Alat yang Anda butuhkan, siap dipakai

Kalkulator Tumpang Tindih Shift

Isi jam mulai, jam selesai, dan jumlah orang tiap shift. Kalkulator menghitung jam saat dua shift bertugas bersamaan, jam tanpa siapa pun, dan jam saat jumlah orang di bawah minimum. Jadwal dianggap berulang setiap hari, sehingga shift malam yang melewati tengah malam digambar sebagai satu lingkaran utuh. Anda juga bisa melihat jam operasional saja.

Terakhir diperbarui 2026-10-22Semua perhitungan terjadi di browser Anda

Jadwal shiftIsi jam mulai, jam selesai, dan jumlah orang tiap shift. Tumpang tindih dan jam kosong muncul di dial 24 jam.

Contoh

Jam kosong

—

Tumpang tindih

—

Paling banyak sekaligus
—
Total jam kerja
—
Rentang yang dicek
orang

Jumlah orang yang harus selalu ada. Jika 2 atau lebih, jam yang kurang ikut dihitung.

orang
orang

Alur 24 jamTerlihat siapa yang bekerja menurut urutan jam.

    Terakhir diperbarui 2026-10-22Masukan Anda tidak disimpan

    Standar ROBERINAlat yang Anda butuhkan,
    siap dipakai.
    • Jelas sekilasPosisi input dan hasil terlihat jelas.
    • Hasil lebih duluAngka utama tampil dulu; prosesnya hanya saat dibutuhkan.
    • Minta lebih sedikitTanpa pendaftaran atau data yang tidak perlu.

    Dua shift yang bertugas bersamaan disebut tumpang tindih, jam tanpa siapa pun disebut jam kosong

    Jika shift Pagi bekerja pukul 08.00–16.00 dan shift Siang pukul 15.00–23.00, maka 15.00–16.00 atau 1 jam adalah tumpang tindih: kedua shift ada bersamaan. Dari 23.00 sampai 08.00 keesokan harinya tidak ada yang bekerja, sehingga dalam sehari terdapat 9 jam kosong. Jam yang ada orangnya adalah 08.00–23.00, yaitu 15 jam. Karena tiap shift bekerja 8 jam, total jam kerja yang dijumlahkan per orang adalah 16 jam.

    Dial pada kalkulator mengikuti arah jam: posisi paling atas adalah pukul 0, lalu sehari berputar searah jarum jam. Busur berwarna di cincin dalam adalah jam kerja tiap shift, dan tinggi pita di bagian luar adalah jumlah orang yang bekerja pada jam itu. Area bergaris miring adalah jam kosong, sedangkan area yang lebih pekat adalah waktu saat dua shift atau lebih bertugas bersamaan. Jadwal dianggap berulang setiap hari, jadi shift yang mulai pukul 22.00 dan selesai pukul 06.00 digambar sebagai satu busur tanpa terputus di tengah malam.

    Kapan perlu memeriksa tumpang tindih dan jam kosong

    Jadwal shift tampak benar jika dibaca baris demi baris, tetapi celah dan panjang tumpang tindihnya baru terlihat setelah semua shift diurutkan menurut jam. Pada pekerjaan berikut, pemeriksaan ini sangat berguna.

    • Pekerjaan yang memerlukan serah terima: bangsal rumah sakit, ruang kontrol, dan mesin produksi menuntut shift sebelumnya menyampaikan kondisi terakhir kepada shift berikutnya. Kedua shift harus ada bersamaan. Jika jam selesai sama dengan jam mulai, tumpang tindihnya 0 menit, sehingga di jadwal tidak ada waktu serah terima.
    • Pekerjaan yang tidak boleh ditinggal: satpam, toko 24 jam, dan piket pusat layanan pelanggan. Di sana jam kosong berarti tidak ada yang bisa melayani. Daftar jam kosong langsung menunjukkan pukul berapa sampai pukul berapa perlu menambah orang.
    • Pekerjaan yang butuh lebih banyak orang di jam sibuk: toko yang ramai saat makan siang dan sore bisa kewalahan walau ada satu orang. Dengan menetapkan jumlah orang minimum, jam saat orang kurang dari itu ditampilkan terpisah sebagai “kurang orang”.
    • Saat ingin menekan biaya tenaga kerja: pada jam tumpang tindih, dua shift mengerjakan hal yang sama dan upah keluar dua kali. Jika tumpang tindih lebih panjang dari yang dibutuhkan untuk serah terima, menggeser jam mulai atau selesai sedikit saja sudah mengurangi total jam kerja.

