Pulang-pergi 150 km sekali jalan menghabiskan bensin Rp230.769, atau Rp769 per km
Biaya bensin diperoleh dari jarak tempuh dibagi konsumsi BBM, lalu hasilnya dikalikan harga per liter. Perjalanan pulang-pergi dengan jarak sekali jalan 150 km berarti 300 km. Mobil yang menempuh 13 km per liter memakai 300 ÷ 13 = 23,08 liter. Dengan Pertalite Rp10.000 per liter (harga Pertamina di Jakarta yang berlaku 1 Oktober 2026), biayanya 23,08 L × Rp10.000 = Rp230.769. Jika hanya sekali jalan, biayanya setengahnya, yaitu Rp115.385. Bila ongkos pulang-pergi itu dibagi empat orang, tiap orang membayar Rp57.693.
Biaya bensin per km adalah harga BBM dibagi konsumsi BBM, yakni Rp10.000 ÷ 13 = Rp769. Angka ini tidak bergantung pada jarak, jadi untuk rute yang belum pernah Anda lewati pun, biayanya bisa diperkirakan asal jaraknya diketahui. Berikut penjelasan kapan perhitungan ini berguna, urutan hitungnya, biaya berangkat-pulang kerja sebulan, pengaruh konsumsi BBM dan jenis BBM, tabel biaya menurut jarak, cara mengubah satuan, serta kesalahan yang sering terjadi.
Kapan perhitungan ini diperlukan?
- Mudik dan liburan keluarga: aplikasi peta memberi jarak dan waktu tempuh, tetapi tidak memberi biaya. Hitung dulu bensin untuk pulang-pergi, tambahkan tol dan parkir, dan Anda tahu berapa dana yang perlu disiapkan sebelum berangkat.
- Patungan dengan teman atau kerabat: pemilik mobil biasanya mengisi bensin, lalu penumpang mengganti sebagian ongkosnya. Membagi biaya bensin dan tol sesuai jumlah orang terasa lebih adil daripada membagi sesuai nominal struk SPBU, karena bensin yang diisi belum tentu habis untuk perjalanan itu.
- Membandingkan biaya berangkat-pulang kerja: kalikan biaya bensin satu hari pulang-pergi dengan jumlah hari Anda menyetir, lalu bandingkan dengan ongkos kereta, bus, atau ojek online di rute yang sama. Cicilan, asuransi, pajak, dan servis tidak termasuk, jadi biaya mobil secara keseluruhan perlu dihitung terpisah di kalkulator biaya kepemilikan mobil.
- Wisata akhir pekan dan acara keluarga: untuk perjalanan sehari ke kebun teh, pantai, atau rumah saudara, perkiraan bensin membantu menentukan apakah rute yang dipilih masih masuk anggaran.
Urutan perhitungan
Kalkulator ini menghitung lima langkah berikut. Nilai antara tidak dibulatkan, dan hanya jumlah akhirnya yang dibulatkan ke rupiah. Contohnya pulang-pergi 150 km sekali jalan, konsumsi 13 km/L, Pertalite Rp10.000/L, dengan tol Rp150.000 untuk pulang-pergi (nilai pengandaian) yang dibagi empat orang.
| Langkah | Hitungan | Contoh |
|---|---|---|
| 1. Total jarak | Jarak sekali jalan × (sekali jalan 1, pulang-pergi 2) × jumlah pengulangan | 150 km × 2 × 1 = 300 km |
| 2. Pemakaian BBM | Total jarak ÷ konsumsi BBM | 300 km ÷ 13 km/L = 23,08 L |
| 3. Biaya bensin | Pemakaian BBM × harga BBM | 23,08 L × Rp10.000 = Rp230.769 |
| 4. Total | Biaya bensin + (tol dan parkir × jumlah pengulangan) | Rp230.769 + Rp150.000 = Rp380.769 |
| 5. Per orang | Total ÷ jumlah orang (dibulatkan ke atas ke rupiah) | Rp380.769 ÷ 4 = Rp95.193 |
| Biaya per km | Harga BBM ÷ konsumsi BBM | Rp10.000 ÷ 13 = Rp769 |
Bagian per orang dibulatkan ke atas supaya uang yang terkumpul tidak kurang dari total. Jika tidak habis dibagi, uang yang terkumpul bisa lebih banyak maksimal (jumlah orang − 1) rupiah.
