Alat yang Anda butuhkan, siap dipakai

Kalkulator Keuntungan Saham: Hasil Bersih setelah Komisi dan PPh Final

Isi harga beli, jumlah lot, harga jual, dan komisi broker, lalu kalkulator menampilkan untung atau rugi bersih setelah komisi beli, komisi jual, dan PPh final 0,1% atas penjualan saham di BEI. Harga jual impas dan harga target disesuaikan dengan fraksi harga BEI agar bisa langsung dipasang sebagai order. Tangga harga dan grafik rincian penjualan memperlihatkan seberapa besar biaya memakan selisih harga.

Terakhir diperbarui 2026-10-20Semua perhitungan terjadi di browser Anda
Untung/rugi bersih · setelah komisi dan pajak

Imbal hasil bersih
Harga jual impas
Harga jual target
Pasar

Contoh

Isi komisi dengan persentase dari broker Anda tanpa PPh final, karena PPh final 0,1% sudah dihitung otomatis. Misalnya komisi jual 0,15% ditambah PPh 0,1% menjadi 0,25% yang tertera di aplikasi. Angka 0,15% pada contoh hanyalah asumsi. Jika Anda membeli bertahap, isi harga beli dengan harga rata-rata.

Untung/rugi bersih per harga jual
Tekan satu baris untuk menghitung ulang seolah dijual di harga itu. Batang menunjukkan hasil bersih dengan nol di tengah.
Rincian penjualan · yang dipotong dari selisih harga

    Broker membulatkan ke bawah per transaksi dan caranya bisa berbeda, sehingga angka akhir bisa selisih beberapa rupiah. Biaya lain seperti levy, PPN atas komisi, dividen, dan saham pendiri tidak dihitung terpisah.

    Terakhir diperbarui 2026-10-20Masukan Anda tidak disimpan

    Standar ROBERINAlat yang Anda butuhkan,
    siap dipakai.
    • Jelas sekilasPosisi input dan hasil terlihat jelas.
    • Hasil lebih duluAngka utama tampil dulu; prosesnya hanya saat dibutuhkan.
    • Minta lebih sedikitTanpa pendaftaran atau data yang tidak perlu.

    Beli 10 lot di Rp4.500 dan jual di Rp5.000: setelah komisi dan pajak, bersih Rp480.750 (10,67%)

    Kalkulator keuntungan saham menghitung uang yang benar-benar tersisa setelah Anda menjual, dari harga beli, jumlah lot, harga jual, dan komisi broker. Jika Anda membeli 10 lot (1.000 lembar) saham di Rp4.500 lalu menjual di Rp5.000, selisih harganya Rp500.000 (+11,11%). Setelah komisi beli dan jual 0,15% (asumsi) serta PPh final 0,1% dari nilai penjualan, total biaya Rp19.250 dan hasil bersihnya Rp480.750, atau imbal hasil bersih 10,67%.

    Dari perhitungan yang sama muncul juga harga jual impas, yaitu harga terendah yang tidak merugi setelah semua biaya: Rp4.520. Untuk target imbal hasil bersih 10%, Anda perlu menjual di Rp4.970. Artikel ini menjelaskan kapan perhitungan ini berguna, cara menghitungnya, PPh final atas penjualan saham, lot dan fraksi harga, hasil untuk berbagai harga jual dan tarif komisi, kesalahan yang sering terjadi, serta batasan kalkulator.

    Mengapa imbal hasil bersih perlu dihitung sendiri

    Persentase naik di layar harga hanya membandingkan harga. Saat Anda menjual, broker memotong komisi beli dan jual, dan dari nilai penjualan dipotong pajak penghasilan. Karena itu kenaikan harga yang kecil bisa berakhir rugi. Pada contoh di atas harga naik 11,11%, tetapi imbal hasil bersihnya 10,67%.

    Perhitungan ini berguna ketika Anda menentukan harga jual impas dan harga target sebelum memasang order jual, ketika Anda ingin tahu seberapa besar biaya memakan keuntungan dari transaksi jangka pendek, dan ketika Anda membandingkan tarif komisi beberapa broker. Aplikasi broker belum tentu menampilkan untung/rugi setelah semua biaya penjualan, jadi untuk mengetahui uang yang akan diterima, hitung sendiri dengan biaya lengkap.

