Alat yang Anda butuhkan, siap dipakai

Kalkulator Konsumsi BBM

Konsumsi BBM adalah jarak tempuh dibagi BBM yang terpakai. Setelah isi penuh, mobil menempuh 280 km, lalu isi penuh berikutnya memasukkan 20 L: konsumsinya 14,00 km/L atau 7,14 L/100 km. Untuk beberapa kali pengisian, tambahkan segmen dan kalkulator menghitung rata-rata dari total jarak ÷ total liter. Isi harga BBM untuk melihat biaya per km, atau klaim konsumsi pabrikan (opsional) untuk melihat persentasenya.

Terakhir diperbarui 2026-10-15Semua perhitungan terjadi di browser Anda
Input jumlah BBM
  1. 1
Satu segmen adalah jarak dari isi penuh sampai isi penuh berikutnya. Jika tidak ada trip meter, masukkan odometer sekarang dikurangi odometer pengisian sebelumnya. Anda bisa memasukkan sampai 10 segmen.
Jika brosur atau spesifikasi kendaraan mencantumkan angka konsumsi, masukkan di sini agar terlihat berapa persen konsumsi nyata Anda dari angka itu.Jika harga diisi, biaya BBM per km ikut dihitung. Nilai pada tombol adalah harga Pertamina di Jakarta yang berlaku 1 Oktober 2026 (Rp/L).

    Konsumsi satu segmen berubah mengikuti jalan, kecepatan, cuaca, dan muatan pada segmen itu. Makin banyak catatan pengisian yang digabung, makin dekat hasilnya dengan konsumsi harian mobil Anda.

    Hitung biaya BBM dengan konsumsi ini
    Jarak dengan 1 liter BBM

    Konsumsi per segmen

      Terakhir diperbarui 2026-10-15Masukan Anda tidak disimpan

      Standar ROBERINAlat yang Anda butuhkan,
      siap dipakai.
      • Jelas sekilasPosisi input dan hasil terlihat jelas.
      • Hasil lebih duluAngka utama tampil dulu; prosesnya hanya saat dibutuhkan.
      • Minta lebih sedikitTanpa pendaftaran atau data yang tidak perlu.

      Menempuh 280 km dan mengisi 20 L berarti konsumsi BBM 14,00 km/L

      Konsumsi BBM adalah jarak tempuh dibagi jumlah BBM yang terpakai selama menempuh jarak itu. Setelah isi penuh, mobil menempuh 280 km, lalu pada isi penuh berikutnya masuk 20 L. Hasilnya 280 ÷ 20 = 14,00 km/L. Jika dinyatakan per 100 km, 20 ÷ 280 × 100 = 7,14 L/100 km. Cara ini disebut metode isi penuh ke isi penuh (full to full).

      Contoh pada kalkulator di atas adalah tiga catatan isi penuh. Anda menempuh 310 km dengan 24,2 L, 285 km dengan 21,6 L, dan 340 km dengan 27,9 L. Totalnya 935 km dengan 73,7 L, sehingga konsumsi rata-ratanya 935 ÷ 73,7 = 12,69 km/L, atau 7,88 L/100 km. Dengan harga Pertalite Rp10.000/L, biaya BBM per km adalah Rp788 dan biaya tiga segmen itu Rp737.000. Bagian berikut menjelaskan kapan konsumsi nyata perlu dihitung, langkah mengukurnya, cara merata-ratakan beberapa pengisian, cara menghitung dari uang yang dibayar, konversi satuan, alasan angka klaim pabrikan berbeda dari kondisi nyata, dan biaya BBM per km.

      Kapan sebaiknya konsumsi nyata dihitung?

