Rp10 juta dengan 1% per bulan selama 12 bulan menjadi Rp11.268.250
Kalkulator bunga majemuk sederhana ini menghitung nilai akhir dana awal yang tumbuh dengan imbal hasil sama setiap hari, bulan, atau tahun. Rp10.000.000 yang tumbuh 1% per bulan sebanyak 12 kali menjadi Rp11.268.250. Keuntungannya Rp1.268.250 dan total imbal hasilnya 12,68%. Jika memakai bunga tunggal, hasilnya Rp11.200.000, sehingga efek bunga majemuk, yaitu keuntungan yang ikut menghasilkan keuntungan, sebesar Rp68.250. Pada 120 bulan, bunga majemuk menghasilkan Rp33.003.869 dan bunga tunggal Rp22.000.000, selisihnya Rp11.003.869.
Kalkulator ini untuk uang yang disetor sekali tanpa tambahan. Jika Anda menambah setoran setiap bulan, pakai kalkulator bunga majemuk dengan setoran berkala. Berikut penjelasan kapan perhitungan ini berguna, cara menghitung, perbedaan dengan bunga tunggal, cara mengubah imbal hasil bulanan atau harian menjadi angka setahun, waktu menjadi dua kali lipat, 1% per hari selama 365 hari, kesalahan yang sering terjadi, dan batasannya.
Kapan perhitungan ini berguna
Kalkulator ini menjawab pertanyaan "berapa hasilnya jika x% berulang n kali". Misalnya, Anda menetapkan target 1% per bulan atau 0,1% per hari, lalu ingin tahu hasilnya jika target itu terus tercapai. Sebaliknya, Anda bisa melihat seberapa jauh dana awal menyusut jika strategi trading merugi 0,5% per hari selama beberapa bulan. Angka yang dimasukkan juga boleh berupa laju pertumbuhan, bukan imbal hasil. Pengikut yang naik 3% setiap bulan atau omzet yang naik 5% setiap bulan akan menjadi berapa kali lipat setelah setahun dihitung dengan rumus yang sama.
Rumus ini juga berguna untuk inflasi. Bank Indonesia mencatat bahwa pemerintah menetapkan sasaran inflasi 2,5% per tahun untuk 2025 sampai 2027 dengan kisaran ±1%. Jika inflasi bertahan di 2,5% per tahun, harga barang yang sama naik sekitar 1,28 kali dalam 10 tahun. Bandingkan angka itu dengan imbal hasil tabungan atau investasi untuk memperkirakan seberapa besar daya beli berkurang.
Banyak orang menghitung "1% per bulan berarti 12% per tahun". Dengan bunga majemuk, hasilnya 12,68%. Baris imbal hasil setahun pada kalkulator langsung menunjukkan selisih ini, jadi baris itu juga berguna untuk membandingkan produk atau target yang periodenya berbeda dengan dasar satu tahun yang sama.
Cara menghitung
- Isi dana awal. Ini uang yang disetor sekali dan tidak ditambah lagi.
- Pilih satuan periode, yaitu hari, bulan, atau tahun, lalu isi jumlah periodenya. Batasnya 3.650 hari, 600 bulan, atau 100 tahun.
- Isi imbal hasil yang berulang pada setiap periode dalam persen. Untuk melihat skenario rugi, isi angka negatif yang lebih besar dari −100%.
- Jika perlu, buka bagian yang dapat dilipat untuk mengubah tanggal mulai dan kurs. Tanggal mulai awalnya hari ini dan dipakai untuk tanggal di tabel serta tanggal saat dana menjadi dua kali lipat. Jika kurs diisi, nilai dalam dolar ikut ditampilkan.
- Perkiraan nilai akhir tampil besar di kotak hasil dan batang menunjukkan porsi dana awal dan keuntungan. Baris di bawahnya memuat total imbal hasil, imbal hasil setahun, nilai jika bunga tunggal, dan saat dana menjadi dua kali lipat. Grafik menggambar kurva bunga majemuk dan garis lurus bunga tunggal, dan nilai tiap periode muncul saat kursor diarahkan.