    Cara menghitung

    1. Nilai beli = harga beli × jumlah lembar (jumlah lot × 100). Jika Anda membeli bertahap, isi harga rata-rata.
    2. Modal beli = nilai beli + komisi beli (nilai beli × tarif komisi beli, dibulatkan ke bawah ke rupiah).
    3. Nilai jual = harga jual × jumlah lembar. Kurangi komisi jual (nilai jual × tarif komisi jual, dibulatkan ke bawah) dan PPh final (nilai jual × 0,1%).
    4. Hasil bersih = nilai jual − komisi jual − PPh final − modal beli. Imbal hasil bersih = hasil bersih ÷ modal beli.
    Contoh dasar: beli Rp4.500 × 10 lot, jual Rp5.000, komisi 0,15% (asumsi)
    KomponenPerhitunganJumlah
    Nilai beliRp4.500 × 1.000 lembarRp4.500.000
    Komisi beliRp4.500.000 × 0,15%Rp6.750
    Modal belinilai beli + komisi beliRp4.506.750
    Nilai jualRp5.000 × 1.000 lembarRp5.000.000
    Komisi jualRp5.000.000 × 0,15%Rp7.500
    PPh finalRp5.000.000 × 0,1%Rp5.000
    Hasil bersih5.000.000 − 7.500 − 5.000 − 4.506.750Rp480.750
    Imbal hasil bersihRp480.750 ÷ Rp4.506.75010,67%

    Biaya Rp19.250 adalah 3,85% dari selisih harga Rp500.000. Grafik rincian penjualan di kalkulator menunjukkan urutan yang sama: dari selisih harga dikurangi komisi dan pajak sampai hasil bersih.

    PPh final atas penjualan saham

    Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1994, Pasal 1 ayat (1), menetapkan bahwa penghasilan dari transaksi penjualan saham di bursa efek dikenakan Pajak Penghasilan yang bersifat final. Ayat (2) huruf a menetapkan tarifnya: 0,1% dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan, untuk semua transaksi penjualan saham. Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1997 mengubah peraturan tersebut, tetapi tarif 0,1% dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan tetap sama.

    Pajak ini hanya dikenakan saat menjual, dan dasarnya adalah nilai penjualan, bukan keuntungan. Karena itu PPh final tetap dipotong ketika Anda menjual dengan rugi. Saat membeli tidak ada pajak penghasilan, hanya komisi. Kalkulator memakai tarif 0,1% untuk pilihan “Saham di BEI”.

    Broker bisa menampilkan komisi jual yang sudah digabung dengan PPh final. Kolom komisi di kalkulator ini diisi tanpa PPh final karena pajaknya sudah dihitung otomatis. Misalnya jika aplikasi menampilkan komisi jual 0,25% termasuk PPh final 0,1%, isi 0,15%.

    Lot dan fraksi harga

    Satu lot saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berisi 100 lembar, sehingga kolom jumlah di kalkulator ini dalam lot. Order juga hanya bisa dipasang di harga kelipatan fraksi harga, dan fraksi harga bergantung pada rentang harganya.

    Fraksi harga saham di BEI
    Rentang hargaFraksi harga
    Di bawah Rp200Rp1
    Rp200 sampai di bawah Rp500Rp2
    Rp500 sampai di bawah Rp2.000Rp5
    Rp2.000 sampai di bawah Rp5.000Rp10
    Rp5.000 ke atasRp25

    Harga jual impas dan target

    Harga jual impas adalah harga terendah yang, bila Anda menjual di harga itu atau lebih tinggi, tidak merugi setelah komisi dan pajak. Hasil hitungan bisa jatuh di antara dua fraksi harga, sehingga kalkulator menaikkannya ke fraksi harga terdekat yang bisa dipasang dan menampilkan angka hitungannya. Pada contoh dasar, hitungan impasnya Rp4.519, tetapi fraksi harga di rentang itu Rp10, jadi harga impas yang bisa dipasang adalah Rp4.520.

    Harga jual impas menurut harga beli (10 lot, komisi 0,15% beli dan jual, PPh final 0,1%)
    Harga beliHitunganHarga impas
    Rp150Rp151Rp151
    Rp450Rp452Rp452
    Rp1.500Rp1.507Rp1.510
    Rp4.500Rp4.519Rp4.520
    Rp8.000Rp8.033Rp8.050

    Harga target dihitung dengan cara yang sama: harga terendah yang membuat imbal hasil bersih, setelah semua biaya, mencapai target Anda. Untuk target 10% pada contoh dasar, Anda perlu menjual di Rp4.970.

