Alat yang Anda butuhkan, siap dipakai

Kalkulator Inflasi

Pilih jumlah uang dan dua waktu, lalu lihat berapa rupiah yang dibutuhkan untuk membeli barang yang sama. Kalkulator memakai rata-rata tahunan Indeks Harga Konsumen Indonesia 1970 sampai 2025 dan indeks bulan terbaru, lalu menunjukkan berapa persen harga naik, berapa rata-rata per tahun, dan seberapa turun daya beli jumlah yang sama. Dengan asumsi inflasi tetap per tahun, Anda juga bisa menghitung uang yang dibutuhkan nanti dan nilai sekarang dari uang yang akan diterima.

Terakhir diperbarui 2026-10-16Semua perhitungan terjadi di browser Anda
Cara hitung
Isi contoh

Harga sebenarnya dihitung dari rata-rata tahunan Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia dan nilai bulan terbaru yang sudah dipublikasikan. Dengan asumsi laju inflasi, angka yang Anda masukkan dianggap berlaku sama setiap tahun. Perhitungan berjalan di peramban, dan angka yang Anda isi hanya tersimpan di alamat tautan untuk berbagi.

Nilai yang sama

    Indeks harga konsumen mengukur perubahan rata-rata harga barang dan jasa yang dibeli rumah tangga. Harga aset seperti tanah, rumah, atau saham tidak ikut dihitung, dan pola belanja tiap keluarga berbeda, sehingga inflasi yang Anda rasakan bisa berbeda dari angkanya.

    Terakhir diperbarui 2026-10-16Masukan Anda tidak disimpan

    Standar ROBERINAlat yang Anda butuhkan,
    siap dipakai.
    • Jelas sekilasPosisi input dan hasil terlihat jelas.
    • Hasil lebih duluAngka utama tampil dulu; prosesnya hanya saat dibutuhkan.
    • Minta lebih sedikitTanpa pendaftaran atau data yang tidak perlu.

    Rp1.000.000 pada tahun 2000 setara dengan Rp4.154.330 pada September 2026

    Kalkulator penyesuaian inflasi mengubah uang suatu tahun menjadi uang tahun lain, sehingga Anda tahu berapa rupiah yang dibutuhkan sekarang untuk membeli barang dan jasa yang sama. Dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) Indonesia, rata-rata tahun 2000 adalah 44,016 (2010=100) dan September 2026 adalah 182,857. Harga naik 315,4% selama itu, jadi Rp1.000.000 pada tahun 2000 setara dengan Rp4.154.330 sekarang, atau rata-rata naik 5,58% per tahun. Sebaliknya, Rp1.000.000 sekarang hanya membeli setara Rp240.713 uang tahun 2000, sehingga daya beli jumlah yang sama turun 75,9%.

    Kalkulator ini punya dua cara hitung. "Harga sebenarnya" memakai rata-rata tahunan IHK 1970 sampai 2025 dan IHK bulan terbaru untuk menukar uang masa lalu dengan uang sekarang, dan sebaliknya. "Asumsi laju inflasi" menganggap harga naik dengan persentase tetap setiap tahun, lalu menghitung uang yang dibutuhkan nanti atau nilai sekarang dari uang yang akan diterima. Bagian di bawah membahas kapan hitungan ini diperlukan, rumusnya, tabel per 10 tahun, tahun-tahun inflasi tinggi, alasan angka bisa berbeda dari yang Anda rasakan, asumsi masa depan, kesalahan umum, dan batasannya.

    Kapan hitungan ini diperlukan

    Jumlah rupiah yang sama membeli barang yang berbeda dari tahun ke tahun, sehingga membandingkan angka dari tahun yang berbeda tanpa penyesuaian bisa menyesatkan. Saat membandingkan gaji orang tua dulu, uang kuliah atau sewa rumah di masa lalu, piutang lama, atau tabungan yang disimpan bertahun-tahun, ubah dulu ke uang tahun yang sama. Misalnya, belanja Rp100.000 pada 1990 setara dengan Rp1.445.167 pada September 2026. Rasa "dulu murah" sebagian besar berasal dari selisih harga ini.

