Ayah 167 cm dan ibu 156 cm: tinggi potensi genetik anak laki-laki 168,0 cm, anak perempuan 155,0 cm
Cara paling sederhana memperkirakan tinggi badan anak saat dewasa adalah menghitung tinggi potensi genetik (TPG) dari tinggi kedua orang tua. IDAI memakai rumus ini di kalkulatornya: untuk anak laki-laki, ((tinggi ibu + 13 cm) + tinggi ayah) ÷ 2 ± 8,5 cm, dan untuk anak perempuan, ((tinggi ayah − 13 cm) + tinggi ibu) ÷ 2 ± 8,5 cm. Hasilnya sama dengan rata-rata tinggi ayah dan ibu, ditambah 6,5 cm untuk anak laki-laki atau dikurangi 6,5 cm untuk anak perempuan. Dengan ayah 167 cm dan ibu 156 cm, TPG anak laki-laki 168,0 cm (rentang 159,5–176,5 cm) dan anak perempuan 155,0 cm (rentang 146,5–163,5 cm).
Kalkulator di atas menambahkan tinggi badan anak saat ini. Isi usia (tahun dan bulan) dan tinggi badannya, lalu kalkulator mencari posisinya di antara anak seusia dan sejenis kelamin pada acuan WHO, dinyatakan sebagai skor z, dan menarik posisi itu sampai usia 18 tahun. Contohnya, anak laki-laki berusia 8 tahun 3 bulan dengan tinggi 124,0 cm memiliki skor z −0,80 (persentil 21,1); jika terus mengikuti kurva itu, tingginya pada usia 18 tahun sekitar 170,2 cm. Angka ini masih dalam rentang TPG (159,5–176,5 cm), sehingga kedua perkiraan sejalan.
Keduanya perkiraan, bukan tinggi yang pasti. Saat pubertas dimulai, pola makan, dan faktor individu ikut menentukan tinggi akhir anak.
Kapan perkiraan tinggi anak berguna
- Setelah menimbang di posyandu atau kontrol ke dokter: Anda bisa memeriksa apakah tinggi anak sesuai dengan rentang tinggi orang tuanya.
- Anak tampak lebih pendek dari teman sebayanya: IDAI menyebut anak pendek bila tinggi badannya lebih dari dua standar deviasi di bawah median WHO. Membandingkan dengan TPG membantu melihat posisi anak bersama tinggi orang tua, tetapi tidak menggantikan pemeriksaan dokter.
- Salah satu orang tua sangat tinggi atau sangat pendek: anak cenderung tumbuh lebih mendekati rata-rata, sehingga rumus kurang tepat (lihat bagian tentang orang tua yang ekstrem).
- Menjelang pubertas: pubertas memengaruhi posisi kurva anak. Mencatat posisi sekarang memudahkan perbandingan nanti.
- Sebelum membeli suplemen atau produk peninggi badan: hasil perhitungan saja tidak cukup untuk menentukan perlu tidaknya pemeriksaan atau pengobatan.
Cara memakai kalkulator
- Isi jenis kelamin anak dan tinggi orang tua: pilih jenis kelamin anak dan masukkan tinggi ayah dan ibu dalam cm (satu angka di belakang koma). Kartu di sebelah kiri hasil menampilkan tinggi dewasa menurut tinggi orang tua beserta rentang acuannya.
- Isi usia dan tinggi anak saat ini (opsional): masukkan tahun, bulan, dan tinggi badan. Kalkulator menampilkan skor z dan persentil anak, serta tinggi pada usia 18 tahun bila kurva saat ini dipertahankan. Usia yang dapat dihitung adalah 2 tahun 0 bulan sampai 17 tahun 11 bulan.
- Lihat dinding ukur tinggi: siluet ayah, ibu, anak sekarang, dan perkiraan tinggi dewasa digambar dengan perbandingan tinggi yang sebenarnya. Siluet bergaris putus-putus adalah tinggi dewasa menurut tinggi orang tua, dan pita mendatar adalah rentang acuannya.
