Alat yang Anda butuhkan, siap dipakai

Kalkulator Pace Marathon

Masukkan jarak dan target waktu, maka rencana pace untuk hari lomba langsung muncul. Full marathon 4 jam berarti pace rata-rata 5:41/km, dan jika paruh kedua dipercepat 1%, Anda start di 5:45/km lalu finis di 5:38/km. Kalkulator menampilkan waktu tempuh tiap 5 km, jam melintas sesuai jam start, pace yang perlu disetel di jam setelah dikoreksi dengan jarak yang diukur jam pada lomba sebelumnya, serta selisih dengan pace rata dalam grafik. Hasilnya bisa disimpan sebagai gambar gelang pace (pace band) untuk dililitkan di pergelangan tangan.

Terakhir diperbarui 2026-10-19Semua perhitungan terjadi di browser Anda
Pace rata-rata

—

Titik tengahDibanding pace rata
Jam finis
Target waktu
Selisih jarak jam · jarak jam saat finis
Alur pace dan selisihnya dengan pace rata

Ketuk atau seret grafik, atau fokuskan grafik lalu tekan tombol ← dan →. Waktu tempuh, pace, dan selisih dengan pace rata di titik itu muncul pada baris di atas.

Gelang pace untuk pergelangan tangan
Interval

    Terakhir diperbarui 2026-10-19Masukan Anda tidak disimpan

    Standar ROBERINAlat yang Anda butuhkan,
    siap dipakai.
    • Jelas sekilasPosisi input dan hasil terlihat jelas.
    • Hasil lebih duluAngka utama tampil dulu; prosesnya hanya saat dibutuhkan.
    • Minta lebih sedikitTanpa pendaftaran atau data yang tidak perlu.

    Full marathon 4 jam berarti pace rata-rata 5:41/km, dan 5:45 jika paruh kedua dipercepat 1%

    Untuk menyelesaikan full marathon (42,195 km) dalam 4 jam, pace rata-rata Anda harus 5 menit 41 detik per km. Jika berlari dengan pace yang sama dari awal sampai akhir, waktu tiap 5 km adalah 28 menit 26 detik dan titik half marathon dilewati pada 2 jam 0 menit 0 detik. Jika paruh kedua direncanakan 1% lebih cepat daripada paruh pertama, Anda start di 5:45/km, mempercepat sekitar 0,16 detik tiap km, dan finis di 5:38/km. Paruh pertama ditempuh dalam 2:00:36, paruh kedua dalam 1:59:24, dan di titik half marathon posisi Anda 36 detik di belakang pelari dengan pace rata.

    Kalkulator di atas mengubah target waktu menjadi rencana yang bisa langsung dipakai pada hari lomba. Pilih pembagian pace (rata, negative split, atau positive split), lalu tiap titik langsung menampilkan waktu tempuh yang harus dicapai. Masukkan seberapa jauh jam Anda mengukur jarak lebih panjang dari jarak resmi pada lomba sebelumnya, dan Anda mendapat pace yang harus disetel di layar jam. Isi jam start untuk mengetahui pukul berapa Anda melewati tiap titik, informasi yang berguna bagi keluarga yang menyemangati di pinggir lintasan. Hasilnya bisa disimpan sebagai gambar gelang pace (pace band) yang dipotong dan dililitkan di pergelangan tangan. Jika Anda hanya perlu mengonversi jarak, waktu, dan pace, kalkulator pace lari lebih sederhana.

    Mengapa rencana pace perlu dibuat sebelum lomba

    Kesalahan paling umum di marathon adalah berlari lebih cepat dari target pada awal lomba karena tubuh terasa ringan. Penelitian terhadap 91.929 catatan waktu dari 14 marathon di Amerika Serikat tahun 2011 menemukan bahwa pace half marathon kedua rata-rata 15,6% lebih lambat daripada paruh pertama pada pria dan 11,7% pada wanita, dan penurunannya makin besar pada pelari dengan waktu finis yang lebih lambat (Deaner dkk. 2015). Jika pelari 4 jam melambat 15,6% di paruh kedua, berarti paruh pertama ditempuh dalam 1:51:19 (5:17/km) dan paruh kedua dalam 2:08:41 (6:06/km). Waktu finisnya sama-sama 4 jam, tetapi di titik half marathon ia sudah memakai 8 menit 41 detik lebih awal dibanding pace rata, lalu membayarnya kembali di paruh kedua.