    Hitungan yang sama dipakai untuk rencana ke depan. Dana pensiun atau biaya pendidikan anak yang akan dipakai 10 atau 20 tahun lagi tidak cukup jika targetnya memakai angka hari ini. Dengan inflasi 2,5% per tahun, barang senilai Rp100.000.000 sekarang butuh Rp128.008.454 sepuluh tahun lagi, dan Rp100.000.000 yang diterima sepuluh tahun lagi nilainya setara Rp78.119.840 uang sekarang. Saat menilai kenaikan gaji atau bunga deposito, bandingkan juga dengan inflasi supaya jelas apakah daya beli Anda benar-benar naik.

    Cara menghitung

    1. Pilih cara hitung: harga sebenarnya atau asumsi laju inflasi.
    2. Isi jumlah uang dalam rupiah. Titik pemisah ribuan muncul otomatis saat Anda mengetik.
    3. Pada harga sebenarnya, pilih waktu asal (uang saat itu) dan waktu pembanding (uang yang dituju). Tahun berarti rata-rata 12 bulan, dan pilihan teratas adalah bulan terbaru dengan IHK yang sudah dipublikasikan. Tombol di tengah menukar kedua waktu sehingga hitungan berbalik arah.
    4. Pada asumsi laju inflasi, isi inflasi per tahun dan jangka waktu (tahun), lalu pilih apakah yang dihitung uang yang dibutuhkan nanti atau nilai sekarang dari uang nanti.
    5. Hasilnya tampil sebagai angka besar berisi nilai yang sama, dua batang membandingkan besar uang di kedua waktu, dan baris di bawahnya menunjukkan kenaikan harga, inflasi rata-rata per tahun, daya beli jumlah yang sama, dan faktor konversi. Grafik di bawahnya menampilkan nilai yang sama per waktu sebagai garis dan inflasi tiap tahun sebagai batang. Mengklik kotak "nilai yang sama tiap 10 tahun" menjadikan tahun itu waktu pembanding.

    Rumusnya nilai yang sama = jumlah uang × indeks waktu pembanding ÷ indeks waktu asal. Untuk Rp1.000.000 tahun 2000 menjadi uang September 2026: 1.000.000 × 182,857 ÷ 44,016 = Rp4.154.330. Inflasi rata-rata per tahun adalah rasio indeks yang dihitung majemuk selama periodenya: (182,857 ÷ 44,016)1 ÷ 26,2 − 1 = 5,58%. Rata-rata tahunan diletakkan di tengah tahun (awal Juli) dan indeks bulanan di tengah bulannya, sehingga tahun 2000 sampai September 2026 adalah sekitar 26,2 tahun.

    Indeks Harga Konsumen mengukur perubahan harga barang dan jasa yang dibeli rumah tangga. Menurut Bank Indonesia, IHK disusun oleh BPS dengan klasifikasi COICOP 2018 dalam 11 kelompok pengeluaran, dari makanan, minuman, dan tembakau sampai pendidikan dan perawatan pribadi. Kalkulator hanya memakai rasio dua titik waktu, sehingga hasilnya sama berapa pun tahun dasar indeksnya.

    Satu hal penting tentang datanya: deret tahunan 1970 sampai 2025 berasal dari Bank Dunia (indikator FP.CPI.TOTL, 2010=100, dari statistik keuangan internasional IMF yang bersumber dari BPS). Titik bulan terbaru, September 2026, dihubungkan ke deret itu memakai IHK BPS bulan tersebut (112,31 pada basis 2022=100) dibagi rata-rata IHK BPS 2025. Jadi kalkulator ini menyambung rata-rata tahunan Bank Dunia dengan satu bulan terbaru dari BPS.

    Nilai Rp1.000.000 per 10 tahun

    Tabel berikut menunjukkan nilai Rp1.000.000 pada tiap tahun dalam uang September 2026, inflasi rata-rata per tahun sejak itu, dan nilai Rp1.000.000 September 2026 dalam uang tahun tersebut. Rp1.000.000 pada 1990 setara dengan lebih dari Rp14 juta sekarang, dan Rp1.000.000 sekarang hanya setara Rp69.196 uang tahun 1990.