    Cara menghitung

    1. Ubah jam menjadi menit. Pukul 15.30 sama dengan 15 × 60 + 30 = 930 menit. Satu hari berjalan dari menit 0 sampai 1.440.
    2. Cari lama tiap shift. Jika jam selesai lebih lambat dari jam mulai, lamanya adalah selesai − mulai. Jika lebih awal, shift berakhir keesokan harinya sehingga ditambah 1.440 menit. Shift 22.00–06.00 berlangsung 360 + 1.440 − 1.320 = 480 menit atau 8 jam.
    3. Potong satu hari pada setiap jam batas. Letakkan semua jam mulai dan selesai pada lingkaran sehari, lalu hitung jumlah shift dan jumlah orang pada tiap potongan. Jam mulai ikut dihitung sebagai jam kerja, jam selesai tidak.
    4. Jumlahkan potongan menurut keadaannya. Potongan dengan 0 shift adalah jam kosong, potongan dengan 2 shift atau lebih adalah tumpang tindih, dan potongan dengan jumlah orang di bawah minimum adalah kurang orang. Waktu saat tiga shift bertugas bersamaan hanya dihitung satu kali sebagai tumpang tindih.
    5. Total jam kerja dihitung terpisah. Nilainya adalah lama tiap shift dikalikan jumlah orangnya, lalu dijumlahkan. Walau rentang dibatasi pada jam operasional, nilai ini tetap dihitung dari seluruh jadwal.

    Jam kosong = Σ panjang potongan (0 shift) · Tumpang tindih = Σ panjang potongan (2 shift atau lebih) · Kurang orang = Σ panjang potongan (orang < minimum) · Total jam kerja = Σ lama shift × jumlah orang

    Jam kosong ditambah jam yang ada orangnya sama dengan seluruh rentang yang dicek (24 jam untuk satu hari). Tumpang tindih sudah termasuk dalam jam yang ada orangnya, sehingga jika ketiganya dijumlahkan hasilnya melebihi 24 jam.

    Tumpang tindih dan jam kosong menurut pola shift

    Tiga shift yang sama bisa menghasilkan angka berbeda tergantung apakah jam selesai dan jam mulai dibuat bersambung atau saling menumpang 30 menit. Semua baris pada tabel berikut memakai rentang 24 jam dan satu orang per shift. “Pergantian langsung” adalah jumlah titik saat shift berikutnya mulai tepat ketika shift sebelumnya selesai, sehingga waktu serah terimanya 0 menit.

    Rentang 24 jam, minimum 1 orang
    JadwalTumpang tindihJam kosongPergantian langsung
    2 shift: Pagi 08.00–16.00 · Siang 15.00–23.001 jam9 jam0 titikCoba isi
    2 shift 12 jam: Pagi 07.00–19.00 · Malam 19.00–07.000 menit0 menit2 titikCoba isi
    3 shift: Pagi 07.00–15.00 · Siang 15.00–23.00 · Malam 23.00–07.000 menit0 menit3 titikCoba isi
    3 shift dengan serah terima 30 menit: 07.00–15.30 · 15.00–23.30 · 23.00–07.301 jam 30 menit0 menit0 titikCoba isi
    Malam 22.00–06.00 · Subuh 05.00–09.001 jam13 jam0 titikCoba isi
    Tiga tim 08.00–18.00 · 09.00–17.00 · 10.00–16.008 jam14 jam0 titikCoba isi

    Dua shift 12 jam dan tiga shift yang bersambung tidak punya jam kosong, jadi jadwalnya tampak rapat. Namun ada 2 dan 3 titik pergantian langsung, sehingga waktu serah terimanya tetap 0 menit. Pada tiga shift dengan tumpang tindih 30 menit, serah terima mendapat tempat, tetapi tiap shift menjadi 8 jam 30 menit. Pada baris terakhir, tiga tim yang mengumpul di tengah hari menghasilkan tumpang tindih 8 jam, namun jam kosongnya juga mencapai 14 jam.

    Dengan jumlah orang minimum, shift yang tumpang tindih pun bisa kekurangan orang

    Misalkan toko buka pukul 10.00–22.00 dan kasir serta lantai penjualan harus selalu diisi 2 orang. Tim Buka (2 orang) bekerja 09.30–15.30, Tengah (1 orang) 12.00–18.00, dan Tutup (2 orang) 16.00–22.30. Selama jam operasional tidak ada jam kosong, tetapi pada 15.30–16.00 hanya shift Tengah yang tersisa, sehingga kurang 1 orang dari minimum.