    Analisis catatan 1,7 juta pelari rekreasional melaporkan bahwa mereka yang start terlalu cepat umumnya finis dengan waktu lebih lambat, sedangkan mereka yang menutup lomba terlalu cepat justru rugi waktu karena terlalu menahan diri di awal (Smyth 2018). Studi yang memakai lebih dari 4 juta catatan menemukan bahwa dari sekitar 1,93 juta pelari yang dianalisis, 28% pria dan 17% wanita mengalami “tembok” (melambat drastis di akhir lomba) (Smyth 2021). Jika waktu tempuh tiap titik sudah ditentukan sebelum start, Anda bisa memastikan start yang terlalu cepat lewat angka dan langsung mengendurkannya.

    • Mempersiapkan full atau half marathon pertama: pilih pace rata, lalu buat gelang dengan waktu tiap 5 km agar start yang terlalu cepat bisa dicegah.
    • Mengejar waktu yang lebih cepat, misalnya sub-4 atau sub-3:30: tekan chip target waktu, pilih −1 sampai −2% untuk paruh kedua, dan lihat pace start serta waktu di titik half marathon.
    • Pace di jam sering tidak cocok dengan papan jarak: masukkan jarak yang tercatat di jam pada lomba sebelumnya, maka muncul pace yang perlu disetel di layar jam.
    • Keluarga atau teman menunggu di lintasan: isi jam start dan waktu menuju garis start, lalu salin tabelnya dan kirim agar mereka tahu kira-kira pukul berapa Anda lewat di titik tertentu.

    Cara memakai kalkulator

    1. Pilih jarak: tekan chip 5K, 10K, Half, atau Full, atau ketik jarak sendiri. Untuk lomba dalam mil, ganti satuan ke mil.
    2. Isi target waktu: ketik pada kolom jam, menit, dan detik, atau tekan chip target untuk jarak itu (full 3:00–5:00 dan seterusnya). Jika kolom jam dikosongkan, menit boleh lebih dari 59 (contoh: 50 menit cukup ditulis 50).
    3. Pilih pembagian pace: pilih rata (0%), paruh kedua lebih cepat (−1% atau −2%), paruh kedua lebih lambat (+2%), atau ketik nilai antara −10 dan 10%. Nilai −1% berarti paruh kedua ditempuh dalam waktu 1% lebih singkat daripada paruh pertama.
    4. Isi selisih jam (opsional): masukkan jarak yang diukur jam pada lomba sebelumnya (misalnya 42,6 km untuk full marathon). Selisih dalam persen dihitung otomatis, dan angka besar berubah menjadi pace rata-rata yang perlu disetel di jam.
    5. Buat gelang: isi jam start dan waktu menuju garis start, pilih interval (1 km atau 5 km), lalu tekan “Simpan gambar gelang” atau “Salin tabel”. Tautan di bilah alamat juga memuat nilai yang sedang diisi, sehingga rencana yang sama bisa dibuka lagi nanti.

    Cara menghitung

    Paruh 1 = T ÷ (2 + s) Paruh 2 = T − Paruh 1 Waktu(x) = a·x + b/2·x·(x − D)

    T adalah target waktu, D jarak, dan s pembagian pace (−0,01 untuk −1%). Pace rata-rata a sama dengan T ÷ D, lalu waktu dibagi dua sehingga rasio paruh kedua terhadap paruh pertama menjadi 1 + s. Kalkulator ini mengasumsikan pace berubah secara merata menurut jarak dari start sampai finis, sehingga perubahan per km, yaitu b, sama dengan 4 × (Paruh 2 − Paruh 1) ÷ D². Dengan itu, waktu tempuh di titik x km mengikuti rumus di atas, dan selisihnya dengan pelari berpace rata adalah b/2·x·(x − D), yang terbesar di titik tengah.

    Full marathon 4:00:00, paruh kedua −1%
    LangkahPerhitunganNilai
    Pace rata-rata14.400 detik ÷ 42,195 km5:41/km
    Paruh pertama dan kedua14.400 ÷ 1,99, sisanya2:00:36 · 1:59:24
    Perubahan pace4 × (−72,4 detik) ÷ 42,195²0,16 detik lebih cepat tiap km
    Pace start dan finisrata-rata ± 0,16 × 42,195 ÷ 25:45 → 5:38
    Selisih di half dengan pace rata(Paruh 1 − Paruh 2) ÷ 2tertinggal 36 detik

    Selisih jam e dihitung dengan anggapan bahwa jam mengukur jarak resmi sebesar (1 + e) kali. Pace di layar jam sama dengan pace resmi ÷ (1 + e). Karena itu, jam yang mengukur full marathon sebagai 42,6 km memiliki selisih 0,96%, dan pace rata-rata di jam untuk target 4 jam adalah 5:38/km (pace resmi 5:41/km). Waktu tempuh pada gelang dan tabel memakai papan jarak resmi di lintasan, jadi tidak terpengaruh selisih jam.