Rumusnya nilai akhir = dana awal × (1 + imbal hasil)jumlah periode. Untuk Rp10.000.000 dengan 1% per bulan selama 12 bulan: 10.000.000 × 1,0112 = Rp11.268.250. Lembaga perlindungan konsumen keuangan Amerika Serikat, CFPB, menjelaskan bunga majemuk sebagai bunga yang dihitung atas uang yang ditabung sekaligus atas bunga yang diperoleh selama ini. Perpangkatan dalam rumus tadi adalah proses itu. Kalkulator menghitung dengan pangkat sekaligus, tidak mengalikan satu per satu, sehingga pembulatan tidak menumpuk pada jangka waktu panjang. Nilai ditampilkan dibulatkan ke rupiah.
Beda bunga tunggal dan bunga majemuk
Bunga tunggal hanya dihitung dari dana awal, sehingga jumlah yang ditambahkan sama setiap periode. Bunga majemuk dihitung dari dana beserta keuntungan yang sudah terkumpul, sehingga jumlah yang ditambahkan makin besar. Pada jangka pendek selisihnya kecil, tetapi makin lama selisihnya melebar dengan cepat.
| Kondisi | Bunga tunggal | Bunga majemuk | Selisih (efek majemuk) |
|---|---|---|---|
| Rp10 juta · 1% per bulan · 12 bulan | Rp11.200.000 | Rp11.268.250 | Rp68.250 |
| Rp10 juta · 1% per bulan · 36 bulan | Rp13.600.000 | Rp14.307.688 | Rp707.688 |
| Rp10 juta · 1% per bulan · 120 bulan | Rp22.000.000 | Rp33.003.869 | Rp11.003.869 |
| Rp10 juta · 0,1% per hari · 365 hari | Rp13.650.000 | Rp14.402.513 | Rp752.513 |
| Rp10 juta · 5% per tahun · 10 tahun | Rp15.000.000 | Rp16.288.946 | Rp1.288.946 |
| Rp10 juta · 5% per tahun · 30 tahun | Rp25.000.000 | Rp43.219.424 | Rp18.219.424 |
Pada 5% per tahun selama 10 tahun, bunga majemuk hanya sekitar 8,6% lebih besar dari bunga tunggal, tetapi pada 30 tahun sekitar 73% lebih besar. Baris "Jika bunga tunggal" dan garis putus-putus di grafik menunjukkan selisih ini untuk kondisi yang Anda isi.
Mengubah imbal hasil bulanan dan harian menjadi angka setahun
Imbal hasil per periode yang dikalikan jumlah periode sesuai cara berpikir bunga tunggal, sehingga tidak cocok dengan hasil majemuk. Untuk mendapat imbal hasil setahun secara majemuk, hitung (1 + imbal hasil per periode)jumlah periode dalam setahun − 1. Untuk bulan dipangkatkan 12, untuk hari dipangkatkan 365.
| Imbal hasil per periode | Jika dikalikan saja | Setahun secara majemuk |
|---|---|---|
| 1% per bulan | 12% | 12,68% |
| 0,5% per bulan | 6% | 6,17% |
| 2% per bulan | 24% | 26,82% |
| 0,1% per hari | 36,5% | 44,03% |
| 0,05% per hari | 18,25% | 20,02% |
| 1% per hari | 365% | 3.678,34% |
Pada imbal hasil kecil selisihnya kecil, tetapi pada angka besar seperti 1% per hari, hasil majemuk sekitar 10 kali angka perkalian sederhana. Jika satuan periode adalah hari atau bulan, kalkulator menampilkan baris imbal hasil setahun secara otomatis.