- Lihat kurva pertumbuhan: garis z-score −3 sampai +3 digambar bersama titik anak, kurva saat ini, dan kurva tinggi orang tua. Geser batang “Lihat tinggi pada usia” atau tekan grafiknya untuk melihat nilai pada usia tertentu.
- Simpan catatan: “Salin hasil” menyalin angka dan keterangannya, sedangkan “Salin tautan” menyalin tautan yang memuat nilai yang Anda isi. Nilai hanya disimpan setelah tanda # pada alamat dan tidak dikirim ke server.
Cara perhitungannya
| Nilai | Perhitungan | Contoh |
|---|---|---|
| Tinggi dewasa menurut tinggi orang tua | (ayah + ibu) ÷ 2, anak laki-laki + 6,5 cm, anak perempuan − 6,5 cm | 168,0 cm |
| Rentang acuan | ± 8,5 cm untuk anak laki-laki dan perempuan | 159,5–176,5 cm |
| Skor z | ((tinggi ÷ M)L − 1) ÷ (L × S), dengan nilai L, M, S menurut usia dan jenis kelamin | −0,80 |
| Persentil | Proporsi kumulatif distribusi normal baku sampai skor z × 100 | 21,1 |
| Tinggi pada usia 18 tahun menurut kurva saat ini | M usia 18 tahun × (1 + L × S × z)1/L | 170,2 cm |
| Kurva tinggi orang tua | Skor z usia 18 tahun dari tinggi dewasa menurut tinggi orang tua, dipakai untuk semua usia | persentil 13,8 pada 18 tahun |
Angka 6,5 cm adalah setengah dari selisih tinggi dewasa laki-laki dan perempuan (13 cm). Rumus IDAI menyesuaikan tinggi salah satu orang tua sebesar 13 cm agar sejenis kelamin dengan anak, lalu merata-ratakannya, dan hasilnya sama. Tanner dan kawan-kawan (1970) sudah menerbitkan tabel tinggi anak usia 2–9 tahun yang memperhitungkan tinggi orang tua.
Nilai L, M, dan S berasal dari acuan WHO. Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri Anak merujuk pada WHO Child Growth Standards untuk anak 0–5 tahun dan The WHO Reference 2007 untuk anak 5–18 tahun, dan kalkulator ini memakai acuan yang sama. Usia dihitung dalam bulan penuh; Permenkes mencontohkan usia 2 bulan 29 hari dihitung sebagai 2 bulan. Penilaian memakai angka yang tampil di layar (tinggi 0,1 cm, persentil 0,1, skor z dua angka di belakang koma).
Tinggi dewasa menurut kombinasi tinggi orang tua
| Ayah \ Ibu | 145 | 150 | 155 | 160 | 165 |
|---|---|---|---|---|---|
| 160 cm | 159,0 / 146,0 | 161,5 / 148,5 | 164,0 / 151,0 | 166,5 / 153,5 | 169,0 / 156,0 |
| 165 cm | 161,5 / 148,5 | 164,0 / 151,0 | 166,5 / 153,5 | 169,0 / 156,0 | 171,5 / 158,5 |
| 170 cm | 164,0 / 151,0 | 166,5 / 153,5 | 169,0 / 156,0 | 171,5 / 158,5 | 174,0 / 161,0 |
| 175 cm | 166,5 / 153,5 | 169,0 / 156,0 | 171,5 / 158,5 | 174,0 / 161,0 | 176,5 / 163,5 |
| 180 cm | 169,0 / 156,0 | 171,5 / 158,5 | 174,0 / 161,0 | 176,5 / 163,5 | 179,0 / 166,0 |
Rentang acuan adalah ± 8,5 cm dari nilai di tabel, baik untuk anak laki-laki maupun perempuan. Jika jumlah tinggi kedua orang tua sama, hasilnya sama: ayah 165 cm dengan ibu 160 cm dan ayah 160 cm dengan ibu 165 cm sama-sama menghasilkan 169,0 cm untuk anak laki-laki dan 156,0 cm untuk anak perempuan.
