Empat utang senilai Rp70 juta lunas dalam 21 bulan dengan pembayaran Rp3,8 juta per bulan
Kalkulator pelunasan utang menerima saldo, bunga per tahun, dan pembayaran minimum bulanan dari beberapa utang, ditambah uang yang bisa Anda sisihkan setiap bulan, lalu menghitung bulan ketika semua utang lunas dan total bunga yang dibayar sampai saat itu. Contoh di layar pertama berisi kartu kredit Rp12.000.000 (21% per tahun), paylater Rp3.000.000 (30%), KTA bank Rp40.000.000 (12%), dan cicilan motor Rp15.000.000 (9%). Pembayaran minimumnya berjumlah Rp3.300.000. Jika Anda menambah Rp500.000 per bulan dan mengarahkan sisa dana ke utang berbunga paling tinggi lebih dulu, keempat utang lunas pada bulan ke-21 dengan total bunga Rp8.178.793.
Jika hanya membayar minimum, utang yang sama baru lunas setelah 37 bulan dengan bunga Rp12.318.906. Cukup dengan menentukan urutan dan memusatkan sisa dana pada satu utang, semua utang lunas 16 bulan lebih cepat dan bunga berkurang Rp4.140.113. Halaman ini menjelaskan kapan perhitungan ini berguna, cara kerjanya, perbedaan metode avalanche dan snowball beserta hasil penelitiannya, dampak pembayaran tambahan, utang yang hanya dibayar bunganya, batas bunga pinjaman daring dan kartu kredit di Indonesia, kesalahan yang sering terjadi, serta batas perhitungannya.
Kapan perhitungan ini dibutuhkan
Kalau utang hanya satu, kalkulator pinjaman biasa sudah cukup. Begitu tagihan kartu kredit, paylater, KTA, dan cicilan motor jatuh tempo bersamaan, muncul pertanyaan baru: sisa uang Rp500.000 bulan ini sebaiknya dipakai untuk utang yang mana dulu? Jika dibagi rata ke semua utang, tidak ada satu pun yang cepat lunas, sementara utang berbunga tinggi terus menambah bunga. Kalkulator ini memperlihatkan dalam satu layar seberapa jauh bulan lunas dan total bunga berubah ketika anggaran yang sama dipakai dengan urutan yang berbeda.
Biro Perlindungan Keuangan Konsumen Amerika Serikat (CFPB) memperkenalkan dua strategi dasar untuk mengurangi utang: melunasi utang dengan bunga tertinggi lebih dulu, atau melunasi utang terkecil lebih dulu dengan metode snowball. Pada kedua cara itu, pembayaran minimum semua utang tetap dibayar, hanya sisa dana yang dipusatkan pada satu utang, dan begitu utang itu lunas, uang yang biasa dibayarkan untuknya dipindahkan ke utang berikutnya. Kalkulator ini juga berguna saat Anda menimbang apakah THR atau bonus sebaiknya dipakai untuk melunasi satu utang sekaligus, membandingkan rencana sebelum dan sesudah take over kredit ke bunga yang lebih rendah, menyusun rencana bersama pasangan, atau merapikan gambaran utang sebelum berbicara dengan bank atau perusahaan pembiayaan.
Cara menghitung
- Untuk setiap utang, isi nama, sisa saldo saat ini, bunga per tahun, dan pembayaran minimum yang wajib dibayar setiap bulan. Anda bisa memasukkan hingga 10 utang; kartu yang saldo, bunga, dan pembayaran minimumnya kosong semua tidak ikut dihitung.
- Pilih urutan pelunasan. Avalanche mengarahkan sisa dana ke bunga tertinggi lebih dulu, snowball ke saldo terkecil lebih dulu, dan Manual mengikuti urutan daftar. Jika memilih Manual, setiap kartu utang menampilkan tombol ↑ ↓.