    Pace dan waktu di titik half marathon menurut target

    Tabel di bawah memakai rencana paruh kedua 1% lebih cepat (−1%). Pace rata berarti berlari dengan pace rata-rata dari awal sampai akhir. Pace dibulatkan ke detik.

    Full marathon (42,195 km)
    Target waktuPace rata−1% start → finisHalf pertamaHalf kedua
    3:00:004:16/km4:19 → 4:131:30:271:29:33
    3:30:004:59/km5:02 → 4:561:45:321:44:28
    4:00:005:41/km5:45 → 5:382:00:361:59:24
    4:30:006:24/km6:28 → 6:202:15:412:14:19
    5:00:007:07/km7:11 → 7:022:30:452:29:15
    5:30:007:49/km7:54 → 7:452:45:502:44:10
    6:00:008:32/km8:37 → 8:273:00:542:59:06
    Half marathon (21,0975 km)
    Target waktuPace rata−1% start → finisParuh pertamaParuh kedua
    1:30:004:16/km4:19 → 4:1345:1444:46
    1:45:004:59/km5:02 → 4:5652:4652:14
    2:00:005:41/km5:45 → 5:381:00:1859:42
    2:15:006:24/km6:28 → 6:201:07:501:07:10
    2:30:007:07/km7:11 → 7:021:15:231:14:37

    Untuk full marathon 4 jam, paruh kedua −1%, dan start pukul 05.00, berikut waktu tempuh dan jam melintas di setiap 5 km. Jam melintas dibulatkan ke menit.

    Full marathon 4:00:00 · paruh kedua −1% · start 05.00
    TitikWaktu tempuhJam melintasPace di titik ini
    5 km28:415.295:44/km
    10 km57:195.575:43/km
    15 km1:25:526.265:42/km
    20 km1:54:226.545:41/km
    Half2:00:367.015:41/km
    25 km2:22:477.235:41/km
    30 km2:51:087.515:40/km
    35 km3:19:258.195:39/km
    40 km3:47:388.485:38/km
    Finis4:00:009.005:38/km

    Memilih pace rata, negative split, atau positive split

    PembagianArtinyaCocok untuk
    Pace rata (0%)Paruh pertama dan kedua ditempuh dalam waktu yang samaLomba pertama, lintasan datar, dan cuaca yang relatif stabil
    Negative split (−1 sampai −2%)Paruh kedua lebih cepat daripada paruh pertamaMencegah start terlalu cepat dan menyisakan tenaga untuk paruh kedua
    Positive split (+)Paruh kedua lebih lambat daripada paruh pertamaMenghitung sejak awal jika tanjakan menumpuk di paruh kedua atau panas siang hari diperkirakan

    Negative split yang lebih besar belum tentu lebih baik. Pada full marathon 4 jam, −1% memberi selisih antar-half 1 menit 12 detik dan −2% memberi 2 menit 26 detik, sehingga di titik half marathon Anda masing-masing tertinggal 36 detik dan 1 menit 13 detik dari pelari berpace rata. Seperti pada penelitian di atas, menutup lomba terlalu cepat bisa berarti terlalu menahan diri di awal (Smyth 2018). Jika dalam latihan Anda belum pernah menaikkan pace di paruh kedua, mulailah dari pace rata atau sekitar −1% agar risikonya lebih kecil. Nilai positif bukan izin untuk melambat, melainkan cara memasukkan kondisi yang tak terhindarkan, seperti tanjakan atau panas, ke dalam rencana sejak awal.

    Mengapa jam sering mencatat lebih dari 42,195 km

    Lintasan jalan raya bersertifikat diukur menurut rute terpendek yang bisa ditempuh pelari tanpa didiskualifikasi. Pedoman pengukuran World Athletics meminta pengukuran mengikuti garis 30 cm dari tepi trotoar atau pembatas keras dan memotong tikungan di sisi dalam, lalu menambah 0,1% agar tiap km menjadi 1.001 m untuk mengantisipasi kesalahan pengukuran dengan sepeda (faktor pencegah lintasan terlalu pendek, 1,001). Karena itu, lintasan full marathon bersertifikat sudah sedikit lebih panjang dari 42,195 km bahkan pada garis terpendeknya, dan jika Anda berlari melebar untuk menghindari pelari lain, jarak yang benar-benar ditempuh bertambah lagi.