Tinggi anak menurut usia pada acuan WHO
Tinggi badan pada skor z −2, median (z 0), dan z +2 menurut WHO untuk setiap usia penuh, serta pertambahan tinggi median dalam satu tahun berikutnya. Anak dengan tinggi di bawah z −2 termasuk pendek menurut definisi IDAI di atas.
| Usia | Laki-laki −2 · median · +2 | Laki-laki 1 tahun | Perempuan −2 · median · +2 | Perempuan 1 tahun |
|---|---|---|---|---|
| 2 tahun | 81,0 · 87,1 · 93,2 | 9,0 | 79,3 · 85,7 · 92,2 | 9,4 |
| 3 tahun | 88,7 · 96,1 · 103,5 | 7,2 | 87,4 · 95,1 · 102,7 | 7,6 |
| 4 tahun | 94,9 · 103,3 · 111,7 | 6,7 | 94,1 · 102,7 · 111,3 | 6,7 |
| 5 tahun | 100,7 · 110,0 · 119,2 | 6,0 | 99,9 · 109,4 · 118,9 | 5,7 |
| 6 tahun | 106,1 · 116,0 · 125,8 | 5,7 | 104,9 · 115,1 · 125,4 | 5,7 |
| 7 tahun | 111,2 · 121,7 · 132,3 | 5,6 | 109,9 · 120,8 · 131,7 | 5,8 |
| 8 tahun | 116,0 · 127,3 · 138,6 | 5,3 | 115,0 · 126,6 · 138,2 | 5,9 |
| 9 tahun | 120,5 · 132,6 · 144,6 | 5,2 | 120,3 · 132,5 · 144,7 | 6,1 |
| 10 tahun | 125,0 · 137,8 · 150,5 | 5,3 | 125,8 · 138,6 · 151,4 | 6,4 |
| 11 tahun | 129,7 · 143,1 · 156,6 | 6,0 | 131,7 · 145,0 · 158,3 | 6,2 |
| 12 tahun | 134,9 · 149,1 · 163,3 | 6,9 | 137,6 · 151,2 · 164,9 | 5,2 |
| 13 tahun | 141,2 · 156,0 · 170,9 | 7,2 | 142,5 · 156,4 · 170,3 | 3,4 |
| 14 tahun | 147,8 · 163,2 · 178,6 | 5,8 | 145,9 · 159,8 · 173,7 | 1,9 |
| 15 tahun | 153,3 · 169,0 · 184,6 | 3,9 | 147,9 · 161,7 · 175,4 | 0,8 |
| 16 tahun | 157,4 · 172,9 · 188,4 | 2,3 | 148,9 · 162,5 · 176,1 | 0,4 |
| 17 tahun | 159,9 · 175,2 · 190,4 | 0,9 | 149,5 · 162,9 · 176,2 | 0,2 |
| 18 tahun | 161,2 · 176,1 · 191,1 | — | 149,8 · 163,1 · 176,3 | — |
Tinggi dalam tabel dibulatkan ke 0,1 cm, sehingga jika nilai −2 SD dimasukkan apa adanya, skor z bisa menjadi −1,99 atau −2,01. Kolom “1 tahun” adalah selisih antara dua tinggi median, jadi berbeda dengan kecepatan tumbuh satu anak. Waktu lonjakan pubertas berbeda pada tiap anak, sehingga kurva rata-rata tampak lebih landai daripada lonjakan nyata pada satu anak.