    Buka 10.00–22.00, minimum 2 orang Coba isi
    JamShift yang bekerjaJumlah orangKeadaan
    10.00–12.00Buka2 orangMinimum terpenuhi
    12.00–15.30Buka · Tengah3 orangTumpang tindih
    15.30–16.00Tengah1 orangKurang orang
    16.00–18.00Tengah · Tutup3 orangTumpang tindih
    18.00–22.00Tutup2 orangMinimum terpenuhi
    TotalTumpang tindih 5 jam 30 menit3 orangKurang orang 30 menit

    Jika shift Tutup dimajukan 30 menit menjadi mulai pukul 15.30, kekurangan menjadi 0 menit, tetapi dua orang shift Tutup masing-masing bekerja 30 menit lebih lama sehingga total jam kerja bertambah 1 jam. Sebaliknya, jika di antara 5 jam 30 menit tumpang tindih ada jam yang sepi, shift Tengah bisa dipersingkat di sana. Bila jam operasional ditetapkan, waktu di luarnya (22.00–22.30 saat shift Tutup beres-beres) tidak masuk hitungan jam kosong, tumpang tindih, dan kekurangan. Namun total jam kerja tetap dihitung dari seluruh jadwal.

    Hal yang perlu dicek saat membuat tumpang tindih untuk serah terima

    Jika shift berikutnya mulai tepat saat shift sebelumnya selesai, waktu serah terima di jadwal adalah 0 menit. Agar serah terima benar-benar terjadi, shift sebelumnya harus tinggal lebih lama atau shift berikutnya datang lebih awal, dan waktu itu juga termasuk waktu kerja. Pasal 77 ayat (2) UU 13/2003 menetapkan waktu kerja 7 jam sehari dan 40 jam seminggu untuk 6 hari kerja, atau 8 jam sehari dan 40 jam seminggu untuk 5 hari kerja. Pasal 21 ayat (2) PP 35/2021 memuat batas yang sama. Jika sebuah shift sudah mencapai 8 jam kerja pada pola 5 hari kerja, tambahan serah terima 30 menit menjadi kerja melebihi waktu kerja, yaitu lembur.

    Menurut PP 35/2021, lembur memerlukan perintah pengusaha dan persetujuan pekerja secara tertulis dan/atau melalui media digital (Pasal 28 ayat (1)), serta paling lama 4 jam sehari dan 18 jam seminggu (Pasal 26 ayat (1)). Upah lembur untuk jam pertama sebesar 1,5 kali upah sejam, dan untuk setiap jam berikutnya 2 kali upah sejam (Pasal 31 ayat (1)). Upah sejam adalah 1/173 dari upah sebulan (Pasal 32 ayat (2)). Sebagai contoh hitungan, jika upah sebulan Rp5.190.000 dan seluruhnya menjadi dasar perhitungan, upah sejam adalah Rp30.000, dan jam lembur pertama dibayar Rp45.000. Dasar perhitungan adalah 100% upah bila upah terdiri atas upah pokok dan tunjangan tetap (Pasal 32 ayat (3)).

    Tiga shift dengan serah terima 30 menit di atas menghasilkan tumpang tindih 1 jam 30 menit per hari. Untuk satu orang per shift, itu berarti 547 jam 30 menit dalam setahun (365 hari) saat dua shift bertugas bersamaan. Jika tumpang tindih hanya dibuat pada jam yang benar-benar butuh serah terima dan pergantian lain dibuat bersambung, serah terima tetap terjaga dan tumpang tindih berkurang.

    Istirahat yang menciptakan jam kosong

    Pasal 79 ayat (2) huruf a UU 13/2003 menyebut istirahat antara jam kerja paling sedikit setengah jam setelah bekerja selama 4 jam terus menerus, dan waktu istirahat itu tidak termasuk jam kerja. Dengan demikian, shift 08.00–17.00 dengan istirahat 12.00–13.00 berarti 8 jam kerja. Istirahat mingguan menurut Pasal 22 PP 35/2021 adalah 1 hari untuk 6 hari kerja dalam seminggu, atau 2 hari untuk 5 hari kerja dalam seminggu.