    Selisih akibat GPS jam sendiri ikut menambahnya. Penyelenggara Hartford Marathon, yang memakai lintasan bersertifikat USATF, menyebut perangkat GPS umumnya meleset 1–2%, dan jam yang menunjukkan 26,50 mil (sekitar 42,65 km) atau lebih pada full marathon bersertifikat bukan hal langka. Sebaliknya, penelitian yang menguji delapan jam olahraga pada rute 404 m sampai 4,3 km mendapati jam cenderung mengukur jarak lebih pendek di kota dan hutan, dengan rata-rata galat mutlak 3,2–6,1% tergantung jam (Gilgen-Ammann dkk. 2020). Arah dan besar selisih berbeda menurut jam dan lintasan, sehingga yang paling akurat adalah memasukkan catatan lomba sebelumnya dengan jam yang sama di lintasan yang mirip.

    • Jika jam mengukur lebih panjang, menyetel pace di layar jam persis sesuai target membuat Anda finis lebih lambat dari target. Pada jam yang menghitung full marathon sebagai 42,6 km, menyamakan pace rata-rata di layar dengan pace rata 4 jam (5:41/km) membuat finis sekitar 2 menit 18 detik terlambat.
    • Auto-lap jam (notifikasi tiap 1 km) berbunyi sebelum papan km di lintasan. Di papan 40 km, jam sudah menunjukkan sekitar 40,38 km.
    • Waktu tempuh pada gelang mengacu pada papan jarak di lintasan. Bandingkan waktu di jam saat melewati papan dengan waktu pada gelang, maka Anda tahu apakah sesuai rencana tanpa terpengaruh selisih jarak jam.

    Jam melintas dan waktu antre di garis start

    Lomba besar melepas pelari per gelombang, sehingga setelah tanda start berbunyi, perlu beberapa menit sampai Anda melewati garis start. Waktu bersih (chip time) umumnya dihitung sejak Anda menginjak keset pencatat di garis start, jadi waktu tempuh pada gelang dipakai apa adanya, dan waktu menuju garis start hanya ditambahkan saat menghitung jam melintas. Misalnya, jika start pukul 05.00 dan Anda butuh 6 menit untuk mencapai garis start, semua jam melintas pada tabel di atas mundur 6 menit. Jika batas waktu (cut-off) atau peringkat memakai waktu sejak tanda start (gun time), periksa juga ketentuan lomba.

    Membuat gelang pace untuk pergelangan tangan

    “Simpan gambar gelang” menyimpan PNG berbentuk pita yang memuat waktu tempuh tiap titik (beserta jam melintas jika jam start diisi). Jika kolomnya banyak, gambar dibagi menjadi beberapa baris dengan jumlah kolom yang sama. Cetak, gunting mengikuti garis putus-putus, lalu bungkus dengan selotip bening dan lilitkan di pergelangan tangan atau tali jam agar tahan keringat dan hujan. Interval 5 km sama dengan titik pencatatan waktu di banyak lomba sehingga mudah dibaca, sedangkan interval 1 km lebih cepat memperlihatkan start yang terlalu kencang. Untuk dikirim ke ponsel, gunakan “Salin tabel” lalu tempel tabel teksnya ke aplikasi pesan.

    Kesalahan yang sering terjadi

    • Menghitung titik half marathon sebagai 21 km: half marathon adalah 21,0975 km. Pada pace rata target 4 jam, selisih antara 21 km dan titik half marathon adalah 33 detik.
    • Memasukkan waktu antre ke waktu tempuh: jam dijalankan saat melewati garis start, jadi waktu tempuh pada gelang tidak memuat waktu antre. Kolom menuju garis start hanya menambah jam melintas.
    • Hanya melihat pace rata-rata di jam: jika jam mengukur terlalu panjang, finis tetap terlambat walaupun pace rata-rata di layar sama dengan target. Cek juga waktu tempuh pada gelang di papan jarak.
    • Memakai rencana yang sama di hari yang panas: waktu marathon terus melambat seiring naiknya suhu bola basah (WBGT) dari 5 ke 25 ℃, dan pelari yang lebih lambat melambat lebih besar (Ely dkk. 2007). Di hari yang panas, longgarkan target waktu atau masukkan nilai positif lalu buat ulang rencananya.
    • Menghitung lintasan penuh tanjakan dengan pace rata: kalkulator ini mengasumsikan lintasan datar. Di tanjakan, pertahankan tingkat usaha, bukan pace, dan periksa gambaran besarnya lewat waktu tempuh di papan jarak.

