Dividen Rp200 per lembar untuk 5.000 lembar menjadi rata-rata Rp75.000 per bulan setelah PPh final 10%
Kalkulator dividen mengalikan dividen per lembar dengan jumlah lembar dan frekuensi pembayaran untuk mendapat dividen kotor, lalu mengurangi pajak pada setiap pembayaran agar Anda tahu berapa yang benar-benar masuk. Contoh: Anda punya 5.000 lembar dan emiten membayar Rp200 per lembar setahun sekali. Dividen kotor tahunan adalah 5.000 × Rp200 = Rp1.000.000. Dengan tarif 10% (PPh final) pajaknya Rp100.000, sehingga dividen bersih Rp900.000 per tahun, atau rata-rata Rp75.000 per bulan.
Tarif 10% di kalkulator ini berlaku untuk dividen yang ditarik, sedangkan dividen yang diinvestasikan kembali di Indonesia sesuai ketentuan dikecualikan dari pajak (lihat bagian pajak di bawah). Pilih "Dikecualikan 0%" untuk melihat hasilnya: rata-rata bulanan menjadi Rp83.333. Isi target bulanan untuk menghitung mundur jumlah lembar dan modal, dan bandingkan reinvestasi dengan menerima kas setiap tahun. Artikel ini membahas kapan hitungan ini berguna, urutan perhitungan, pengaruh frekuensi pembayaran, modal untuk target bulanan, reinvestasi, aturan pajak dividen orang pribadi, jadwal membeli saham, kesalahan umum, dan batas kalkulator.
Mengapa perlu menghitung dividen bersih per bulan
Imbal hasil dividen yang tertulis di aplikasi sekuritas adalah angka kotor. Untuk target seperti "dividen Rp2 juta per bulan" yang perlu Anda ketahui adalah jumlah yang tersisa setelah pajak dan kapan uangnya masuk. Dividen yang ditarik dan yang diinvestasikan kembali diperlakukan berbeda, sehingga selisih bersihnya bisa besar: pada contoh 5.000 lembar di atas, selisihnya Rp100.000 per tahun.
Kalkulator ini paling berguna untuk empat keperluan. Pertama, memeriksa dividen bersih dari saham yang sudah Anda punya. Kedua, mengetahui jumlah lembar dan modal yang dibutuhkan untuk target bulanan, serta berapa persen yang sudah tercapai. Ketiga, membandingkan saham dengan frekuensi dividen berbeda, misalnya tahunan dan semesteran, dalam rata-rata bulanan yang sama. Keempat, memperkirakan berapa tahun lebih cepat target tercapai jika dividen dibelikan saham lagi.
Urutan menghitung
- Dividen kotor sekali bayar = dividen per lembar sekali bayar × jumlah lembar. Jika Anda mengisi dividen setahun, kalkulator membaginya dengan jumlah pembayaran.
- Pajak = dividen kotor sekali bayar × tarif (10%), dibulatkan ke bawah ke rupiah.
- Dividen bersih sekali bayar = dividen kotor − pajak.
- Dividen bersih setahun = dividen bersih sekali bayar × jumlah pembayaran per tahun. Rata-rata bulanan = angka itu ÷ 12, dibulatkan ke bawah ke rupiah.
- Hitung mundur dari target: cari jumlah lembar bulat terkecil yang membuat dividen bersih setahun minimal 12 kali target bulanan, lalu kalikan dengan harga saham untuk modalnya.
Tabel berikut memakai saham dengan dividen Rp240 per lembar per tahun dan 5.000 lembar, dengan hanya frekuensi pembayaran yang diubah (tarif 10%).
| Frekuensi | Kotor sekali bayar | Pajak sekali bayar | Bersih sekali bayar | Bersih setahun |
|---|---|---|---|---|
| Bulanan | Rp100.000 | Rp10.000 | Rp90.000 | Rp1.080.000 |
| Triwulanan (4x) | Rp300.000 | Rp30.000 | Rp270.000 | Rp1.080.000 |
| Semesteran (2x) | Rp600.000 | Rp60.000 | Rp540.000 | Rp1.080.000 |
| Tahunan (1x) | Rp1.200.000 | Rp120.000 | Rp1.080.000 | Rp1.080.000 |
Pada tarif tetap 10% tanpa batas bawah, frekuensi tidak mengubah dividen bersih setahun, yaitu Rp1.080.000. Yang berubah hanyalah jumlah yang masuk sekali bayar, dari Rp90.000 (bulanan) sampai Rp1.080.000 (tahunan). Dividen sebenarnya bisa berbeda dari tabel karena emiten menentukan sendiri jumlah dan jadwalnya.