    Jika istirahat jatuh pada jam saat hanya satu orang bertugas, jam itu menjadi jam kosong yang nyata. Untuk memasukkan istirahat ke kalkulator, pecah satu shift menjadi dua baris. Pada contoh 08.00–17.00 dengan istirahat 12.00–13.00, isi “Pagi 08.00–12.00” dan “Pagi 13.00–17.00”, lalu lihat pada alur apakah orang lain menutup jam itu. Jika pada jam tersebut ada dua orang atau lebih, cukup atur istirahat secara bergantian agar tidak ada jam kosong.

    Shift malam melewati tengah malam dan aturan untuk pekerja malam

    Shift yang berakhir setelah tengah malam diisi apa adanya: mulai 23.00 dan selesai 07.00. Karena jam selesai lebih awal dari jam mulai, kalkulator menganggapnya berakhir keesokan harinya, lamanya 8 jam, dan menggambarnya sebagai satu busur yang melewati pukul 24.00. Kalkulator ini tidak memisahkan statistik kerja malam dan tidak menghitung tunjangan atau upah shift malam. Pembagian jam kerja tiap pekerja diatur dalam perjanjian kerja, peraturan perusahaan, atau perjanjian kerja bersama (Pasal 21 ayat (4) PP 35/2021), jadi besarnya tunjangan shift malam, jika ada, perlu dicek di sana.

    Namun UU 13/2003 punya aturan khusus untuk pekerja yang bekerja pada jam malam. Pasal 76 ayat (1) melarang mempekerjakan pekerja/buruh perempuan yang berumur kurang dari 18 tahun antara pukul 23.00 sampai 07.00, dan ayat (2) melarang mempekerjakan pekerja perempuan hamil pada jam yang sama bila menurut dokter berbahaya bagi kesehatan dan keselamatan kandungan maupun dirinya. Bagi pekerja perempuan yang bekerja antara pukul 23.00 dan 07.00, pengusaha wajib memberikan makanan dan minuman bergizi serta menjaga kesusilaan dan keamanan selama di tempat kerja (ayat (3)), dan wajib menyediakan angkutan antar jemput bagi yang berangkat dan pulang antara pukul 23.00 dan 05.00 (ayat (4)). Karena itu, saat menyusun shift yang mencakup pukul 23.00–07.00, periksa juga siapa saja yang dijadwalkan di dalamnya.

    Kesalahan hitung yang sering terjadi

    • Mengira selisih total jam kerja dan jam yang ada orangnya adalah tumpang tindih: pada contoh tiga tim, total jam kerja 24 jam dan jam yang ada orangnya 10 jam, selisihnya 14 jam. Padahal dua tim atau lebih bersamaan hanya pada 09.00–17.00, yaitu 8 jam. Waktu saat tiga tim hadir terhitung dua kali sehingga selisihnya membesar.
    • Mengira shift yang bersambung punya waktu serah terima: jika selesai pukul 14.00 dan mulai pukul 14.00, tumpang tindihnya 0 menit. Pada daftar alur hal ini ditandai terpisah sebagai “langsung bergantian · tumpang tindih 0 menit”.
    • Menghitung jam tutup sebagai jam kosong: kalau tempat tidak buka 24 jam, ubah rentang yang dicek menjadi jam operasional agar yang tersisa hanya jam yang benar-benar kosong. Jam operasional pun boleh melewati tengah malam, misalnya 20.00–04.00.
    • Mengira shift yang tumpang tindih sudah cukup orang: dua shift dengan satu orang yang tumpang tindih tetap 2 orang. Jika minimum 3 orang, jam tumpang tindih itu juga kurang orang. Isi kolom orang dan jumlah minimum bersama-sama agar perbedaan ini terlihat.
    • Menulis kerja 24 jam dengan jam yang sama: 08.00–08.00 bisa berarti 0 menit atau sehari penuh, sehingga ditandai galat. Untuk kerja 24 jam sungguhan, tekan “Hitung sebagai kerja 24 jam” di bawah barisnya.

    Batasan dan catatan

    • Jadwal dianggap berulang pada jam yang sama setiap hari. Untuk jadwal yang berbeda tiap hari, kelompokkan hari yang sama lalu hitung terpisah.
    • Jam dihitung per menit dan maksimal 20 baris. Satu baris tidak boleh lebih dari 24 jam.
    • Sehari selalu dianggap 24 jam. Untuk shift di beberapa zona waktu, ubah dulu ke zona waktu yang sama sebelum diisi.
    • Istirahat, perjalanan, dan waktu meninggalkan tempat tidak dikurangi otomatis. Pecah shift menjadi beberapa baris bila perlu.
    • Hasil adalah hitungan panjang waktu. Kalkulator tidak menetapkan pengakuan jam kerja, upah lembur, atau ada tidaknya pelanggaran hukum.
    • Isian dihitung hanya di browser ini dan tidak dikirim ke server. Jadwal masuk ke alamat tautan hanya ketika Anda menekan “Salin tautan”.