      • Saat ingin tahu kondisi mobil: jika konsumsi di rute harian yang sama turun jelas, itu alasan untuk memeriksa tekanan ban, barang di bagasi, dan jadwal servis. Bandingkan rata-rata dari beberapa segmen dengan rata-rata sebelumnya, bukan satu angka saja.
      • Saat ingin melihat efek kebiasaan mengemudi: FuelEconomy.gov (Departemen Energi dan EPA Amerika Serikat) menyebut mengemudi agresif dapat menurunkan efisiensi BBM (km/L) sekitar 15% sampai 30% di jalan raya dan 10% sampai 40% di lalu lintas padat merayap. Bandingkan rata-rata beberapa segmen sebelum dan sesudah Anda mengubah cara mengemudi.
      • Saat menyusun anggaran BBM: angka konsumsi klaim pabrikan bukan hasil perjalanan Anda sendiri, jadi bisa berbeda dari pemakaian sehari-hari. Jika angka dari mobil Anda sendiri dimasukkan ke kalkulator biaya BBM, anggaran perjalanan atau ke kantor menjadi lebih realistis.
      • Saat ingin menguji rata-rata di dasbor: reset rata-rata konsumsi di dasbor ketika mengisi penuh, lalu bandingkan dengan hasil kalkulator ini pada isi penuh berikutnya. Anda akan tahu apakah dasbor menampilkan angka lebih baik dari kenyataan.

      Langkah mengukur dengan metode isi penuh

      Cara paling sederhana untuk mengukur konsumsi nyata adalah menjadikan jarak antara dua isi penuh sebagai satu segmen. Panduan FuelEconomy.gov untuk menghitung mpg memakai urutan yang sama: isi tangki sampai penuh, catat angka odometer, lalu pada pengisian penuh berikutnya bagi jarak yang ditempuh dengan jumlah BBM yang masuk.

      LangkahYang dilakukanContoh
      1. Isi penuh pertamaIsi sampai nozel pompa berhenti sendiri, lalu nolkan trip meter atau catat odometer.Odometer 42.150 km
      2. Berkendara seperti biasaPakai mobil seperti biasa sampai lebih dari separuh isi tangki terpakai.Ke kantor, belanja
      3. Isi penuh berikutnyaIsi dengan cara yang sama sampai nozel berhenti, lalu catat jumlah liter di mesin pompa atau struk.20 L
      4. Cek jarakBaca trip meter, atau kurangkan dua angka odometer.42.430 − 42.150 = 280 km
      5. HitungJarak tempuh ÷ jumlah BBM280 ÷ 20 = 14,00 km/L

      Kuncinya adalah mengisi penuh di awal dan akhir dengan standar yang sama. Kalau Anda menambah BBM paksa setelah nozel berhenti, jumlah liter segmen yang baru berakhir menjadi besar dan segmen berikutnya menjadi kecil. Makin banyak BBM yang masuk, makin kecil pengaruh selisih posisi berhenti nozel, jadi mengukur setelah tangki terpakai lebih dari separuh memberi hasil yang lebih stabil.

      Rata-rata dari beberapa kali pengisian

      Jika Anda punya beberapa catatan, jangan jumlahkan konsumsi tiap segmen lalu bagi dengan banyaknya segmen. Jumlahkan seluruh jarak tempuh, jumlahkan seluruh BBM, lalu bagi keduanya. Kalkulator memakai cara ini saat Anda menekan “Tambah segmen” dan mengisi beberapa baris.

      SegmenJarak tempuhJumlah BBMKonsumsi segmen
      Segmen 1300 km20 L15,00 km/L
      Segmen 2300 km30 L10,00 km/L
      Rata-rata sederhana dari konsumsi segmen (cara yang salah)--12,50 km/L
      Rata-rata gabungan (cara yang benar)600 km50 L12,00 km/L

      Rata-rata sederhana lebih tinggi karena segmen yang memakai 20 L dan segmen yang memakai 30 L dihitung sama bobotnya. Kenyataannya mobil menempuh 600 km dengan 50 L, jadi setiap liter menghasilkan 12 km. Pada tiga segmen contoh kalkulator, konsumsinya berdekatan sehingga selisih rata-rata sederhana (12,73 km/L) dan gabungan (12,69 km/L) kecil. Selisihnya membesar bila perjalanan jauh di tol bercampur dengan perjalanan pendek dalam kota.

      Jika di antara dua isi penuh ada pengisian kecil, jangan hitung pengisian kecil itu sebagai segmen sendiri. Untuk urutan penuh → Rp100.000 → penuh, anggap jarak dari isi penuh pertama sampai isi penuh terakhir sebagai satu segmen, lalu jumlahkan semua liter yang masuk di antaranya.