Biaya bensin berangkat-pulang kerja sebulan
Untuk rute yang sama setiap hari, pilih perjalanan pulang-pergi dan isi jumlah pengulangan dengan hari Anda benar-benar menyetir. Hitung hari kerja yang Anda tempuh dengan mobil, bukan hari kalender, dan kurangi hari kerja dari rumah, cuti, atau saat Anda memakai transportasi umum. Tabel di bawah memakai konsumsi 13 km/L dan Pertalite Rp10.000/L, dengan 22 hari sebulan dan 264 hari setahun (22 hari × 12 bulan).
| Jarak sekali jalan | Satu hari pulang-pergi | Sebulan (22 hari) | BBM sebulan | Setahun (264 hari) | Dibagi 2 orang (sebulan) |
|---|---|---|---|---|---|
| 10 km | Rp15.385 | Rp338.462 | 33,85 L | Rp4.061.538 | Rp169.231 |
| 20 km | Rp30.769 | Rp676.923 | 67,69 L | Rp8.123.077 | Rp338.462 |
| 30 km | Rp46.154 | Rp1.015.385 | 101,54 L | Rp12.184.615 | Rp507.693 |
Jika jarak sekali jalan 20 km dan Anda menyetir 22 hari pulang-pergi, mobil menempuh 880 km dalam sebulan, memakai 67,69 liter BBM, dan menghabiskan Rp676.923. Bila Anda menumpangkan satu rekan tetap dan membagi dua biayanya, masing-masing membayar Rp338.462. Perjalanan di luar jam kerja, misalnya akhir pekan, memiliki jarak dan jumlah yang berbeda, jadi hitung terpisah lalu jumlahkan.
Seberapa besar konsumsi BBM mengubah biaya?
Untuk jarak 300 km dengan Pertalite Rp10.000/L, biaya bisa sangat berbeda tergantung konsumsi BBM. Batang di bawah kalkulator ("Jika konsumsi BBM berbeda, biaya bensin kali ini") menampilkan perbandingan yang sama untuk jarak dan harga yang sedang Anda isi.
| Konsumsi BBM | Pemakaian BBM | Biaya bensin | Selisih dari 13 km/L |
|---|---|---|---|
| 8 km/L | 37,5 L | Rp375.000 | +Rp144.231 |
| 10,5 km/L | 28,57 L | Rp285.714 | +Rp54.945 |
| 13 km/L | 23,08 L | Rp230.769 | Rp0 |
| 15,5 km/L | 19,35 L | Rp193.548 | −Rp37.221 |
| 18 km/L | 16,67 L | Rp166.667 | −Rp64.102 |
Kenaikan konsumsi BBM yang sama, yaitu 2,5 km/L, tidak selalu menghemat jumlah yang sama. Dari 8 ke 10,5 km/L, biaya turun Rp89.286, tetapi dari 15,5 ke 18 km/L hanya turun Rp26.881. Pemakaian BBM adalah jarak dibagi konsumsi, jadi pada konsumsi rendah perbaikan yang sama berdampak lebih besar.
Angka konsumsi yang paling mendekati kenyataan adalah rata-rata di dasbor atau catatan pengisian penuh terakhir (jarak antara dua kali isi penuh dibagi liter pada isian kedua), bukan angka brosur. FuelEconomy.gov, situs Departemen Energi dan Badan Perlindungan Lingkungan Amerika Serikat, menyebut gaya mengemudi agresif (ngebut, akselerasi mendadak, dan pengereman keras) dapat menurunkan konsumsi sekitar 15% sampai 30% pada kecepatan jalan raya dan 10% sampai 40% dalam lalu lintas padat merayap. Pada hari yang diperkirakan macet, isi angka yang lebih rendah dari biasanya dan bandingkan hasil kedua skenario.
Pengaruh harga dan jenis BBM
Jika harga BBM naik Rp1.000 per liter, biaya bensin bertambah sebesar pemakaian BBM × Rp1.000. Untuk 300 km pada 13 km/L (23,08 liter), tambahannya Rp23.077. Tabel berikut memakai harga Pertamina di Jakarta yang berlaku 1 Oktober 2026 dengan konsumsi BBM pengandaian untuk tiap jenis. Konsumsi tiap mobil berbeda, jadi isi dengan angka mobil Anda.
| BBM | Harga Jakarta (Rp/L) | Konsumsi pengandaian | Biaya per km | Biaya 300 km |
|---|---|---|---|---|
| Pertalite | 10.000 | 13 km/L | Rp769 | Rp230.769 |
| Pertamax | 15.950 | 13 km/L | Rp1.227 | Rp368.077 |
| Solar (subsidi) | 6.800 | 12 km/L | Rp567 | Rp170.000 |
Pada konsumsi yang sama, 300 km dengan Pertamax Rp137.308 lebih mahal daripada Pertalite karena selisih harganya Rp5.950 per liter. Menurut CNN Indonesia yang mengutip Pertamina Patra Niaga, harga ini tidak berubah dari September, dan harga BBM bersubsidi seperti Pertalite akan mengikuti kebijakan pemerintah dan tetap hingga akhir 2026. Harga di luar Jakarta atau di SPBU swasta bisa berbeda, jadi ubah harga BBM bila Anda mengisi di tempat lain.