Orang tua yang sama, tinggi sekarang berbeda
Anak berusia 8 tahun 3 bulan dengan ayah 167 cm dan ibu 156 cm, hanya tinggi sekarang yang diubah. Rentang menurut tinggi orang tua adalah 159,5–176,5 cm untuk anak laki-laki dan 146,5–163,5 cm untuk anak perempuan.
| Tinggi sekarang | Laki-laki skor z | Laki-laki 18 tahun | Perempuan skor z | Perempuan 18 tahun |
|---|---|---|---|---|
| 116,0 cm | −2,20 | 159,7 dalam rentang (z < −2) | −2,05 | 149,5 dalam rentang (z < −2) |
| 120,0 cm | −1,50 | 164,9 dalam rentang | −1,36 | 154,0 dalam rentang |
| 124,0 cm | −0,80 | 170,2 dalam rentang | −0,68 | 158,5 dalam rentang |
| 128,0 cm | −0,11 | 175,4 dalam rentang | 0,00 | 163,0 dalam rentang |
| 132,0 cm | +0,59 | 180,6 di atas rentang | +0,68 | 167,5 di atas rentang |
Anak laki-laki dengan tinggi 116,0 cm memiliki skor z −2,20, di bawah −2 SD. Pada anak perempuan setinggi 116,0 cm, skor z-nya −2,05. Kurva keduanya pada usia 18 tahun tetap berada dalam rentang tinggi orang tua, tetapi posisi di bawah −2 SD tetap perlu diperiksa. Jangan menyimpulkan dari satu kali pengukuran; ukur lagi dan bawa catatannya ke dokter anak.
Cara membaca persentil dan skor z
Skor z menyatakan seberapa jauh tinggi anak dari median anak seusia dan sejenis kelamin, dalam satuan standar deviasi (SD). Skor 0 berarti tepat di median, −1 berarti satu SD di bawah median. IDAI menyebut anak pendek bila tinggi badan atau panjang badan menurut usia lebih dari dua standar deviasi di bawah median WHO. Karena itu kalkulator ini menampilkan skor z sebagai angka utama dan memberi peringatan bila skor z di bawah −2.
Persentil menunjukkan urutan anak bila 100 anak seusia dan sejenis kelamin dibariskan dari yang paling pendek. Persentil 21,1 berarti sekitar 21 anak dari 100 lebih pendek. Pada anak usia 0–60 bulan, Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2020 menamai tinggi badan menurut umur di bawah −3 SD “sangat pendek (severely stunted)” dan −3 SD sampai di bawah −2 SD “pendek (stunted)”. Sebutan stunting itu berlaku untuk kelompok usia tersebut; untuk anak yang lebih besar, kalkulator ini hanya memakai ambang z di bawah −2. Perubahan skor z dari waktu ke waktu lebih bermakna daripada satu angka.
Bila orang tua sangat tinggi atau sangat pendek
Penelitian Wright dan Cheetham (1999) pada 419 anak berusia 8–9 tahun di Inggris menemukan bahwa 90% tinggi anak berada dalam 1,5 skor simpangan baku dari tinggi tengah orang tua (kira-kira dua garis persentil). Namun bila orang tua sangat tinggi atau sangat pendek, anak cenderung tidak seekstrem orangtuanya, sehingga tinggi tengah orang tua kurang tepat meramalkan tinggi anak. Dari 13 anak di bawah persentil ke-2, 8 anak berada dalam rentang 90% tinggi tengah orang tua, tetapi setelah dikoreksi untuk kecenderungan kembali ke rata-rata hanya 3 anak yang tetap berada dalam rentang.
Karena itu, bila kedua orang tua sangat pendek tetapi anak berada di bawah −2 SD, jangan menyimpulkan bahwa itu hanya “menurun dari orang tua”; sebaiknya konsultasikan ke dokter. Sebaliknya, pada orang tua yang sangat tinggi, anak sering tumbuh sedikit lebih rendah daripada nilai rumus.