      Jika yang diketahui hanya uang yang dibayar

      Jika Anda mengisi dengan nominal rupiah dan tidak mencatat liternya, ubah input jumlah BBM menjadi “Uang yang dibayar” dan isi harga per liter. Kalkulator menghitung jumlah BBM dari uang ÷ harga per liter, lalu menghitung konsumsinya. Misalnya Rp100.000 dengan harga Pertalite Rp10.000/L menghasilkan 100.000 ÷ 10.000 = 10 L, dan jika mobil menempuh 150 km dengan BBM itu, konsumsinya 15,00 km/L.

      Namun harga per liter bisa berbeda antar-SPBU dan antar-tanggal. Jika Anda membagi dengan jumlah uang setelah diskon atau potongan promo, liter yang keluar menjadi lebih kecil dari kenyataan. Masukkan uang dan harga dengan acuan yang sama, misalnya sama-sama sebelum diskon. Kalau struk mencantumkan liter, pakai angka itu karena lebih akurat.

      Mengubah km/L, L/100 km, dan mpg

      Di Indonesia konsumsi BBM biasanya dinyatakan dalam km/L, sedangkan Eropa memakai L/100 km (BBM yang dipakai untuk 100 km) dan Amerika Serikat serta Inggris memakai mpg (mil per galon). L/100 km sama dengan 100 ÷ km/L. Untuk mpg, gunakan 1 mil = 1,609344 km, 1 galon AS = 3,785411784 L, dan 1 galon Inggris = 4,54609 L (NIST SP 811). Dengan begitu mpg AS = km/L × 2,352 dan mpg Inggris = km/L × 2,825.

      km/LL/100 kmmpg ASmpg Inggris
      812,5018,8222,60
      1010,0023,5228,25
      128,3328,2333,90
      156,6735,2842,37
      205,0047,0456,50
      254,0058,8070,62

      Galon Inggris sekitar 1,2 kali lebih besar daripada galon AS, sehingga mobil yang sama tercatat sekitar 20% lebih tinggi dalam mpg Inggris. Saat membaca ulasan mobil luar negeri, pastikan dulu galon negara mana yang dipakai. Pada L/100 km, angka yang lebih kecil berarti lebih irit, jadi arahnya berlawanan dengan km/L dan mpg.

      Mengapa konsumsi nyata berbeda dari angka klaim pabrikan?

      Angka konsumsi klaim pabrikan tidak dihitung dari jalan yang Anda lalui, jadi wajar bila berbeda dari hasil hitungan Anda. Sebagai contoh, FuelEconomy.gov menjelaskan bahwa estimasi EPA didasarkan pada uji standar yang dirancang mencerminkan kondisi dan perilaku mengemudi “umum”, tetapi beberapa faktor dapat memengaruhi hasilnya secara signifikan. Estimasi itu berguna untuk membandingkan mobil, namun tidak selalu tepat memprediksi konsumsi yang akan Anda dapat.

      Karena itu, kolom klaim pabrikan di kalkulator ini bersifat opsional dan hanya untuk gambaran selisih. Jika Anda memasukkan angka dari brosur, kalkulator menunjukkan konsumsi nyata sebagai persen dari angka itu. Contoh hitung: jika brosur mencantumkan 15 km/L dan catatan tiga segmen tadi menghasilkan 12,69 km/L, konsumsi nyata adalah 84,6% dari klaim, dengan selisih −2,31 km/L.

      ItemNilaiHitungan
      Klaim konsumsi pabrikan (contoh)15 km/LAngka di brosur
      Konsumsi nyata (tiga segmen)12,69 km/L935 ÷ 73,7
      Persentase dari klaim84,6%12,69 ÷ 15
      Selisih−2,31 km/L12,69 − 15

      Perbedaan jalan, kemacetan, suhu, pemakaian AC, dan muatan membuat kondisi sehari-hari tidak sama dengan kondisi uji. Selisih yang besar belum tentu tanda kerusakan. Yang lebih berguna adalah melihat apakah rata-rata beberapa segmen dengan kondisi serupa turun dari biasanya.

      Rata-rata konsumsi di dasbor juga bisa berbeda dari catatan pengisian, karena mobil menghitungnya sendiri dengan cara dan periode yang berbeda. Untuk membandingkan keduanya, reset dasbor pada saat isi penuh agar segmennya sama.