Pajak dividen untuk orang pribadi di Indonesia
Menurut halaman Direktorat Jenderal Pajak (pajak.go.id), dividen dari dalam negeri yang diterima wajib pajak orang pribadi dalam negeri dikecualikan dari objek pajak sepanjang diinvestasikan di wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dalam jangka waktu tertentu (Pasal 4 ayat (3) huruf f angka 1 UU PPh sebagaimana diubah UU HPP). Ketentuan pelaksanaannya ada pada PMK-18/PMK.03/2021 Pasal 14 sampai 43, dan investasi yang dipilih harus termasuk salah satu dari dua belas bentuk investasi yang ditentukan.
Halaman yang sama menyebut jangka waktu investasi paling singkat tiga tahun pajak sejak tahun pajak dividen diterima, dengan penempatan paling lambat akhir bulan ketiga setelah tahun pajak berakhir. Contoh instrumen yang disebut antara lain sukuk, saham, deposito, giro, kerja sama pemerintah dengan badan usaha untuk infrastruktur, dan emas. Wajib pajak juga menyampaikan laporan realisasi investasi secara elektronik setiap tahun, paling lambat akhir bulan ketiga setelah tahun pajak berakhir, sampai tahun ketiga sejak dividen diterima.
Untuk dividen yang ditarik, halaman tersebut menyebut PPh sebesar 10% dari nilai dividen yang ditarik, dengan dasar Pasal 17 ayat (2c) UU PPh (tarif paling tinggi 10% dan bersifat final). Untuk tahun pajak 2025 penyetoran sendiri dilakukan lewat Coretax: eBupot, menu Penyetoran Sendiri, objek "Dividen yang Diterima/Diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi", lalu jumlah yang ditarik diisi pada Dasar Pengenaan Pajak dan kode billing dibayar di bank persepsi atau mobile banking.
Karena itu kalkulator memberi dua tombol cepat: PPh final 10% untuk dividen yang ditarik, dan Dikecualikan 0% untuk dividen yang diinvestasikan kembali sesuai ketentuan. Jika sebagian saja yang diinvestasikan, hitung bagian yang ditarik dengan tarif 10%. Rincian instrumen yang sah dan jangka waktunya perlu Anda cek pada peraturan resmi atau konsultan pajak sebelum mengandalkan angka 0%.
Berapa lembar dan modal untuk target bulanan
Karena target dihitung bersih, dividen setahun yang dibutuhkan adalah 12 kali target bulanan dan dividen kotor harus sekitar 1,11 kali lebih besar pada tarif 10% (1 ÷ 0,9). Pada imbal hasil yang sama, modal naik sebanding dengan target dan turun jika imbal hasil naik. Tabel berikut memakai saham berharga Rp4.000 dengan dividen tahunan.
| Target (per bulan, bersih) | Imbal hasil dividen 3% | 4% | 5% | 6% |
|---|---|---|---|---|
| Rp1.000.000 | 111.112 lembar · Rp444.448.000 | 83.334 lembar · Rp333.336.000 | 66.667 lembar · Rp266.668.000 | 55.556 lembar · Rp222.224.000 |
| Rp2.000.000 | 222.223 lembar · Rp888.892.000 | 166.667 lembar · Rp666.668.000 | 133.334 lembar · Rp533.336.000 | 111.112 lembar · Rp444.448.000 |
| Rp5.000.000 | 555.556 lembar · Rp2.222.224.000 | 416.667 lembar · Rp1.666.668.000 | 333.334 lembar · Rp1.333.336.000 | 277.778 lembar · Rp1.111.112.000 |
| Rp10.000.000 | 1.111.112 lembar · Rp4.444.448.000 | 833.334 lembar · Rp3.333.336.000 | 666.667 lembar · Rp2.666.668.000 | 555.556 lembar · Rp2.222.224.000 |
Misalnya target Rp2.000.000 per bulan memerlukan 222.223 lembar (Rp888.892.000) pada imbal hasil 3%, atau 133.334 lembar (Rp533.336.000) pada 5%. Imbal hasil yang tinggi tampak mengurangi modal, tetapi bisa berasal dari harga saham yang jatuh atau dividen khusus yang tidak berulang, sehingga riwayat dividen beberapa tahun terakhir perlu ikut diperiksa.