Mengapa pubertas mengubah kurva
IDAI menulis bahwa sebagian besar anak memulai pubertas pada usia 8–13 tahun untuk anak perempuan dan 9–14 tahun untuk anak laki-laki. Anak yang memulai lebih awal untuk sementara tumbuh lebih cepat daripada teman sebayanya sehingga skor z-nya naik, sedangkan pada anak yang lebih lambat skor z turun ketika teman-temannya melonjak. Karena itu, menjelang pubertas, tinggi pada 18 tahun yang ditarik dari skor z saat ini bisa meleset cukup jauh.
IDAI mendefinisikan pubertas prekoks sebagai perkembangan ciri seks sekunder sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan atau sebelum usia 9 tahun pada anak laki-laki, dan menyarankan masalah yang bersifat patologis atau memerlukan terapi hormonal dikonsultasikan ke konsultan endokrin anak.
Cara perkiraan lain
- Metode Khamis-Roche: memperkirakan tinggi dewasa dari tinggi, berat badan, dan tinggi orang tua tanpa umur tulang. Metode ini dibuat dari data studi longitudinal Fels pada 433 anak kulit putih Amerika (223 dan 210 anak), dan penulisnya menyatakan metode ini hanya untuk anak kulit putih Amerika tanpa kondisi patologis yang mengubah potensi pertumbuhan tinggi badan.
- Tinggi usia dua tahun × 2: American Academy of Pediatrics menyebut cara ini sebagai aturan praktis yang populer, bukan alat prediksi yang sudah divalidasi secara medis, dan menulis bahwa tidak ada penelitian yang menunjukkan akurasinya. Sebagai gambaran dengan median WHO di kalkulator ini: anak laki-laki, 87,1 cm × 2 = 174,2 cm, sedangkan median usia 18 tahun 176,1 cm. Anak perempuan, 85,7 cm × 2 = 171,4 cm, sedangkan median usia 18 tahun 163,1 cm.
- Kurva pertumbuhan dan pemantauan rutin: IDAI menyarankan tinggi dan berat badan diplot pada kurva pertumbuhan dan dipantau pada setiap kunjungan ke dokter.
Cara mengukur tinggi badan
- Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2020 membedakan cara ukur menurut usia: panjang badan untuk anak 0–24 bulan diukur terlentang, sedangkan tinggi badan untuk anak di atas 24 bulan diukur berdiri.
- Bila anak 0–24 bulan terpaksa diukur berdiri, hasilnya ditambah 0,7 cm; bila anak di atas 24 bulan diukur terlentang, hasilnya dikurangi 0,7 cm. Pada acuan WHO, median anak laki-laki 2 tahun adalah 87,8 cm terlentang dan 87,1 cm berdiri.
- Kalkulator ini dimulai dari usia 2 tahun dan memakai tinggi badan berdiri.
- Catat tanggal pengukuran bersama tinggi badannya agar perubahan persentil dan skor z dari waktu ke waktu dapat dilihat.
Kapan perlu berkonsultasi ke dokter anak
- Bila tinggi badan anak di bawah −2 SD untuk usia dan jenis kelaminnya (definisi pendek menurut IDAI).
- Bila skor z anak terus turun pada pengukuran berulang.
- Bila tanda pubertas muncul sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan atau sebelum usia 9 tahun pada anak laki-laki.
- Bila tinggi pada 18 tahun menurut kurva saat ini lebih rendah dari rentang tinggi orang tua dan hasilnya sama pada pengukuran ulang.
IDAI menyarankan pemantauan tumbuh kembang pada setiap kunjungan ke dokter: setiap bulan pada usia 0–12 bulan, setiap 3 bulan pada usia 1–3 tahun, setiap 6 bulan pada usia 3–6 tahun, dan setiap tahun pada usia 6–18 tahun. Bawa catatan tinggi dan berat badan bertanggal, tinggi orang tua, dan waktu mulai perubahan pubertas.
Kesalahan yang sering terjadi
- Memasukkan usia pembulatan: usia dihitung dalam bulan penuh. Masukkan tahun dan bulan sesuai usia saat diukur, bukan usia yang dibulatkan.