- Isi uang tambahan yang bisa dibayar setiap bulan di luar pembayaran minimum. Di bagian "Lainnya" Anda bisa mengatur tanggal pembayaran pertama dan kenaikan uang tambahan setiap tahun.
- Kotak hasil menampilkan jumlah bulan sampai semua utang lunas dalam angka besar, lalu kalimat yang menyebut bulan lunas, total bunga, dan selisihnya dibanding hanya membayar minimum. Di bawah setiap kartu utang muncul bulan ketika utang itu lunas.
- Di bawahnya ada perbandingan urutan dengan anggaran yang sama, hasil untuk beberapa jumlah tambahan, grafik sisa utang, garis waktu urutan pelunasan, dan tabel pembayaran bulanan. Mengeklik baris perbandingan atau kartu jumlah tambahan langsung mengganti rencana ke kondisi itu, dan tabel bulanan bisa diunduh sebagai file Excel (.xlsx).
Perhitungan berjalan per bulan. Pertama, setiap utang mendapat bunga sebesar sisa saldo × bunga per tahun ÷ 12, dibulatkan ke rupiah terdekat. Berikutnya, pembayaran minimum dibayarkan ke semua utang. Sisa anggaran bulanan (uang tambahan ditambah pembayaran minimum utang yang sudah lunas) masuk ke utang pertama dalam urutan. Jika utang itu lunas di bulan yang sama dan masih ada sisa, sisanya pindah ke utang berikutnya. Pada contoh, bunga bulan pertama adalah Rp210.000 untuk kartu kredit (Rp12.000.000 × 21% ÷ 12), Rp75.000 untuk paylater, Rp400.000 untuk KTA bank, dan Rp112.500 untuk cicilan motor, sehingga totalnya Rp797.500. Dari Rp3.800.000 yang dibayar pada bulan pertama, hanya Rp3.002.500 yang benar-benar mengurangi pokok.
Metode avalanche atau snowball
Dengan keempat utang contoh dan anggaran yang sama, yaitu Rp3.800.000 per bulan, urutan pelunasan menghasilkan angka berikut.
| Urutan pelunasan | Semua lunas setelah | Utang pertama lunas | Total bunga |
|---|---|---|---|
| Avalanche (bunga tertinggi dulu): paylater, kartu kredit, KTA bank, cicilan motor | 21 bulan | Bulan ke-4 | Rp8.178.793 |
| Snowball (saldo terkecil dulu): paylater, kartu kredit, cicilan motor, KTA bank | 21 bulan | Bulan ke-4 | Rp8.222.138 |
| Hanya pembayaran minimum (tanpa tambahan, dan uang dari utang yang sudah lunas tidak dipindahkan) | 37 bulan | Bulan ke-7 | Rp12.318.906 |
Metode avalanche menghemat bunga Rp43.345. Pada contoh ini kedua metode melunasi paylater pada bulan ke-4 dan kartu kredit pada bulan ke-11, karena paylater sekaligus menjadi utang dengan bunga tertinggi dan saldo terkecil. Perbedaannya baru muncul sesudah itu: avalanche memusatkan dana ke KTA bank (12%), sedangkan snowball ke cicilan motor (9%) yang saldonya lebih kecil. Dengan snowball, cicilan motor lunas pada bulan ke-14 sehingga tiga utang sudah selesai pada bulan itu; dengan avalanche, cicilan motor baru lunas pada bulan ke-18 dari pembayaran minimumnya sendiri. Dengan anggaran yang sama, avalanche jarang menghasilkan bunga lebih besar daripada urutan lain, dan selisihnya makin lebar jika perbedaan bunga besar dan saldo utang berbunga tinggi juga besar. Jika urutan bunga dan urutan saldo sama, hasil kedua metode persis sama.
