan sen dolar dan pecahan uang tunai tidak dimasukkan.
    • Bunga dan pajak deposito valas, biaya transfer, serta biaya pengambilan uang tunai tidak dimasukkan.
    • Hanya satu kali beli dan satu kali jual yang dihitung. Jika membeli bertahap, isi kurs rata-rata.
    • Jumlah ditampilkan dalam rupiah penuh, dan modal di atas Rp100 triliun tidak dihitung.

    Tanggal acuan Kurs JISDOR dan kurs BCA di artikel ini diperiksa pada 17 Oktober 2026 untuk data 16 Oktober 2026 (BCA diperbarui 16 Oktober 2026 pukul 23.24 WIB). Ketentuan pajak dicek pada teks PMK 212/PMK.03/2018 dan UU 36/2008 di pajak.go.id. Kurs jual dalam contoh (Rp18.500 dan Rp18.250) hanyalah asumsi untuk perhitungan, bukan prakiraan.

    Sumber

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Bagaimana cara menghitung untung rugi kurs?

    Dolar yang dibeli = modal ÷ (kurs acuan beli × (1 + biaya beli)). Rupiah yang diterima = dolar yang dibeli × kurs acuan jual × (1 − biaya jual). Untung rugi adalah rupiah yang diterima dikurangi modal. Modal Rp100.000.000 dibeli di kurs acuan Rp18.052 dengan biaya 0,277%, lalu dijual di Rp18.500 dengan biaya yang sama, menghasilkan US$5.524,25 dan Rp101.915.539, sehingga untung Rp1.915.539 (1,92%).

    Bagaimana menghitung kurs titik impas?

    Kurs acuan beli × (1 + biaya beli) ÷ (1 − biaya jual). Pada kurs Rp18.052 dengan biaya 0,277% per sisi, titik impasnya Rp18.152,29 atau naik 0,56%. Dengan biaya 0,779% per sisi titik impasnya Rp18.335,46 atau naik 1,57%. Kalkulator membulatkan nilai ini ke atas pada dua desimal.

    Mengapa kurs beli dan jual bank berbeda?

    Bank membeli dolar dari Anda di kurs beli yang lebih rendah dan menjual dolar kepada Anda di kurs jual yang lebih tinggi, dan selisihnya menjadi biaya Anda. Pada 16 Oktober 2026, BCA mencatat e-Rate beli Rp17.975 dan jual Rp18.075, sedangkan TT Counter dan Bank Notes beli Rp17.830 dan jual Rp18.110.

    Bagaimana mengubah kurs beli dan jual bank menjadi persen biaya?

    Ambil titik tengah kurs beli dan jual, lalu bagi setengah selisih dengan titik tengah itu. Untuk e-Rate BCA, titik tengahnya Rp18.025 dan setengah selisihnya Rp50, jadi 0,277%. Untuk TT Counter, titik tengahnya Rp17.970 dan setengah selisihnya Rp140, jadi 0,779%.

    Mengapa kurs naik tetapi saya tetap rugi?

    Karena biaya saat beli dan saat jual lebih besar daripada kenaikan kurs. Modal Rp100.000.000 dibeli di Rp18.052 dan dijual di Rp18.250 naik 1,10%. Dengan biaya 0,779% per sisi hasilnya rugi Rp466.082, sedangkan dengan 0,277% per sisi hasilnya untung Rp538.302.

    Bisakah menghitung dolar yang sudah saya miliki?

    Ya. Ubah dasar jumlah ke valas, isi jumlah dolar, kurs rata-rata saat Anda membeli, dan biaya beli 0. US$5.000 yang dibeli di Rp18.500 (Rp92.500.000) dijual pada kurs acuan Rp18.052 dengan biaya 0,277% menghasilkan Rp90.009.980, rugi Rp2.490.020. Kurs acuan titik impasnya Rp18.551,39.

    Bagaimana mencari kurs jual untuk target keuntungan?

    Ubah hitungan ke kurs target dan isi target keuntungan. Untuk untung 3% dari dolar yang dibeli di Rp18.052, kurs jual harus Rp18.593,56 jika tanpa biaya, Rp18.696,86 dengan biaya 0,277% per sisi, dan Rp19.159,87 dengan biaya 1,5% per sisi.

    Apakah ada pajak atas bunga deposito valas dan selisih kurs?

    PMK 212/PMK.03/2018 memasukkan deposito dalam rupiah dan mata uang asing, dan Pasal 5 ayat (1) huruf c menetapkan PPh final 20% dari jumlah bruto bunga bagi wajib pajak dalam negeri, kecuali deposito dari devisa hasil ekspor. Pasal 4 ayat (1) huruf l UU 36/2008 menyebut keuntungan selisih kurs mata uang asing sebagai objek penghasilan. Alat ini menampilkan hasil sebelum pajak, jadi periksa ketentuan terbaru di pajak.go.id atau kantor pajak.