    Untung dan rugi menurut harga jual

    Tangga harga di kalkulator menampilkan harga dari +20% sampai −10% terhadap harga beli, ditambah harga jual saat ini, harga impas, dan harga target, dari yang tertinggi. Menekan satu baris menghitung ulang seolah-olah saham dijual di harga itu. Nilai untuk contoh dasar:

    Beli Rp4.500 × 10 lot, komisi 0,15% (asumsi), PPh final 0,1%
    Harga jualKomisi + pajakHasil bersihImbal hasil
    Rp5.400 (+20%)Rp20.250+Rp879.750+19,52%
    Rp5.000 (contoh)Rp19.250+Rp480.750+10,67%
    Rp4.725 (+5%)Rp18.562+Rp206.438+4,58%
    Rp4.545 (+1%)Rp18.112+Rp26.888+0,60%
    Rp4.520 (impas)Rp18.050+Rp1.950+0,04%
    Rp4.500 (harga beli)Rp18.000−Rp18.000−0,40%
    Rp4.455 (−1%)Rp17.887−Rp62.887−1,40%
    Rp4.275 (−5%)Rp17.437−Rp242.437−5,38%
    Rp4.050 (−10%)Rp16.875−Rp466.875−10,36%

    Menjual di harga beli pun rugi Rp18.000, dan di Rp4.510, satu fraksi di bawah harga impas, hasilnya masih rugi Rp8.025. Saat harga turun, kerugian sedikit lebih besar daripada persentase penurunan harganya (−10% menjadi −10,36%).

    Pengaruh tarif komisi

    PPh final sama untuk semua broker, tetapi komisi berbeda menurut broker, jenis akun, dan cara order. Tabel berikut mengubah hanya tarif komisi pada contoh dasar. Tarif yang sama diisi untuk beli dan jual, dan semuanya hanyalah asumsi.

    Beli Rp4.500 × 10 lot, jual Rp5.000, PPh final 0,1%
    KomisiKomisi + pajakHasil bersihImbal hasilHarga impasTarget 10%
    0%Rp5.000Rp495.00011,00%Rp4.510Rp4.960
    0,1%Rp14.500Rp485.50010,78%Rp4.520Rp4.970
    0,15%Rp19.250Rp480.75010,67%Rp4.520Rp4.970
    0,3%Rp33.500Rp466.50010,34%Rp4.540Rp4.990
    0,5%Rp52.500Rp447.5009,89%Rp4.550Rp5.025

    Bahkan dengan komisi 0%, PPh final Rp5.000 tetap ada, sehingga harga impas masih di atas harga beli (Rp4.510). Selisih antara komisi 0,15% dan 0% pada transaksi ini Rp14.250. Jika Anda bertransaksi berkali-kali dalam sebulan, selisih itu menumpuk.

    Kesalahan yang sering terjadi

    • Mengisi komisi yang sudah termasuk PPh: kalkulator menambah PPh final 0,1% sendiri. Komisi jual 0,25% yang sudah termasuk PPh final harus diisi 0,15%.
    • Menganggap persentase kenaikan harga sebagai imbal hasil: dari Rp4.500 ke Rp5.000 naik 11,11%, tetapi imbal hasil bersihnya 10,67%.
    • Menganggap harga beli sebagai titik impas: menjual di harga beli rugi sebesar biaya. Pada contoh dasar, untung baru mulai di Rp4.520.
    • Memasang harga hitungan apa adanya: Rp4.519 tidak sesuai fraksi harga di rentang itu (Rp10). Gunakan harga yang sudah dinaikkan ke fraksi harga, yaitu Rp4.520.
    • Mengisi jumlah dalam lembar: kolom jumlah dalam lot. 1.000 lembar diisi 10.
    • Mengira PPh final hanya dipotong saat untung: pajak dihitung dari nilai penjualan, jadi tetap ada saat menjual rugi.