    Tanggal pengecekan aturan: 22 Oktober 2026. Pasal 77 dan Pasal 79 ayat (2) UU 13/2003 sebagaimana diubah oleh UU 6/2023 dicek pada teks resmi UU 6/2023 di peraturan.bpk.go.id; Pasal 76 UU 13/2003 tidak termasuk pasal yang diubah oleh undang-undang itu. Pasal 21, 22, 26, 28, 31, dan 32 PP 35/2021 dicek pada salinan di jdih.kemnaker.go.id.

    Sumber

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Shift Pagi 08.00–16.00 dan Siang 15.00–23.00 tumpang tindih berapa jam?

    Tumpang tindihnya 1 jam, yaitu 15.00–16.00. Dalam rentang 24 jam, pukul 23.00 sampai 08.00 keesokan harinya, yakni 9 jam, tidak ada yang bekerja. Jam yang ada orangnya adalah 15 jam.

    Apakah tiga shift 07.00–15.00, 15.00–23.00, dan 23.00–07.00 tidak bertumpang tindih?

    Tumpang tindihnya 0 menit dan jam kosongnya juga 0 menit. Namun pukul 07.00, 15.00, dan 23.00 adalah tiga titik pergantian langsung: shift berikutnya mulai tepat saat shift sebelumnya selesai, sehingga waktu serah terimanya 0 menit. Jika perlu serah terima, coba undur jam selesai tiap shift 30 menit.

    Apa yang berubah jika jumlah orang minimum diubah menjadi 2?

    Kolom jam kosong berganti menjadi jam kurang orang, yaitu jumlah semua jam saat orang yang bekerja kurang dari 2, termasuk jam tanpa siapa pun. Pada contoh toko, pukul 15.30–16.00 hanya shift Tengah yang tersisa, sehingga kurang 1 orang selama 30 menit.

    Bagaimana mengisi kerja dari pukul 22.00 sampai 06.00?

    Isi jam mulai 22.00 dan jam selesai 06.00 apa adanya. Karena jam selesai lebih awal dari jam mulai, kalkulator menganggapnya shift 8 jam yang berakhir keesokan harinya dan menggambarnya sebagai satu busur yang melewati tengah malam. Kalkulator ini tidak memisahkan statistik kerja malam.

    Apa bedanya jika hanya jam operasional yang dicek?

    Hanya waktu dari jam buka sampai jam tutup yang dihitung sebagai jam kosong, tumpang tindih, dan kurang orang. Jika jam operasional 20.00–04.00 diisi shift 22.00–06.00 dan 23.00–02.00, maka 20.00–22.00 (2 jam) kosong dan 23.00–02.00 (3 jam) tumpang tindih. Total jam kerja tetap dihitung dari seluruh jadwal.

    Mengapa tumpang tindih dan total jam kerja ditampilkan terpisah?

    Tumpang tindih adalah panjang waktu saat dua shift atau lebih ada bersamaan, dan tiga shift yang bertumpuk tetap dihitung sekali. Total jam kerja adalah lama tiap shift dikalikan jumlah orangnya. Untuk tiga tim 08.00–18.00, 09.00–17.00, dan 10.00–16.00, tumpang tindihnya 8 jam, sedangkan total jam kerjanya 24 jam.

    Bagaimana memasukkan waktu istirahat?

    Pecah satu shift menjadi dua baris di sekitar istirahat. Jika 08.00–17.00 memiliki istirahat 12.00–13.00, isi 08.00–12.00 dan 13.00–17.00. Pasal 79 ayat (2) huruf a UU 13/2003 mengatur istirahat paling sedikit setengah jam setelah 4 jam bekerja terus menerus dan tidak termasuk jam kerja, sehingga pada jam saat hanya satu orang bertugas, istirahat dapat menimbulkan jam kosong.

    Apa yang terjadi bila jam mulai dan jam selesai sama?

    08.00–08.00 tidak jelas apakah 0 menit atau 24 jam, jadi kalkulator menampilkan galat dan tidak menetapkan hasil. Jika memang kerja 24 jam, tekan ‘Hitung sebagai kerja 24 jam’ di bawah baris itu. Jika baris tidak dipakai, hapus saja.