Lalu mengapa metode snowball tetap populer? Jawabannya berkaitan dengan apakah orang benar-benar bertahan sampai utangnya habis. Gal dan McShane (2012) menganalisis data sebuah perusahaan penyelesaian utang dan melaporkan bahwa menutup rekening utang satu per satu memprediksi keberhasilan melunasi seluruh utang, terlepas dari besar saldo rekening yang ditutup. Kettle dan rekan-rekannya (2016) melakukan satu studi lapangan dan tiga eksperimen pada orang yang memiliki beberapa utang. Mereka menemukan bahwa memusatkan pembayaran pada satu rekening, dibanding membaginya, meningkatkan motivasi untuk keluar dari utang dan membuat orang membayar lebih giat, dan efek itu paling kuat ketika pembayaran dipusatkan pada rekening terkecil. Sebaliknya, Amar dan rekan-rekannya (2011) melaporkan bahwa peserta eksperimen cenderung melunasi utang kecil lebih dulu meskipun ada utang besar dengan bunga lebih tinggi (debt account aversion). Ringkasnya, avalanche unggul dari sisi bunga, snowball bisa lebih mudah dijalani sampai selesai, dan baris perbandingan di kalkulator ini menunjukkan apakah selisih bunganya masih bisa Anda terima.
Seberapa cepat jika membayar lebih setiap bulan
Berikut contoh yang sama dengan pembayaran minimum Rp3.300.000 yang tidak diubah; hanya uang tambahan per bulan yang berbeda.
| Tambahan per bulan | Bulan (avalanche) | Total bunga (avalanche) | Bulan (snowball) | Total bunga (snowball) |
|---|---|---|---|---|
| Rp0 | 25 bulan | Rp9.939.736 | 25 bulan | Rp9.942.367 |
| Rp250.000 | 23 bulan | Rp8.952.543 | 23 bulan | Rp8.973.031 |
| Rp500.000 | 21 bulan | Rp8.178.793 | 21 bulan | Rp8.222.138 |
| Rp1.000.000 | 18 bulan | Rp7.005.045 | 18 bulan | Rp7.088.968 |
| Rp2.000.000 | 15 bulan | Rp5.505.696 | 15 bulan | Rp5.632.288 |
Bahkan tanpa uang tambahan, memindahkan pembayaran utang yang sudah lunas ke utang berikutnya membuat semua utang lunas 12 bulan lebih cepat daripada hanya membayar minimum (25 bulan, bukan 37 bulan) dan menghemat bunga Rp2.379.170. Dengan tambahan Rp2.000.000 per bulan, total bunga avalanche turun menjadi Rp5.505.696, kurang dari separuh bunga jika hanya membayar minimum. Jika kolom kenaikan tahunan diisi 10%, tambahan Rp500.000 menjadi Rp550.000 mulai bulan ke-13. Utang tetap lunas pada bulan ke-21, tetapi total bunga turun sedikit menjadi Rp8.160.368.
Utang yang hanya dibayar bunganya dan jebakan pembayaran minimum
Untuk utang yang setiap bulan hanya dibayar bunganya sementara pokoknya dilunasi saat jatuh tempo, isi kolom pembayaran minimum dengan bunga satu bulan. Utang Rp20.000.000 dengan bunga 12% per tahun menghasilkan bunga Rp20.000.000 × 12% ÷ 12 = Rp200.000 per bulan. Jika hanya itu yang dibayar, saldonya tidak pernah berkurang, sehingga kalkulator menandai utang ini sebagai utang yang tidak lunas hanya dengan pembayaran minimum dan memberi tahu bahwa saldonya tetap sampai gilirannya tiba. Membayar Rp200.000 setiap bulan selama 10 tahun berarti Rp24.000.000 habis untuk bunga, sementara utang Rp20.000.000 masih utuh. Jika utang yang sama ditambah Rp1.000.000 per bulan, utang itu lunas pada bulan ke-19 dengan bunga Rp1.989.107.