- Memakai tinggi orang tua perkiraan: rumus membutuhkan tinggi orang tua kandung yang diukur setelah berhenti tumbuh. Tinggi yang diisi dengan angka rata-rata bukan lagi perkiraan untuk keluarga Anda.
- Menyimpulkan dari satu kali pengukuran: naik atau turunnya skor z baru terlihat setelah dua kali pengukuran atau lebih.
- Membaca ujung rentang sebagai batas mutlak: rentang ± 8,5 cm dari IDAI bukan batas mutlak, jadi sebagian anak tumbuh di luar rentang itu.
- Mencampur acuan: skor z dari kurva lain (misalnya CDC) tidak sama dengan skor z WHO. Bandingkan dengan kurva yang sama.
Batasan
- Rumus tinggi orang tua hanyalah perkiraan kasar yang hanya memakai tinggi kedua orang tua; waktu pubertas, gizi, penyakit, dan perbedaan individu tidak ikut dihitung.
- Kurva saat ini mengasumsikan anak mempertahankan skor z yang sekarang sampai usia 18 tahun. Saat pubertas, perkiraan ini bisa meleset cukup jauh.
- Acuan WHO 2007 untuk anak di atas 5 tahun adalah kurva acuan, bukan standar; kalkulator ini tidak memakai kurva nasional Indonesia.
- Perhitungan hanya untuk usia 2 tahun 0 bulan sampai 17 tahun 11 bulan, dalam bulan penuh.
- Ini bukan alat diagnosis. Hasilnya saja tidak cukup untuk menentukan perlu tidaknya pemeriksaan, pengobatan, atau suplemen; konsultasikan ke dokter anak bila khawatir.
Tanggal acuan Permenkes RI Nomor 2 Tahun 2020, kalkulator dan artikel IDAI, halaman WHO, abstrak setiap makalah, dan AAP HealthyChildren (diperbarui 30-09-2026) diperiksa pada 19-10-2026.
Sumber
- 01Kementerian Kesehatan RI. Peraturan Menteri Kesehatan Nomor 2 Tahun 2020 tentang Standar Antropometri AnakWHO Child Growth Standards dan WHO Reference 2007, usia bulan penuh, ukur terlentang/berdiri dan koreksi 0,7 cm, kategori sangat pendek dan pendek untuk usia 0–60 bulan
- 02IDAI. Kalkulator Tinggi Potensi GenetikRumus TPG anak laki-laki dan perempuan, ± 8,5 cm
- 03IDAI. Mencegah Anak Berperawakan PendekDefinisi pendek (lebih dari dua SD di bawah median WHO), jadwal pemantauan tumbuh kembang
- 04IDAI. Masalah Pubertas pada Anak dan RemajaUsia mulai pubertas 8–13 tahun (perempuan) dan 9–14 tahun (laki-laki), definisi pubertas prekoks
- 05World Health Organization. Child Growth Standards: Length/height-for-ageUsia 0–2 tahun diukur terlentang, 2–5 tahun berdiri (median anak laki-laki 2 tahun 87,8 cm dan 87,1 cm)
- 06World Health Organization. Growth reference data for 5–19 years: Height-for-ageAcuan WHO 2007 untuk anak 5–19 tahun
- 07Tanner JM, Goldstein H, Whitehouse RH. Standards for children's height at ages 2-9 years allowing for heights of parents. Arch Dis Child. 1970;45(244):755-762Tabel tinggi anak 2–9 tahun yang memperhitungkan tinggi orang tua
- 08Wright CM, Cheetham TD. The strengths and limitations of parental heights as a predictor of attained height. Arch Dis Child. 1999;81(3):257-260419 anak usia 8–9 tahun, 90% dalam ±1,5 SDS tinggi tengah orang tua, orang tua ekstrem menyebabkan kembali ke rata-rata
- 09Khamis HJ, Roche AF. Predicting adult stature without using skeletal age: the Khamis-Roche method. Pediatrics. 1994;94(4 Pt 1):504-507Studi Fels, 433 anak kulit putih Amerika, terbatas pada anak kulit putih Amerika
- 10American Academy of Pediatrics, HealthyChildren.org. How Tall Will My Child Be? Predicting a Child's Adult HeightRumus dengan tinggi orang tua, tinggi usia dua tahun × 2 sebagai aturan praktis yang belum divalidasi
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara menghitung tinggi badan anak saat dewasa?