Tabel biaya bensin menurut jarak
Biaya sekali jalan dan pulang-pergi pada konsumsi 13 km/L dan harga Rp10.000/L. Jika Anda mengubah konsumsi atau harga di kalkulator, tabel di bawahnya ikut dihitung ulang dengan nilai yang sama.
| Jarak sekali jalan | Sekali jalan | Pulang-pergi | BBM pulang-pergi |
|---|---|---|---|
| 10 km | Rp7.692 | Rp15.385 | 1,54 L |
| 20 km | Rp15.385 | Rp30.769 | 3,08 L |
| 50 km | Rp38.462 | Rp76.923 | 7,69 L |
| 100 km | Rp76.923 | Rp153.846 | 15,38 L |
| 150 km | Rp115.385 | Rp230.769 | 23,08 L |
| 200 km | Rp153.846 | Rp307.692 | 30,77 L |
| 300 km | Rp230.769 | Rp461.538 | 46,15 L |
| 400 km | Rp307.692 | Rp615.385 | 61,54 L |
| 500 km | Rp384.615 | Rp769.231 | 76,92 L |
Pada jarak 10 km, biaya sekali jalan Rp7.692 (dari Rp7.692,3), sedangkan pulang-pergi Rp15.385 (dari Rp15.384,6). Kalkulator menghitung total jarak pulang-pergi sekaligus, bukan menggandakan angka yang sudah dibulatkan, sehingga selisih Rp1 bisa muncul.
Jika satuan konsumsi BBM berbeda
Kalkulator ini menerima km/L. Spesifikasi mobil impor atau data luar negeri kadang memakai L/100 km atau mpg. L/100 km adalah banyaknya BBM untuk menempuh 100 km, sehingga angka yang lebih kecil berarti lebih irit.
| Tertulis | Cara mengubah | km/L |
|---|---|---|
| 5 L/100 km | 100 ÷ 5 | 20 |
| 6,5 L/100 km | 100 ÷ 6,5 | 15,38 |
| 8 L/100 km | 100 ÷ 8 | 12,5 |
| 10 L/100 km | 100 ÷ 10 | 10 |
Untuk mpg Amerika Serikat, kalikan dengan 0,4251437 untuk mendapat km/L (tabel konversi NIST). Angka itu berasal dari 1 mil = 1,609344 km dan 1 galon AS = 3,785412 L, sehingga 30 mpg setara sekitar 12,75 km/L. Galon Inggris (sekitar 4,546 L) lebih besar, jadi koefisien yang sama tidak berlaku untuk mpg Inggris.
Kesalahan yang sering terjadi
- Menghitung pulang-pergi dua kali: bila Anda mengisi jarak pulang-pergi dari aplikasi peta lalu memilih "Pulang-pergi", jaraknya dihitung empat kali sekali jalan, artinya dua kali lipat dari yang seharusnya. Jika sudah tahu jarak pulang-pergi, isi angka itu dan pilih "Sekali jalan".
- Mengisi nominal isi bensin sebagai harga: kolom harga BBM berisi harga per liter. Jika Anda mengisi Rp100.000 karena baru membeli bensin senilai itu, hasilnya akan membengkak jauh dari kenyataan.
- Merata-ratakan konsumsi dua rute: bila 100 km dalam kota 8 km/L dan 100 km di tol 16 km/L, BBM yang terpakai 12,5 L + 6,25 L = 18,75 L, sehingga konsumsi keseluruhan 200 km ÷ 18,75 L = sekitar 10,67 km/L. Rata-rata sederhana 12 km/L membuat pemakaian terhitung hanya 16,67 L, dan biaya dengan Pertalite menjadi Rp166.667, padahal sebenarnya Rp187.500. Hitung per ruas lalu jumlahkan.
- Memakai jarak lurus: jarak garis lurus antar dua titik lebih pendek daripada jarak jalan sebenarnya. Isi jarak rute dari aplikasi peta.
- Memakai konsumsi sesaat: angka yang sebentar muncul di dasbor saat melaju stabil di tol hanya nilai pada saat itu. Isi rata-rata seluruh rute, termasuk berhenti, macet, dan tanjakan.
Batasan dan hal yang perlu diperhatikan
- Kalkulator tidak mencari rute dari alamat. Anda perlu mengisi jarak jalan yang dilihat di aplikasi peta, dan jarak garis lurus akan membuat biaya terhitung terlalu kecil.
- Nilai awal harga BBM adalah harga Pertamina di Jakarta yang berlaku 1 Oktober 2026, bukan harga waktu nyata. Bila tanggalnya sudah lewat atau Anda di daerah lain, ganti dengan harga di SPBU Anda.
- Satu angka konsumsi BBM dipakai untuk seluruh jarak. Macet, kecepatan, cuaca, AC, dan beban muatan mengubah konsumsi sebenarnya, jadi hasilnya hanya perkiraan.