Jika dividen dibelikan saham lagi
Simulasi reinvestasi memasukkan tambahan beli per bulan, menerima dividen bersih pada bulan pembayaran, dan membeli saham bulat sebanyak yang bisa dibeli dengan harga bulan itu. Dividen naik sebesar "kenaikan dividen" tiap tahun dan harga naik sebesar "kenaikan harga". Hasil untuk 5.000 lembar (harga Rp4.000, dividen Rp200 per lembar setahun sekali) memakai tarif 10% pada kedua jalur agar perbandingannya sama:
| Asumsi (dividen naik · harga naik · tambahan beli per bulan) | Rata-rata bulanan tahun ke-10 (reinvestasi) | Tahun ke-10 (kas) | Rata-rata bulanan tahun ke-20 (reinvestasi) | Tahun ke-20 (kas) |
|---|---|---|---|---|
| 0% · 0% · Rp0 | Rp111.450 | Rp75.000 | Rp173.070 | Rp75.000 |
| 3% · 3% · Rp0 | Rp143.772 | Rp97.858 | Rp296.325 | Rp131.513 |
| 5% · 0% · Rp0 | Rp188.532 | Rp116.349 | Rp712.107 | Rp189.521 |
| 3% · 3% · Rp2.000.000 | Rp1.385.551 | Rp1.105.971 | Rp4.111.805 | Rp2.504.217 |
Pada baris terakhir, dengan tambahan beli Rp2.000.000 per bulan, target Rp2.000.000 per bulan tercapai di tahun ke-13 pada reinvestasi dan tahun ke-17 pada kas. Rata-rata bulanan tahun ke-20 adalah Rp4.111.805 pada reinvestasi dan Rp2.504.217 pada kas. Reinvestasi paling terasa ketika dividen naik tetapi harga saham tidak (baris ketiga). Dividen dan harga nyata tidak naik dengan persentase tetap setiap tahun, jadi tabel ini hanya gambaran arah.
Kapan harus membeli agar mendapat dividen
Dividen tunai dibayarkan kepada pemegang saham sesuai tanggal yang diumumkan emiten. Jadwal aksi korporasi KSEI menampilkan jenis aksi "Cash Dividend" beserta tanggal Cum Date dan Record Date. Tanggalnya berbeda untuk tiap emiten dan tiap periode, jadi periksa jadwalnya sebelum membeli, karena membeli setelah batas tanggal tersebut biasanya berarti dividen periode itu tidak diterima. Kalkulator ini tidak memprediksi tanggal tersebut.
Kesalahan yang sering terjadi
- Memasukkan dividen setahun ke kolom "Sekali bayar": jika dividen yang diumumkan Rp200 per lembar untuk satu tahun, ubah dasar dividen ke "Total setahun". Jika tidak, memilih semesteran akan menghitung dividen dua kali lipat.
- Menetapkan target dari imbal hasil kotor: 25.000 lembar berharga Rp4.000 (Rp100 juta) dengan imbal hasil 4% memberi dividen kotor Rp4.000.000 setahun, tetapi setelah PPh final 10% bersihnya Rp3.600.000, atau Rp300.000 per bulan.
- Menganggap tarif 0% berlaku otomatis: pengecualian hanya berlaku jika dividen diinvestasikan sesuai ketentuan dan dilaporkan; dividen yang ditarik dikenai 10% yang disetor sendiri.
- Menganggap dividen tetap: emiten dapat menaikkan, menurunkan, atau tidak membayar dividen. Coba juga skenario dengan dividen lebih rendah dari rencana.
- Mencampur dividen saham dalam negeri dengan luar negeri: kalkulator ini memakai satu tarif untuk satu pembayaran dalam rupiah dan tidak mengatur dividen dari saham luar negeri.
Batas kalkulator
- Kalkulator mengalikan satu tarif yang Anda pilih pada setiap pembayaran. Ia tidak mengecek apakah investasi Anda memenuhi syarat pengecualian, jangka waktunya, atau pelaporannya.
- Dividen saham luar negeri, pajak di negara lain, dan kurs tidak dihitung. Isi nilai dalam rupiah.
- Biaya transaksi, perubahan tarif atau aturan, dan perbedaan pembulatan di sekuritas tidak dihitung. Periksa jumlah yang sebenarnya masuk pada riwayat rekening Anda.
- Simulasi reinvestasi mengasumsikan dividen dan harga naik dengan persentase yang sama tiap tahun, dividen pertama masuk setelah satu periode pembayaran, dan hanya membeli saham bulat. Penurunan dividen tidak dimasukkan.
- Hitungan target mengasumsikan dividen dan harga sekarang tetap, lalu membulatkan jumlah lembar ke atas.