    Batasan perhitungan ini

    Anggapan bahwa pace berubah merata menurut jarak hanyalah model sederhana untuk menyusun rencana. Dalam lomba sesungguhnya, tanjakan dan turunan, angin, pos air, toilet, dan keramaian membuat waktu tiap segmen naik-turun beberapa detik. Selisih jam juga diasumsikan tersebar merata di seluruh lintasan, padahal sebenarnya menumpuk di bagian dengan terowongan, gedung tinggi, atau tikungan tajam. Hasilnya adalah tabel acuan untuk mencapai target, bukan prediksi yang menjamin waktu. Untuk memperkirakan waktu yang realistis dengan kemampuan saat ini, gunakan dulu prediksi waktu pada kalkulator pace lari.

    Acuan tanggal 2026-10-19 · Standar pengukuran lintasan bersertifikat mengacu pada pedoman pengukuran World Athletics dan AIMS edisi 2023, dan angka penelitian adalah nilai yang dicek pada abstrak atau naskah sumber di bawah.

    Sumber

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Full marathon 4 jam (sub-4) itu pace berapa per km?

    Pace rata-ratanya 5 menit 41 detik (5:41/km). Dengan pace yang sama sepanjang lomba, waktu tiap 5 km adalah 28 menit 26 detik dan titik half marathon dilewati pada 2 jam 0 menit 0 detik. Jika paruh kedua dipercepat 1%, Anda start di 5:45/km, finis di 5:38/km, dan melewati half marathon pada 2:00:36.

    Pace untuk sub-3 dan 3 jam 30 menit berapa?

    Full marathon 3 jam berarti pace rata-rata 4:16/km dengan half 1:30:00, dan 3 jam 30 menit berarti 4:59/km dengan half 1:45:00 (pace rata). Dengan rencana paruh kedua −1%, target 3 jam bergerak dari 4:19 ke 4:13, dan target 3 jam 30 menit dari 5:02 ke 4:56.

    Apa itu negative split?

    Negative split berarti paruh kedua lomba dilalui lebih cepat daripada paruh pertama. Pada kalkulator ini, −1% berarti waktu paruh kedua 1% lebih singkat daripada paruh pertama; untuk full marathon 4 jam, paruh pertama 2:00:36 dan paruh kedua 1:59:24. Kebalikannya, paruh kedua yang lebih lambat disebut positive split.

    Pembagian pace sebaiknya berapa persen?

    Tidak ada angka yang pasti benar, tetapi banyak pelari rekreasional melambat cukup besar di paruh kedua. Analisis 91.929 catatan marathon di Amerika Serikat menunjukkan pace half kedua rata-rata 15,6% lebih lambat pada pria dan 11,7% pada wanita. Untuk mencegah start terlalu cepat, mulailah dari pace rata atau −1 sampai −2%, dan masukkan nilai positif jika tanjakan atau panas diperkirakan di paruh kedua.

    Mengapa jam mencatat lebih dari 42,195 km?

    Lintasan bersertifikat diukur pada rute terpendek 30 cm dari tepi trotoar, lalu ditambah 0,1%, jadi jika Anda tidak persis mengikuti garis itu, jarak yang ditempuh bertambah. Galat GPS ikut menambahnya, dan sebuah penyelenggara menyebut jam yang menunjukkan sekitar 42,65 km (26,50 mil) atau lebih di full marathon bersertifikat bukan hal langka. Namun di kota dan hutan, jam justru bisa mengukur lebih pendek.

    Pace di jam harus disetel seberapa cepat?

    Tentukan dari jarak yang diukur jam pada lomba sebelumnya. Jika jam mengukur full marathon sebagai 42,6 km, selisihnya 0,96%, dan untuk target 4 jam pace rata-rata di jam adalah 5:38/km, 3 detik lebih cepat daripada pace resmi 5:41/km. Isi jarak itu pada kolom jarak jam saat finis, dan hasilnya langsung dihitung.

    Bagaimana memberi tahu keluarga jam kita melewati tiap titik?

    Isi jam start dan waktu menuju garis start, maka tiap kolom gelang menampilkan jam melintas. Untuk full marathon 4 jam, paruh kedua −1%, start pukul 05.00: 10 km pukul 5.57, half 7.01, 30 km 7.51, finis 9.00. Tekan “Salin tabel” lalu tempel ke aplikasi pesan.

    Half marathon 2 jam itu pace berapa?

    Pace rata-ratanya 5:41/km. Dengan pace rata, waktu tiap 5 km adalah 28 menit 26 detik dan 10 km 56 menit 53 detik. Dengan rencana paruh kedua −1%, Anda start di 5:45/km dan finis di 5:38/km, dengan paruh pertama 1:00:18 dan paruh kedua 59:42.