Saat uang menjadi dua kali lipat
Bagi 72 dengan imbal hasil per periode (dalam persen), dan hasilnya kira-kira jumlah periode agar uang menjadi dua kali lipat. Ini disebut aturan 72. Nilai yang tepat adalah log 2 ÷ log(1 + imbal hasil). Kalkulator menunjukkan periode pertama yang melewati dua kali lipat beserta tanggalnya pada baris "Saat menjadi dua kali lipat" dan pada penanda ×2 di grafik.
| Imbal hasil | Perkiraan aturan 72 | Periode pertama yang melewati dua kali lipat |
|---|---|---|
| 1% per bulan | 72 bulan | bulan ke-70 |
| 2% per bulan | 36 bulan | bulan ke-36 |
| 0,5% per bulan | 144 bulan | bulan ke-139 |
| 0,1% per hari | 720 hari | hari ke-694 |
| 5% per tahun | 14,4 tahun | tahun ke-15 |
| 7% per tahun | 10,3 tahun | tahun ke-11 |
| 10% per tahun | 7,2 tahun | tahun ke-8 |
Aturan 72 paling pas pada imbal hasil beberapa persen. Pada imbal hasil kecil seperti 1% per bulan atau 0,1% per hari, hasilnya sedikit lebih lama dari yang sebenarnya. Pada skenario rugi, tempat yang sama menampilkan periode saat dana menyusut menjadi setengah.
1% per hari selama 365 hari
1,01 pangkat 365 hasilnya sekitar 37,78. Rp10.000.000 yang tumbuh 1% setiap hari selama 365 hari menjadi Rp377.834.343. Sebaliknya, jika menyusut 1% setiap hari, 0,99365 ≈ 0,0255 dan hanya tersisa Rp255.180. Kontras ini sering dipakai sebagai perumpamaan tentang kebiasaan kecil yang menumpuk. Namun 1% per hari selama setahun setara 3.678% per tahun, sehingga tidak realistis sebagai target investasi. Contoh "Rp10 juta · 1% per hari · 365 hari" di kalkulator hanya untuk melihat bentuk kurva majemuk. Untuk rencana nyata, coba angka kecil seperti 0,1% per hari atau 1% per bulan.
Kesalahan yang sering terjadi
- Mengisi imbal hasil tahunan di kolom bulanan: 12% per tahun yang diisi sebagai 12% per bulan menjadi sekitar 3,9 kali dalam setahun. Ubah satuan periode menjadi tahun, atau ubah dulu menjadi imbal hasil per bulan.
- Membagi imbal hasil tahunan dengan 12: 12% per tahun secara majemuk setara 0,9489% per bulan, bukan 1%. Jika diisi 1% per bulan, hasil setahun 12,68% dan sedikit lebih besar dari yang sebenarnya.
- Mengalikan imbal hasil bulanan atau harian lalu menyebutnya imbal hasil tahunan: 1% per bulan bukan 12% per tahun, melainkan 12,68% secara majemuk. 0,1% per hari bukan 36,5%, melainkan 44,03%.
- Menganggap angka di tabel sebagai uang yang diterima: angka itu belum dikurangi pajak dan biaya. Cek aturan pajak dan biaya produk yang Anda pakai secara terpisah.
- Menganggap rata-rata masa lalu akan terus berulang: imbal hasil nyata berbeda tiap periode dan ada periode yang rugi. Rata-rata yang sama dengan naik-turun yang besar menghasilkan nilai akhir berbeda.
Batasan
- Imbal hasil dianggap sama pada setiap periode. Setoran tambahan, penarikan di tengah jalan, dan perubahan imbal hasil tidak diperhitungkan.
- Pajak, biaya, dan inflasi tidak dihitung. Nilai setelah pajak dan nilai yang disesuaikan dengan inflasi dapat dilihat di kalkulator bunga majemuk dengan setoran berkala.
- Tanggal untuk satuan bulan dan tahun memakai tanggal yang sama dengan tanggal mulai, dan bila bulan itu tidak punya tanggalnya, dipakai akhir bulan (31 Januari ditambah 1 bulan menjadi 28 Februari). Satuan hari menambah tanggal kalender satu per satu.
- Konversi kurs adalah hasil dibagi kurs yang Anda isi. Perubahan kurs tidak diprediksi.
- Hasil di atas Rp1.000 triliun tidak dihitung. Nilai ditampilkan dibulatkan ke rupiah.
Tanggal acuan Definisi bunga majemuk dan sasaran inflasi dalam artikel ini dicek pada sumber aslinya pada 2026-10-15. Angka di tabel adalah hasil hitung kalkulator ini, dan imbal hasil seperti 1% per bulan, 0,1% per hari, dan 5% per tahun hanyalah contoh, bukan prakiraan.