      Biaya BBM per km dari konsumsi dan harga BBM

      Biaya BBM per km sama dengan harga per liter ÷ konsumsi. Tabel di bawah memakai harga Pertamina di Jakarta yang berlaku 1 Oktober 2026 (Pertalite Rp10.000, Pertamax Rp15.950, Solar subsidi Rp6.800 per liter). Konsumsi yang sama akan menghasilkan biaya per km berbeda jika harga BBM berbeda. Namun mobil berbahan bakar solar dan mobil Pertamax biasanya punya konsumsi berbeda dari mobil Pertalite, jadi tiga kolom pada satu baris hanyalah nilai perbandingan bila yang diganti cuma harga BBM-nya.

      KonsumsiPertalitePertamaxSolar
      8 km/LRp1.250Rp1.994Rp850
      10 km/LRp1.000Rp1.595Rp680
      12 km/LRp833Rp1.329Rp567
      15 km/LRp667Rp1.063Rp453
      20 km/LRp500Rp798Rp340

      Jika konsumsi mobil Pertalite naik dari 10 km/L menjadi 12 km/L, biaya BBM per km turun dari Rp1.000 menjadi Rp833. Untuk 15.000 km per tahun, penghematannya 10.000 × 15.000 × (1/10 − 1/12) = Rp2.500.000. Untuk memperkirakan biaya perjalanan berikutnya dengan konsumsi yang sudah Anda ukur, tekan tombol “Hitung biaya BBM dengan konsumsi ini” di bawah hasil. Angka konsumsi akan dibawa ke kalkulator biaya BBM.

      Kesalahan yang sering terjadi

      • Memasukkan liter di awal segmen: kolom jumlah BBM diisi dengan liter pada isi penuh yang menutup segmen. Liter pada isi penuh pertama adalah BBM yang dipakai di segmen sebelumnya.
      • Menganggap pengisian kecil di tengah sebagai satu segmen: segmen yang tidak berakhir dengan tangki penuh punya BBM terpakai yang berbeda dari BBM yang diisi. Gabungkan sampai isi penuh berikutnya menjadi satu segmen.
      • Merata-ratakan konsumsi tiap segmen secara sederhana: rata-rata yang benar adalah total jarak ÷ total BBM. Rata-rata 300 km dengan 20 L dan 300 km dengan 30 L adalah 12 km/L, bukan 12,5 km/L.
      • Mengisi uang yang dibayar di kolom liter: di kolom liter, titik dibaca sebagai koma desimal, jadi 100.000 terbaca 100 L dan 50.000 terbaca 50 L tanpa galat. Hasilnya bisa tampak wajar sehingga kesalahan mudah terlewat; peringatan hanya muncul jika konsumsinya di bawah 2 km/L atau di atas 50 km/L. Untuk memakai uang, ubah input menjadi “Uang yang dibayar”.
      • Menilai dari satu segmen pendek: pada segmen 50 km, selisih posisi berhenti nozel sebesar 0,5 L sudah mengubah hasil dari 12,50 km/L (4 L) menjadi 11,11 km/L (4,5 L). Gabungkan beberapa catatan pendek.

      Batasan dan catatan

      • Kalkulator hanya menghitung catatan yang Anda masukkan dan tidak menyimpannya. Untuk membuka catatan yang sama lagi, simpan tautan hasil “Salin tautan”. Isian hanya berada di alamat tautan dan tidak dikirim ke server.
      • Mobil listrik (km/kWh) dan mobil hidrogen (km/kg) memakai satuan lain sehingga tidak dihitung di sini. Pada mobil hibrida plug-in, jarak yang ditempuh dengan listrik hasil pengisian ikut dibagi dengan liter, sehingga hasilnya lebih tinggi daripada efisiensi BBM yang sebenarnya.
      • Posisi berhenti nozel, cuaca, muatan, dan pemakaian AC membuat konsumsi tiap segmen berbeda walau mobilnya sama. Nilai satu segmen hanya hasil segmen itu.
      • Persentase terhadap klaim pabrikan hanya gambaran selisih antara kondisi uji dan jalan nyata, bukan penilaian ada tidaknya kerusakan.
      • Tombol harga BBM bukan harga waktu nyata, melainkan harga Pertamina di Jakarta yang berlaku 1 Oktober 2026. Jika harga di SPBU Anda berbeda, isi sendiri.