    TahunIndeks harga konsumen (rata-rata tahunan)Rp1.000.000 tahun itu → uang September 2026Inflasi rata-rata per tahunRp1.000.000 September 2026 → uang tahun itu
    19701,155Rp158.317.7499,43%Rp6.316
    19752,814Rp64.981.1668,49%Rp15.389
    19805,554Rp32.923.4797,86%Rp30.373
    19858,826Rp20.717.9927,63%Rp48.267
    199012,653Rp14.451.6727,66%Rp69.196
    199519,388Rp9.431.4527,46%Rp106.028
    200044,016Rp4.154.3305,58%Rp240.713
    200568,685Rp2.662.2554,73%Rp375.621
    2010100Rp1.828.5703,79%Rp546.875
    2015132,301Rp1.382.1292,93%Rp723.522
    2020154,079Rp1.186.7742,80%Rp842.620
    2025176,047Rp1.038.6833,19%Rp962.758

    Semakin lama tahun asalnya, semakin tinggi inflasi rata-ratanya, karena periodenya memuat inflasi tinggi pada 1970-an dan krisis 1998. Dari 2010 sampai sekarang rata-ratanya sekitar 3,8% per tahun, dan sejak 2015 sekitar 2,9%.

    Tahun dengan inflasi tinggi dan rendah

    Inflasi tahunan dihitung dari rata-rata indeks tahun itu dibagi rata-rata indeks tahun sebelumnya. Data 1970 sampai 2025 mencatat inflasi tertinggi pada 1998 (58,5%), diikuti 1974 (40,5%), 1973 (31,0%), 1999 (20,5%), dan 1976 (19,8%). Bank Indonesia dalam kajiannya menulis bahwa pada krisis ekonomi dan keuangan 1997/98 inflasi melonjak hingga 58%, sejalan dengan angka rata-rata tahunan 1998 di sini. Setelah itu inflasi menurun. Dalam data ini, 2021 (1,6%) adalah yang terendah, disusul 2020 dan 2025 (masing-masing 1,9%) serta 2024 (2,2%). Tidak ada tahun dengan penurunan harga rata-rata sejak 1970.

    TahunInflasi (dibanding rata-rata tahun sebelumnya)Keterangan
    197331,0%
    197440,5%
    197619,8%
    199858,5%Krisis moneter 1997/98, tertinggi sejak 1970
    199920,5%
    200510,5%
    200613,1%
    20156,4%
    20201,9%
    20211,6%Terendah sejak 1970
    20224,2%
    20233,7%
    20242,2%
    20251,9%

    Batang di bagian bawah grafik kalkulator menampilkan angka ini. Batang di antara dua waktu yang Anda pilih berwarna lebih tua, dan tahun tertinggi dalam rentang itu diberi tanda. Dalam rentang waktu yang sama panjang, hasil kumulatifnya bisa sangat berbeda bergantung pada tahun-tahun yang dilewati.

    Mengapa terasa berbeda dari yang Anda rasakan

    • Keranjang rata-rata: IHK membobot barang dan jasa menurut pola belanja rata-rata rumah tangga. Keluarga yang porsi belanjanya besar untuk makanan, sewa, atau pendidikan merasakan kenaikan di pos itu lebih kuat daripada angka rata-rata.
    • Pangan dan harga yang diatur pemerintah: Menurut Bank Indonesia, BPS membagi inflasi menjadi inti, makanan bergejolak, dan harga yang diatur pemerintah, dan dua komponen terakhir kira-kira 40% dari IHK. Karena itu, harga cabai, beras, atau tarif listrik bisa mengubah angka inflasi cukup besar dari tahun ke tahun.
    • Harga aset tidak ikut: IHK mengukur harga barang dan jasa konsumsi. Kenaikan harga tanah, rumah, emas, atau saham adalah perubahan harga aset, bukan harga konsumsi, jadi tidak bisa dilihat dari kalkulator ini.
    • Keranjang berubah: Pembagian kelompok pengeluaran dan bobotnya diperbarui dari waktu ke waktu, dan BPS pernah mengganti tahun dasar. Keranjang belanja puluhan tahun lalu tidak sama dengan sekarang.