    Batasan

    • Komisi dan pajak dihitung untuk satu kali beli dan satu kali jual, dengan pembulatan ke bawah ke rupiah per komponen. Broker bisa menghitung per transaksi yang terpenuhi atau membulatkan dengan cara lain, sehingga angka akhirnya bisa berbeda beberapa rupiah.
    • Biaya lain di luar komisi yang Anda isi, seperti levy bursa atau PPN atas komisi, tidak dihitung terpisah. Jika broker memisahkannya, tambahkan ke tarif komisi.
    • Pembelian bertahap dihitung dengan harga rata-rata. Jika Anda hanya menjual sebagian, isi jumlah lot yang dijual.
    • Ketentuan khusus untuk saham pendiri, dividen, pajak dividen, bunga margin, dan batas kenaikan atau penurunan harga harian tidak dihitung.

    Tanggal acuan Tarif PPh final dibaca dari teks Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1994 dan perubahannya, Peraturan Pemerintah Nomor 14 Tahun 1997 (status berlaku di JDIH BPK), pada 2026-10-20, dan fraksi harga serta lot dari situs BEI pada tanggal yang sama. Harga contoh dan tarif komisi 0,15% hanyalah asumsi untuk perhitungan, bukan saran investasi atau prediksi harga.

    Sumber

    Pertanyaan yang sering diajukan

    Bagaimana cara menghitung keuntungan bersih saham?

    Hasil bersih = nilai jual − komisi jual − PPh final − (nilai beli + komisi beli), dan imbal hasil bersih = hasil bersih ÷ modal beli. Beli 10 lot di Rp4.500 lalu jual di Rp5.000 dengan komisi 0,15% (asumsi) memberi biaya Rp19.250, hasil bersih Rp480.750, dan imbal hasil bersih 10,67%, lebih rendah dari kenaikan harga 11,11%.

    Berapa tarif PPh final atas penjualan saham di bursa?

    Menurut Peraturan Pemerintah Nomor 41 Tahun 1994 Pasal 1, tarifnya 0,1% dari jumlah bruto nilai transaksi penjualan dan bersifat final. Pajak ini dikenakan atas nilai penjualan, sehingga tetap ada ketika menjual rugi. Pada penjualan Rp5.000.000, PPh final-nya Rp5.000.

    Mengapa harga jual impas lebih tinggi dari harga beli?

    Karena ada komisi beli, komisi jual, dan PPh final saat menjual. Dengan komisi 0,15% (asumsi), saham yang dibeli di Rp4.500 baru impas di Rp4.520, dan menjual di harga beli rugi Rp18.000. Bahkan dengan komisi 0%, harga impasnya Rp4.510 karena PPh final tetap ada.

    Mengapa hitungan Rp4.519 menjadi harga impas Rp4.520?

    Order hanya bisa dipasang sesuai fraksi harga. Di rentang Rp2.000 sampai di bawah Rp5.000 fraksi harganya Rp10, sehingga Rp4.519 tidak bisa dipasang dan dinaikkan ke Rp4.520. Kalkulator menampilkan angka hitungan dan harga yang sudah disesuaikan.

    Apa itu lot dan mengapa jumlahnya dalam lot?

    BEI menyatakan 1 lot sama dengan 100 lembar untuk perdagangan di pasar reguler dan pasar tunai. Karena itu kolom jumlah diisi dalam lot: 10 lot sama dengan 1.000 lembar, dan nilai belinya Rp4.500 × 1.000 = Rp4.500.000.

    Bagaimana mengisi komisi jika broker menampilkan tarif yang sudah termasuk PPh?

    Isi tarif komisi tanpa PPh final, karena kalkulator menambahkan PPh final 0,1% sendiri. Jika aplikasi menampilkan komisi jual 0,25% yang sudah termasuk PPh final 0,1%, isi 0,15%. Tarif 0,15% pada contoh hanyalah asumsi.

    Seberapa besar komisi mengubah hasil bersih?

    Pada contoh beli Rp4.500 × 10 lot dan jual Rp5.000, komisi 0% memberi hasil bersih Rp495.000 (11,00%), komisi 0,15% memberi Rp480.750 (10,67%), dan komisi 0,5% memberi Rp447.500 (9,89%). Harga impas naik dari Rp4.510 menjadi Rp4.550.

    Apa saja yang tidak dihitung kalkulator ini?

    Ketentuan khusus saham pendiri, dividen dan pajaknya, bunga margin, batas kenaikan dan penurunan harga harian, serta biaya lain yang tidak termasuk dalam tarif komisi yang Anda isi. Broker juga bisa membulatkan dengan cara lain, sehingga hasil akhirnya bisa selisih beberapa rupiah.