Jika pembayaran minimum lebih kecil daripada bunga satu bulan, saldo utang itu justru bertambah sampai gilirannya tiba. Kotak hasil lalu menampilkan pemberitahuan, dan pada grafik bagian warna utang tersebut tampak menebal di awal. Dalam keadaan ini, menaruh utang itu lebih awal dalam urutan atau menaikkan uang tambahan akan mengurangi bunga.
Efek yang sama terlihat pada satu kartu kredit. Saldo Rp12.000.000 dengan bunga 21% per tahun yang dibayar tetap Rp600.000 per bulan memerlukan 25 bulan dan bunga Rp2.899.293 menurut kalkulator ini. Jika pembayarannya dinaikkan menjadi Rp1.000.000 per bulan, kartu itu lunas dalam 14 bulan dengan bunga Rp1.589.468. Angka ini memakai pembayaran tetap. Pembayaran minimum di tagihan kartu kredit dihitung sebagai persentase dari total tagihan sehingga ikut mengecil ketika saldo turun, jadi jika hanya itu yang dibayar, pelunasannya akan memakan waktu lebih lama lagi.
Batas bunga pinjaman daring dan kartu kredit di Indonesia
Untuk pinjaman daring (pindar) yang disalurkan penyelenggara Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi Informasi (LPBBTI), Otoritas Jasa Keuangan menetapkan batas maksimum manfaat ekonomi dalam Surat Edaran OJK Nomor 19/SEOJK.06/2025. Surat edaran ini ditetapkan dan mulai berlaku pada 31 Juli 2025, sekaligus mencabut SEOJK Nomor 19/SEOJK.06/2023. Manfaat ekonomi tidak hanya berarti bunga: di dalamnya termasuk bunga, margin, atau bagi hasil; biaya administrasi, komisi, fee platform, atau ujrah; dan biaya lain, kecuali denda keterlambatan, biaya tanda tangan elektronik bersertifikat, dan pajak. Untuk pendanaan konsumtif, batasnya 0,3% per hari kalender dari nilai pendanaan dalam perjanjian untuk tenor sampai 6 bulan, dan 0,2% per hari kalender untuk tenor di atas 6 bulan. Untuk pendanaan produktif sampai Rp50.000.000, batasnya 0,275% per hari untuk tenor sampai 6 bulan dan 0,1% per hari untuk tenor di atas 6 bulan; di atas Rp50.000.000 batasnya 0,1% per hari untuk semua tenor. Seluruh manfaat ekonomi ditambah denda keterlambatan tidak boleh melebihi 100% dari nilai pendanaan.
Batas tersebut dihitung per hari dari nilai pendanaan yang tercantum di perjanjian, bukan dari sisa saldo, dan sudah mencakup biaya. Kalkulator ini menghitung bunga per tahun dari sisa saldo setiap bulan, jadi angka 0,2% per hari tidak bisa dimasukkan begitu saja dengan dikalikan 365. Untuk pindar, isi saldo dengan sisa pokok dan pembayaran minimum dengan cicilan bulanan yang tertera di aplikasi, lalu anggap hasilnya sebagai perkiraan.
Surat edaran yang sama juga mengatur penilaian kemampuan bayar untuk pendanaan konsumtif. Penyelenggara membandingkan seluruh pembayaran pokok dan manfaat ekonomi yang dibayar peminjam kepada semua kreditur, termasuk penyelenggara pindar, bank, perusahaan pembiayaan, dan perusahaan pergadaian, dengan penghasilan peminjam. Batasnya paling tinggi 40% pada 2025 dan 30% sejak 2026. Pembayaran minimum Rp3.300.000 per bulan pada contoh di atas sama dengan 30% dari penghasilan Rp11.000.000 per bulan.