    Menghitung dengan asumsi inflasi masa depan

    Inflasi masa depan tidak ada yang tahu, jadi mode asumsi meminta Anda mengisi angka sendiri. Salah satu acuan adalah sasaran inflasi pemerintah yang dikoordinasikan dengan Bank Indonesia: 2,5% dengan kisaran lebih-kurang 1 poin persentase untuk 2025, 2026, dan 2027 (PMK No. 31 Tahun 2024). Tabel di bawah menunjukkan perubahan nilai Rp100.000.000 pada asumsi 2,5% dan 4% per tahun.

    AsumsiNilai sekarang dari Rp100.000.000 yang diterima nantiUang yang dibutuhkan nanti untuk barang senilai Rp100.000.000 sekarang
    2,5% per tahun · 10 tahun lagiRp78.119.840Rp128.008.454
    2,5% per tahun · 20 tahun lagiRp61.027.094Rp163.861.644
    2,5% per tahun · 30 tahun lagiRp47.674.269Rp209.756.758
    4% per tahun · 10 tahun lagiRp67.556.417Rp148.024.428
    4% per tahun · 20 tahun lagiRp45.638.695Rp219.112.314
    4% per tahun · 30 tahun lagiRp30.831.867Rp324.339.751

    Waktu sampai nilai uang tinggal separuh dapat diperkirakan dengan membagi 72 dengan inflasi per tahun. Pada 2,5%, perkiraannya 72 ÷ 2,5 = 28,8 tahun, sedangkan hitungan tepatnya 28,1 tahun. Pada 4%, perkiraannya 18 tahun, hitungan tepatnya 17,7 tahun. Baris "waktu sampai daya beli tinggal separuh" di kalkulator menampilkan nilai tepatnya.

    Kesalahan yang sering terjadi

    • Membagi kenaikan kumulatif dengan jumlah tahun: Harga naik 315,4% selama sekitar 26,2 tahun bukan berarti 12% per tahun. Harga naik secara majemuk, sehingga rata-ratanya 5,58% per tahun.
    • Mencampur rata-rata tahunan dan angka Desember: Inflasi tahunan dalam kalkulator membandingkan rata-rata tahun, sedangkan berita inflasi bulanan biasanya membandingkan bulan yang sama tahun lalu. Angkanya bisa berbeda untuk tahun yang sama.
    • Menganggap bulan terbaru sama dengan rata-rata tahun: Bulan terbaru adalah indeks satu bulan, sedangkan tahun adalah rata-rata 12 bulan. Memilih September 2026 berarti uang bulan itu, dan memilih 2025 berarti uang rata-rata tahun lalu. Rp1.000.000 September 2026 dalam uang 2025 adalah Rp962.758.
    • Menganggap perubahan tahun dasar mengubah hasil: Tahun dasar indeks bisa diganti, tetapi deret lama disambung dengan menskalakan ulang, jadi rasio dua titik waktu tetap sama.
    • Menyamakan penyesuaian inflasi dengan kenaikan gaji atau aset: Jika gaji naik lebih cepat daripada harga, daya beli Anda bertambah. Penyesuaian inflasi hanya membandingkan harga barang yang sama, bukan penghasilan atau kekayaan.

    Batasan

    • Hitungan memakai satu deret IHK untuk seluruh Indonesia. Perbedaan antarkota, antarbarang, dan pola belanja tiap keluarga tidak tercermin.
    • Deret historis adalah rata-rata tahunan Bank Dunia (data IMF yang bersumber dari BPS), disambung dengan satu bulan terbaru dari IHK BPS. Tahun hanya bisa dipilih sebagai rata-rata tahunan, dan bulan yang tersedia hanya September 2026 (182,857). Untuk membandingkan bulan tertentu pada tahun-tahun sebelumnya, gunakan tabel IHK bulanan dari BPS.
    • Pajak, bunga, dan hasil investasi tidak dihitung. Jika uang Anda tumbuh karena deposito atau investasi, masukkan jumlah yang sudah Anda hitung sendiri.
    • Hasil adalah perkiraan berbasis indeks harga dan bukan dasar hukum untuk ganti rugi, kontrak, atau sengketa.
    • Mode asumsi menganggap angka yang Anda isi berlaku sama setiap tahun, padahal inflasi nyata naik-turun.