Tanggal acuan Ketentuan pajak pada halaman ini diperiksa pada 2026-10-15 dari halaman pajak.go.id dan KSEI di bawah. Salah satu halaman DJP memuat catatan bahwa isinya pendapat pribadi penulis, sehingga untuk keputusan penting rujuk peraturan resmi. Saham, imbal hasil, dan kenaikan pada tabel hanyalah contoh hitungan, bukan prakiraan saham tertentu.
Sumber
- 01DJP: Dividen, Hari Raya, dan CoretaxPengecualian dividen jika diinvestasikan (UU HPP, PMK-18/PMK.03/2021), PPh 10% atas dividen yang ditarik, cara setor lewat Coretax, laporan realisasi investasi
- 02DJP (KPP PMA Lima): Dividen yang Bukan Objek PPhDividen WP orang pribadi tidak dikenai PPh jika diinvestasikan di Indonesia dalam salah satu dari dua belas bentuk investasi, Pasal 14 sampai 43 PMK-18/PMK.03/2021
- 03KSEI: Jadwal Aksi KorporasiKalender aksi korporasi, termasuk Cash Dividend, dengan jenis tanggal Cum Date dan Record Date
Pertanyaan yang sering diajukan
Dividen Rp200 per lembar untuk 5.000 lembar, berapa bersih per bulan setelah pajak 10%?
Dividen kotor setahun Rp1.000.000. Pajak 10% sebesar Rp100.000, sehingga dividen bersih Rp900.000 per tahun. Jika dibagi 12 bulan, rata-rata Rp75.000 per bulan.
Berapa pajak dividen saham untuk wajib pajak orang pribadi?
Menurut halaman DJP, dividen dari dalam negeri yang diterima wajib pajak orang pribadi dalam negeri dikecualikan dari objek pajak jika diinvestasikan di Indonesia dalam jangka waktu tertentu. Dividen yang ditarik dikenai PPh sebesar 10% dari nilai dividen yang ditarik.
Berapa lama dividen harus diinvestasikan agar bebas pajak?
Halaman DJP menyebut jangka waktu investasi paling singkat tiga tahun pajak sejak tahun pajak dividen diterima, dengan investasi paling lambat akhir bulan ketiga setelah tahun pajak berakhir. Laporan realisasi investasi disampaikan setiap tahun sampai tahun ketiga.
Bagaimana menyetor PPh 10% atas dividen yang ditarik?
Untuk tahun pajak 2025, halaman DJP menjelaskan penyetoran sendiri lewat Coretax: eBupot, menu Penyetoran Sendiri, objek Dividen yang Diterima/Diperoleh Wajib Pajak Orang Pribadi. Isi jumlah dividen yang ditarik pada Dasar Pengenaan Pajak, lalu bayar kode billing di bank atau mobile banking.
Berapa lembar dan modal untuk dividen bersih Rp2.000.000 per bulan?
Untuk saham Rp4.000 dengan dividen tahunan dan tarif 10%, imbal hasil 3% memerlukan 222.223 lembar (Rp888.892.000), 4% memerlukan 166.667 lembar (Rp666.668.000), 5% memerlukan 133.334 lembar (Rp533.336.000), dan 6% memerlukan 111.112 lembar (Rp444.448.000).
Apa pengaruh reinvestasi dividen terhadap target Rp2.000.000 per bulan?
Untuk 5.000 lembar berharga Rp4.000 dengan dividen Rp200 per lembar, kenaikan dividen dan harga 3% per tahun, serta tambahan beli Rp2.000.000 per bulan, target tercapai di tahun ke-13 dengan reinvestasi dan tahun ke-17 dengan kas. Rata-rata bulanan tahun ke-20 adalah Rp4.111.805 dan Rp2.504.217. Simulasi memakai tarif 10% pada kedua jalur.
Apakah frekuensi pembayaran mengubah dividen bersih setahun?
Pada dividen Rp240 per lembar setahun dan 5.000 lembar dengan tarif 10%, dividen bersih setahun tetap Rp1.080.000 untuk pembayaran bulanan, triwulanan, semesteran, maupun tahunan. Yang berbeda hanya jumlah sekali bayar: Rp90.000 bila bulanan dan Rp1.080.000 bila tahunan.
Kapan saya harus membeli saham agar mendapat dividen?
Tanggalnya ditentukan emiten dan berbeda untuk tiap periode. Jadwal aksi korporasi KSEI menampilkan Cash Dividend beserta Cum Date dan Record Date. Periksa tanggal itu sebelum membeli, karena membeli setelah batasnya biasanya berarti dividen periode itu tidak diterima.