Sumber
- 01Bank Indonesia: InflationSasaran inflasi 2025-2027 sebesar 2,5% per tahun dengan kisaran ±1%
- 02CFPB: How does compound interest work?Bunga majemuk adalah bunga atas uang yang ditabung dan atas bunga yang diperoleh selama ini
- 03U.S. SEC Investor.gov: What is compound interest?Cara kerja bunga majemuk dan aturan 72
Pertanyaan yang sering diajukan
Rp10 juta dengan 1% per bulan selama 12 bulan menjadi berapa?
Menjadi Rp11.268.250. Dana tumbuh 1% sebanyak 12 kali, yaitu 10.000.000 × 1,01 pangkat 12. Keuntungannya Rp1.268.250 dan total imbal hasilnya 12,68%. Dengan bunga tunggal hasilnya Rp11.200.000, jadi efek bunga majemuk Rp68.250.
Apakah 1% per bulan sama dengan 12% per tahun?
Tidak sama. Jika 1% per bulan berulang 12 kali, keuntungan ikut menghasilkan keuntungan sehingga setahun menjadi 12,68%. Baris imbal hasil setahun di kalkulator menampilkan angka ini. Sebaliknya, membagi 12% per tahun dengan 12 lalu mengisinya sebagai 1% per bulan menghasilkan angka yang sedikit lebih besar dari yang sebenarnya.
Apakah 1% per hari selama 365 hari benar-benar jadi 37 kali lipat?
Secara hitungan ya. 1,01 pangkat 365 sekitar 37,78, sehingga Rp10.000.000 menjadi Rp377.834.343. Jika menyusut 1% per hari, 0,99 pangkat 365 sekitar 0,0255 dan hanya tersisa Rp255.180. Namun tidak ada investasi nyata dengan imbal hasil yang sama setiap hari selama 365 hari, jadi pakai contoh ini hanya untuk melihat bentuk bunga majemuk.
Berapa lama uang menjadi dua kali lipat?
Bagi 72 dengan imbal hasil per periode dalam persen untuk mendapat perkiraan jumlah periode (aturan 72). Pada 1% per bulan perkiraannya 72 bulan, yang tepat bulan ke-70. Pada 0,1% per hari perkiraannya 720 hari dan yang tepat hari ke-694, sedangkan pada 5% per tahun perkiraannya 14,4 tahun dan yang tepat tahun ke-15. Baris "Saat menjadi dua kali lipat" menunjukkan periode dan tanggal yang tepat.
Apa beda bunga tunggal dan bunga majemuk?
Bunga tunggal hanya dihitung dari dana awal sehingga jumlah yang ditambahkan sama setiap periode. Bunga majemuk dihitung dari dana beserta keuntungan yang sudah terkumpul, sehingga jumlah yang ditambahkan makin besar. Untuk Rp10 juta, 1% per bulan, 120 bulan, bunga tunggal menghasilkan Rp22.000.000 dan bunga majemuk Rp33.003.869, selisihnya Rp11.003.869.
Bisakah menghitung imbal hasil negatif?
Bisa. Isi angka negatif yang lebih besar dari −100% untuk skenario rugi, dan baris "Saat menjadi setengah" menunjukkan periode saat dana menyusut jadi setengah. Pada −1% per hari, dana menjadi setengah pada hari ke-69.
Apakah pajak dan biaya sudah dihitung?
Belum. Kalkulator ini menganggap imbal hasil yang diisi berulang apa adanya pada setiap periode. Pajak atas keuntungan, biaya transaksi, dan inflasi perlu dipertimbangkan terpisah. Untuk nilai setelah pajak dan inflasi, pakai kalkulator bunga majemuk dengan setoran berkala.
Apa yang berubah jika saya mengisi kurs?
Jika Anda mengisi kurs, yaitu rupiah per 1 dolar AS (misalnya 16.000), perkiraan nilai akhir dan keuntungan juga ditampilkan dalam dolar. Angka itu adalah hasil dalam rupiah dibagi kurs yang Anda isi, dan perubahan kurs tidak diprediksi.