Rata-ratakan tinggi ayah dan ibu, lalu tambahkan 6,5 cm untuk anak laki-laki atau kurangi 6,5 cm untuk anak perempuan. Hasil ini sama dengan rumus TPG IDAI, dengan rentang ± 8,5 cm. Jika Anda mengisi usia dan tinggi anak, kalkulator juga menghitung tinggi pada usia 18 tahun menurut skor z saat ini.
Ayah 167 cm dan ibu 156 cm, berapa tinggi anaknya?
Rata-rata keduanya 161,5 cm. Anak laki-laki 168,0 cm (rentang acuan 159,5–176,5 cm) dan anak perempuan 155,0 cm (rentang acuan 146,5–163,5 cm). Tinggi sebenarnya bisa berbeda tergantung waktu pubertas dan catatan pertumbuhan anak.
Apa artinya jika tinggi menurut kurva saat ini berbeda dari tinggi menurut orang tua?
Jika tinggi pada usia 18 tahun menurut kurva saat ini masih dalam rentang TPG, artinya perkiraan tinggi dewasa dari kurva saat ini berada dalam rentang TPG. Jika lebih rendah, ukur ulang setelah beberapa bulan dan lihat apakah skor z terus turun. Bila skor z di bawah −2, IDAI menyebut anak pendek, jadi bawa catatannya ke dokter anak.
Apa itu skor z?
Skor z menyatakan seberapa jauh tinggi anak dari median anak seusia dan sejenis kelamin, dalam satuan standar deviasi. Skor 0 berarti tepat di median. IDAI menyebut anak pendek bila tinggi badannya lebih dari dua standar deviasi di bawah median WHO.
Apakah anak pasti tumbuh dalam rentang itu?
Tidak. Rentang ± 8,5 cm dari IDAI bukan batas mutlak, sehingga sebagian anak tumbuh di luar rentang. Bila salah satu orang tua sangat tinggi atau sangat pendek, anak cenderung lebih mendekati rata-rata, sehingga rumus kurang tepat.
Usia berapa yang bisa dihitung?
Usia anak dari 2 tahun 0 bulan sampai 17 tahun 11 bulan. Sebelum 2 tahun anak diukur terlentang, dan setelah 18 tahun tinggi sekarang sudah mendekati tinggi dewasa. Tinggi dewasa menurut tinggi orang tua dapat dihitung tanpa mengisi usia.
Kapan perlu berkonsultasi ke dokter anak?
Saat tinggi anak di bawah −2 SD untuk usia dan jenis kelaminnya, saat skor z terus turun pada pengukuran berulang, atau saat tanda pubertas muncul sebelum usia 8 tahun pada anak perempuan atau 9 tahun pada anak laki-laki. Bawa catatan tinggi bertanggal dan tinggi orang tua.
Apakah tinggi usia dua tahun dikali dua akurat?
American Academy of Pediatrics menyebutnya aturan praktis yang populer, bukan alat prediksi yang divalidasi secara medis, dan tidak ada penelitian yang menunjukkan akurasinya. Pada median WHO, anak laki-laki 87,1 cm × 2 = 174,2 cm dan anak perempuan 85,7 cm × 2 = 171,4 cm, sedangkan median usia 18 tahun masing-masing 176,1 cm dan 163,1 cm.