- Biaya mengisi daya mobil listrik dan bagian listrik pada mobil hybrid tidak dihitung. Asuransi, pajak kendaraan, servis, dan penyusutan juga tidak termasuk.
- Bagian per orang dibulatkan ke atas ke rupiah, sehingga uang yang terkumpul bisa sedikit lebih besar daripada total bila tidak habis dibagi.
Tanggal acuan Nilai awal harga BBM adalah harga Pertamina di Jakarta yang berlaku 1 Oktober 2026 (Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp15.950, Solar subsidi Rp6.800 per liter), dibaca dari pemberitaan CNN Indonesia pada 14 Oktober 2026. Koefisien satuan memakai NIST SP 811 lampiran B.9.
Sumber
- 01CNN Indonesia: harga BBM 1 Oktober 2026 (keterangan Pertamina Patra Niaga)Jakarta: Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp15.950, Solar subsidi Rp6.800 per liter; tidak berubah dari September (nilai awal kalkulator)
- 02NIST Special Publication 811, Appendix B.9: Factors for units listed by kind of quantitymile per gallon (U.S.) → km/L 0,4251437; L/100 km = 235,215 ÷ mpg; 1 mil = 1,609344 km
- 03FuelEconomy.gov (Departemen Energi dan EPA AS): Driving More EfficientlyMengemudi agresif dapat menurunkan konsumsi BBM sekitar 15% sampai 30% di jalan raya dan 10% sampai 40% di lalu lintas padat merayap
Pertanyaan yang sering diajukan
Bagaimana cara menghitung biaya bensin?
Bagi total jarak dengan konsumsi BBM untuk mendapat jumlah liter, lalu kalikan dengan harga per liter. Pulang-pergi dengan jarak sekali jalan 150 km berarti 300 km. Pada 13 km/L, itu 23,08 liter, dan dengan Pertalite Rp10.000/L biayanya Rp230.769.
Berapa biaya bensin per km?
Harga BBM dibagi konsumsi BBM. Pada 13 km/L dan Pertalite Rp10.000/L, biayanya Rp769 per km. Angka ini tidak bergantung pada jarak, sehingga cukup dikalikan jarak yang akan ditempuh untuk memperkirakan biaya bensinnya.
Berapa biaya bensin berangkat-pulang kerja sebulan?
Jika jarak sekali jalan 20 km dan Anda menyetir 22 hari pulang-pergi, total 880 km. Pada 13 km/L dan Pertalite Rp10.000/L, BBM yang terpakai 67,69 liter dan biayanya Rp676.923, atau Rp30.769 per hari. Pilih pulang-pergi dan isi jumlah pengulangan dengan hari menyetir.
Bagaimana mengisi jarak jika saya sudah tahu jarak pulang-pergi?
Isi jarak pulang-pergi itu pada kolom jarak sekali jalan, lalu pilih "Sekali jalan". Jika Anda tetap memilih "Pulang-pergi", jarak dikalikan dua dan biayanya menjadi dua kali lipat. Bila rute pergi dan pulang berbeda, jumlahkan kedua jarak lalu pilih "Sekali jalan".
Bagaimana cara patungan biaya bensin?
Isi jumlah orang, dan kalkulator membagi total biaya bensin ditambah tol dan parkir. Hasilnya dibulatkan ke atas ke rupiah agar uang terkumpul tidak kurang. Biaya bensin pulang-pergi Rp230.769 ditambah tol Rp150.000 menjadi Rp380.769, dan jika dibagi 4 orang, masing-masing membayar Rp95.193.
Jika saya mengisi bensin Rp100.000, apakah harga BBM diisi 100.000?
Tidak. Kolom harga BBM berisi harga per liter, bukan jumlah uang yang Anda bayar di SPBU. Lihat harga per liter di papan SPBU, misalnya Rp10.000 untuk Pertalite. Uang yang dibayar saat mengisi juga bisa berbeda dari biaya perjalanan karena masih ada sisa BBM di tangki.
Bagaimana mengubah konsumsi BBM dari L/100 km atau mpg ke km/L?
Untuk L/100 km, bagi 100 dengan angkanya: 6,5 L/100 km sama dengan sekitar 15,38 km/L. Untuk mpg Amerika Serikat, kalikan dengan 0,4251437 (tabel konversi NIST), sehingga 30 mpg sekitar 12,75 km/L.
Apakah biaya mengisi daya mobil listrik bisa dihitung di sini?
Tidak. Kalkulator ini hanya menghitung BBM yang dibeli per liter, yaitu Pertalite, Solar, dan Pertamax. Mobil listrik dihitung dengan km/kWh dan tarif per kWh, sehingga satuannya tidak cocok. Untuk membandingkan seluruh biaya, gunakan kalkulator biaya kepemilikan mobil.