Untuk kartu kredit, halaman instrumen APMK Bank Indonesia mencantumkan batas maksimum suku bunga kartu kredit 1,75% per bulan atau 21% per tahun. Halaman yang sama mencantumkan pembayaran minimum 5% dari total tagihan dan denda keterlambatan paling banyak 1% dari total tagihan dan tidak melebihi Rp100.000, keduanya berlaku sampai 31 Desember 2026. Perpanjangan sampai tanggal itu juga disebut dalam siaran pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK) tanggal 3 Agustus 2026. Contoh kartu kredit di kalkulator ini memakai bunga 21%, yaitu batas maksimum tersebut, dan pembayaran minimum Rp600.000, yang setara 5% dari saldo Rp12.000.000. Bedanya, kalkulator menahan Rp600.000 tetap setiap bulan, sedangkan 5% dari total tagihan akan mengecil seiring turunnya saldo.
Kesalahan yang sering terjadi
- Membagi sisa dana rata ke semua utang: avalanche dan snowball sama-sama memusatkan sisa dana pada satu utang. Jika dibagi rata, setiap utang lunas lebih lambat dan manfaat memindahkan pembayaran utang yang sudah lunas juga datang lebih lambat.
- Memakai cicilan utang yang sudah lunas untuk belanja: jika uang itu tidak dipindahkan ke utang berikutnya, hasilnya kembali sama dengan hanya membayar minimum. Pada contoh, selisihnya 12 bulan.
- Mencampur bunga per bulan, per hari, dan per tahun: kolom ini meminta bunga per tahun. Bunga kartu kredit sering ditulis per bulan, jadi kalikan dengan 12 (1,75% per bulan menjadi 21% per tahun). Biaya pindar ditulis per hari dan dihitung dari nilai pendanaan awal, jadi baca bagian batas bunga di atas sebelum memasukkannya.
- Memasukkan bunga flat sebagai bunga per tahun: kalkulator ini menghitung bunga dari sisa saldo setiap bulan. Jika perjanjian cicilan menyebut bunga flat, angka itu tidak bisa dimasukkan langsung. Pakai suku bunga efektif bila tercantum, atau isi pembayaran minimum dengan cicilan bulanan di perjanjian dan anggap hasilnya sebagai perkiraan.
- Mengabaikan biaya dan denda: kalkulator ini tidak menghitung iuran tahunan, denda keterlambatan, atau biaya pelunasan dipercepat. Jika utang yang akan menerima uang tambahan dikenai biaya pelunasan dipercepat, periksa perjanjiannya lebih dulu.
Batasan dan catatan
- Bunga dihitung setiap bulan sebagai saldo × bunga per tahun ÷ 12 dan dibulatkan ke rupiah. Tagihan sebenarnya bisa menghitung bunga berdasarkan jumlah hari, sehingga angka per bulan bisa berbeda beberapa rupiah sampai beberapa ribu rupiah.
- Pembayaran minimum tetap pada angka yang dimasukkan sampai akhir. Pembayaran minimum kartu kredit yang mengecil mengikuti saldo, bunga mengambang, denda, biaya, dan biaya pelunasan dipercepat tidak diperhitungkan.
- Urutan pelunasan ditentukan sekali dari saldo dan bunga awal, dan tidak dihitung ulang di tengah jalan.
- Pembayaran per bulan adalah jumlah pembayaran minimum awal ditambah uang tambahan, dan tidak berkurang ketika satu utang lunas. Rencana yang tidak selesai dalam 600 bulan (50 tahun) tidak dihitung.
- Isian tidak disimpan. Tautan yang disalin hanya menyimpan data utang setelah tanda # di alamat, dan bagian setelah # tidak dikirim ke server saat halaman dibuka. Namun siapa pun yang menerima tautan itu dapat melihat isinya.