    Tanggal acuan Indeks pada kalkulator dan teks ini diperiksa pada 2026-10-16: rata-rata tahunan IHK Indonesia dari Bank Dunia (2010=100) untuk 1970 sampai 2025, dan bulan terbaru September 2026 (182,857), yang dihitung dari IHK BPS. Angka akan diperbarui saat ada data bulan baru. Angka dalam tabel adalah hasil hitung kalkulator ini, dan asumsi seperti 2,5% atau 4% adalah contoh, bukan ramalan.

    Sumber

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Rp1.000.000 pada tahun 2000 sekarang setara berapa?

    Dengan IHK September 2026, nilainya Rp4.154.330. Harga naik 315,4% dari rata-rata indeks 2000 (44,016) ke September 2026 (182,857). Sebaliknya, Rp1.000.000 sekarang setara Rp240.713 uang tahun 2000.

    Bagaimana cara menghitung nilai uang karena inflasi?

    Kalikan jumlah uang dengan indeks waktu pembanding, lalu bagi dengan indeks waktu asal. Contohnya Rp100.000 pada 1990: 100.000 × 182,857 ÷ 12,653 = Rp1.445.167. Untuk mengubah uang sekarang ke masa lalu, tukar kedua waktu dan pakai rumus yang sama.

    Bagaimana inflasi rata-rata per tahun dihitung?

    Faktor kenaikan dihitung majemuk selama periodenya, lalu dikurangi 1. Dari tahun 2000 sampai September 2026, sekitar 26,2 tahun, harga menjadi 4,154 kali, sehingga (4,154)^(1 ÷ 26,2) − 1 = 5,58% per tahun. Ini berbeda dari 315,4% dibagi tahun, yaitu sekitar 12%.

    Mengapa hasilnya berbeda dari inflasi yang saya rasakan?

    IHK memakai keranjang rata-rata rumah tangga. Keluarga dengan porsi besar untuk pangan, sewa, atau pendidikan merasakan kenaikan di pos itu lebih kuat. Menurut Bank Indonesia, makanan bergejolak dan harga yang diatur pemerintah kira-kira 40% dari IHK, dan harga aset seperti tanah atau saham bukan harga konsumsi sehingga tidak terlihat di sini.

    Mengapa untuk 2026 hanya bisa memilih September?

    Rata-rata tahunan baru ada setelah 12 bulan lengkap, jadi 2026 belum punya rata-rata tahunan. Sebagai gantinya, kalkulator memakai indeks bulan terbaru, September 2026 (182,857), yang dihitung dari IHK BPS dan dihubungkan ke deret rata-rata tahunan Bank Dunia. Angkanya diperbarui saat ada bulan baru.

    Dari mana data indeks kalkulator ini?

    Rata-rata tahunan 1970 sampai 2025 berasal dari indikator Bank Dunia FP.CPI.TOTL (2010=100), yang bersumber dari statistik keuangan internasional IMF berdasarkan data BPS. Bulan terbaru disambung dari IHK BPS. Jadi ini gabungan data tahunan Bank Dunia dan satu bulan dari BPS, bukan tabel BPS bulanan.

    Berapa persen inflasi yang sebaiknya saya masukkan untuk masa depan?

    Tidak ada angka pasti, jadi Anda harus berasumsi. Salah satu acuan adalah sasaran inflasi 2,5% dengan kisaran ±1 poin persentase untuk 2025 sampai 2027 (PMK No. 31 Tahun 2024). Pada 2,5%, Rp100.000.000 yang diterima 10 tahun lagi setara Rp78.119.840 uang sekarang, dan daya beli tinggal separuh dalam 28,1 tahun.

    Bisakah menghitung uang sebelum 1970 atau bulan tertentu?

    Tidak. Data kalkulator ini mulai 1970 dan tahun hanya bisa dipilih sebagai rata-rata tahunan. Untuk membandingkan bulan tertentu pada tahun-tahun sebelumnya, gunakan tabel IHK bulanan dari BPS.