      Tanggal acuan Harga BBM adalah harga Pertamina di Jakarta yang berlaku 1 Oktober 2026, sama dengan kalkulator biaya BBM. Faktor konversi satuan memakai NIST SP 811 Lampiran B.9, dan penjelasan metode isi penuh serta alasan selisih konsumsi bersumber dari FuelEconomy.gov.

      Sumber

      Pertanyaan yang sering diajukan

      Bagaimana cara menghitung konsumsi BBM?

      Bagi jarak tempuh dengan jumlah BBM yang terpakai selama jarak itu. Jika setelah isi penuh mobil menempuh 280 km dan isi penuh berikutnya memasukkan 20 L, konsumsinya 280 ÷ 20 = 14,00 km/L. Dalam L/100 km, 20 ÷ 280 × 100 = 7,14 L.

      Bagaimana menghitung konsumsi rata-rata dari beberapa kali isi?

      Jangan jumlahkan konsumsi tiap segmen lalu bagi banyaknya segmen. Jumlahkan seluruh jarak lalu bagi dengan jumlah seluruh liter. Gabungan 300 km dengan 20 L (15 km/L) dan 300 km dengan 30 L (10 km/L) menghasilkan 600 km ÷ 50 L = 12 km/L, bukan rata-rata sederhana 12,5 km/L.

      Bisakah konsumsi dihitung jika hanya tahu uang yang dibayar?

      Bisa, asal harga per liternya diketahui. Ubah input menjadi uang yang dibayar dan isi harga BBM, lalu liter dihitung dari uang ÷ harga. Rp100.000 dengan Pertalite Rp10.000/L menghasilkan 10 L, dan jika menempuh 150 km, konsumsinya 15,00 km/L. Jika struk mencantumkan liter, angka itu lebih akurat.

      Bagaimana jika pengisiannya tidak sampai penuh?

      Jumlah BBM dari pengisian itu tidak bisa langsung dipakai karena hasilnya menjadi meleset. Jika di tengah hanya mengisi sedikit, jangan hitung pengisian itu sendiri. Jumlahkan jarak sampai isi penuh berikutnya dan seluruh liter yang masuk di antaranya sebagai satu segmen. Awal dan akhir segmen harus sama-sama isi penuh.

      Apakah konsumsi lebih boros dari klaim pabrikan berarti ada masalah?

      Angka ini saja belum cukup untuk menyimpulkan. FuelEconomy.gov menjelaskan bahwa estimasi EPA berasal dari uji standar yang mencerminkan kondisi mengemudi umum, berguna untuk membandingkan mobil, tetapi belum tentu memprediksi MPG rata-rata yang Anda dapat. Lihat apakah rata-rata beberapa segmen dengan kondisi serupa turun dari biasanya.

      Bagaimana mengubah km/L ke L/100 km atau mpg?

      L/100 km sama dengan 100 ÷ km/L. mpg standar AS sama dengan km/L × 2,352 dan mpg Inggris sama dengan km/L × 2,825. Maka 12,5 km/L adalah 8,00 L/100 km, 29,40 mpg AS, dan 35,31 mpg Inggris. Untuk angka mpg dari sumber luar negeri, pastikan galon negara mana yang dipakai.

      Mengapa hasilnya berbeda dari rata-rata konsumsi di dasbor?

      Rata-rata di dasbor dihitung sendiri oleh mobil sehingga cara dan periodenya bisa berbeda dari catatan pengisian. Untuk membandingkan, reset rata-rata di dasbor saat isi penuh, lalu bandingkan dengan hasil kalkulator pada isi penuh berikutnya.

      Bagaimana menghitung biaya BBM per km?

      Bagi harga BBM per liter dengan konsumsi. Mobil dengan konsumsi 12 km/L dan Pertalite Rp10.000/L (harga Pertamina di Jakarta, 1 Oktober 2026) memerlukan Rp833 per km, dan untuk 1.000 km sekitar Rp833.333. Isi harga di kalkulator dan hasilnya langsung muncul.