Tanggal acuan 2026-10-16. Dokumen SEOJK Nomor 19/SEOJK.06/2025 (ditetapkan dan berlaku 31 Juli 2025) dibaca dari situs ojk.go.id, sedangkan halaman instrumen APMK Bank Indonesia dan siaran pers KSSK 3 Agustus 2026 dibaca dari bi.go.id pada tanggal yang sama. Hasil penelitian dan penjelasan CFPB berasal dari sumber di bawah. Angka pada tabel adalah hasil kalkulator ini, dan bunga pada contoh hanya untuk ilustrasi.
Sumber
- 01CFPB: How to reduce your debt (2019)Dua strategi dasar: melunasi utang berbunga tertinggi lebih dulu, atau utang terkecil lebih dulu (snowball)
- 02Gal & McShane (2012), Can Small Victories Help Win the War? Evidence from Consumer Debt Management, Journal of Marketing ResearchMenutup rekening utang memprediksi keberhasilan melunasi seluruh utang, terlepas dari besar saldo yang ditutup
- 03Kettle, Trudel, Blanchard & Häubl (2016), Repayment Concentration and Consumer Motivation to Get Out of Debt, Journal of Consumer ResearchMemusatkan pembayaran meningkatkan motivasi, paling kuat jika dipusatkan pada rekening terkecil
- 04Harvard Business Review: Research: The Best Strategy for Paying Off Credit Card Debt (2016)Orang yang memusatkan pembayaran pada satu kartu melunasi utang kartu kredit lebih banyak daripada yang membaginya
- 05Amar, Ariely, Ayal, Cryder & Rick (2011), Winning the Battle but Losing the War: The Psychology of Debt Management, Journal of Marketing ResearchKecenderungan melunasi utang kecil lebih dulu meskipun utang yang lebih besar berbunga lebih tinggi (debt account aversion)
- 06OJK: SEOJK Nomor 19/SEOJK.06/2025 tentang Penyelenggaraan Layanan Pendanaan Bersama Berbasis Teknologi InformasiBatas maksimum manfaat ekonomi (konsumtif 0,3% dan 0,2% per hari kalender), total paling banyak 100% nilai pendanaan, rasio pembayaran terhadap penghasilan paling tinggi 30% sejak 2026
- 07Bank Indonesia: Instrumen (Alat Pembayaran Menggunakan Kartu)Batas suku bunga kartu kredit 1,75% per bulan atau 21% per tahun; pembayaran minimum 5% dan denda keterlambatan paling banyak 1% (maks. Rp100.000) sampai 31 Desember 2026
- 08KSSK: Siaran Pers Nomor 03/KSSK/Pers/2026 (3 Agustus 2026)Perpanjangan kebijakan kartu kredit sampai 31 Desember 2026: pembayaran minimum 5% dan denda keterlambatan maksimum 1% dari total tagihan
Pertanyaan yang sering diajukan
Mana yang bunganya lebih sedikit, metode avalanche atau snowball?
Dengan anggaran yang sama, avalanche (bunga tertinggi dulu) biasanya menghasilkan bunga yang sama atau lebih sedikit. Pada contoh empat utang senilai Rp70.000.000 dengan pembayaran Rp3.800.000 per bulan, kedua metode sama-sama selesai dalam 21 bulan, tetapi bunga avalanche Rp8.178.793 dan snowball Rp8.222.138, selisih Rp43.345. Selisihnya kecil karena paylater adalah utang dengan bunga tertinggi sekaligus saldo terkecil, sehingga kedua metode baru berbeda setelah kartu kredit lunas pada bulan ke-11.
Kalau bunganya lebih besar, mengapa orang memakai metode snowball?
Alasannya berkaitan dengan apakah orang bertahan sampai utangnya habis. Gal dan McShane (2012) melaporkan bahwa menutup rekening utang satu per satu memprediksi keberhasilan melunasi seluruh utang, terlepas dari besar saldonya, dan Kettle dkk. (2016) menemukan bahwa memusatkan pembayaran pada satu rekening, terutama yang terkecil, meningkatkan motivasi untuk keluar dari utang. Jika selisih bunganya kecil, metode yang bisa Anda jalani terus sering kali menjadi pilihan yang lebih baik.
Apakah urutan tetap penting jika tidak ada uang tambahan setiap bulan?
Ya, selama pembayaran utang yang sudah lunas dipindahkan ke utang berikutnya. Pada contoh, tanpa tambahan semua utang lunas dalam 25 bulan dengan bunga Rp9.939.736, sedangkan hanya membayar minimum memerlukan 37 bulan dengan bunga Rp12.318.906, jadi 12 bulan lebih cepat dan Rp2.379.170 lebih hemat. Tanpa tambahan, selisih avalanche dan snowball hanya Rp2.631 (Rp9.939.736 dan Rp9.942.367).
Berapa lama jika hanya membayar minimum?
Untuk empat utang contoh, pembayaran minimum Rp3.300.000 per bulan memerlukan 37 bulan dengan bunga Rp12.318.906. Jika ditambah Rp500.000 per bulan dan sisa dana diarahkan ke bunga tertinggi lebih dulu, semua utang lunas dalam 21 bulan dengan bunga Rp8.178.793, yaitu 16 bulan lebih cepat dan Rp4.140.113 lebih hemat. Jika pembayaran minimum suatu utang sama dengan atau lebih kecil dari bunga bulan pertamanya, utang itu tidak akan lunas hanya dengan pembayaran minimum.
Bagaimana memasukkan utang yang hanya dibayar bunganya?
Isi pembayaran minimum dengan bunga satu bulan. Utang Rp20.000.000 dengan bunga 12% per tahun berbunga Rp20.000.000 × 12% ÷ 12 = Rp200.000 per bulan. Jika hanya itu yang dibayar, saldonya tidak berkurang; kalkulator memberi tahu hal itu dan mulai melunasinya ketika utang lain selesai dan dananya pindah. Jika utang yang sama ditambah Rp1.000.000 per bulan, utang itu lunas pada bulan ke-19 dengan bunga Rp1.989.107.
Berapa batas bunga pinjaman daring dan kartu kredit di Indonesia?
Menurut SEOJK Nomor 19/SEOJK.06/2025 (berlaku 31 Juli 2025), manfaat ekonomi pindar untuk pendanaan konsumtif paling tinggi 0,3% per hari kalender dari nilai pendanaan untuk tenor sampai 6 bulan dan 0,2% per hari untuk tenor di atas 6 bulan, sudah termasuk biaya administrasi, dan seluruh manfaat ekonomi ditambah denda keterlambatan tidak boleh melebihi 100% dari nilai pendanaan. Untuk kartu kredit, Bank Indonesia mencantumkan batas bunga 1,75% per bulan atau 21% per tahun, serta pembayaran minimum 5% dari total tagihan yang berlaku sampai 31 Desember 2026.
Mengapa hasilnya sedikit berbeda dari tagihan saya?
Kalkulator menghitung bunga setiap bulan sebagai saldo × bunga per tahun ÷ 12 dan membulatkannya ke rupiah, sedangkan tagihan sebenarnya bisa menghitung bunga berdasarkan jumlah hari. Pembayaran minimum kartu kredit yang mengecil mengikuti saldo, bunga mengambang, denda, biaya, dan biaya pelunasan dipercepat juga tidak diperhitungkan, dan bunga flat tidak bisa dibandingkan langsung. Pakai hasilnya sebagai perkiraan untuk menyusun rencana, lalu cek angka pastinya pada jadwal angsuran dari pemberi pinjaman.
Di mana data utang saya disimpan?
Tidak disimpan di mana pun. Isian hilang ketika halaman ditutup. Tombol Salin tautan membuat alamat yang menyimpan data utang hanya setelah tanda #, dan bagian itu tidak dikirim ke server saat halaman dibuka. Siapa pun yang menerima tautan itu dapat melihat nama dan jumlah utang, jadi bagikan dengan hati-hati.