Kalkulator PPh 21 Freelancer
Perkirakan PPh 21 atas penghasilan bruto jasa dengan model DPP 50%, tarif progresif, dan skenario tanpa NPWP.
Input
Ini adalah model perkiraan untuk perencanaan. Kategori penerima penghasilan, status NPWP, PTKP, bukti potong, dan ketentuan pemotongan aktual dapat menghasilkan angka berbeda.
Hasil
Masukkan penghasilan untuk melihat DPP, PPh 21, dan nilai bersih.
- Penghasilan bruto
- —
- DPP 50%
- —
- Pajak progresif
- —
- Pengali NPWP
- —
- PPh 21 perkiraan
- —
- Lapisan tertinggi
- —
- Penghasilan bersih
- —
langsung bisa dipakai.
- Terlihat sejak awalArea input dan hasil dibuat jelas.
- Hasil lebih duluAngka utama ditaruh di depan, detail mengikuti seperlunya.
- Tidak banyak syaratTanpa akun atau data tambahan sebelum memakai alat.
Pisahkan bruto, DPP, dan PPh 21 sebelum menetapkan tarif
Pemotongan PPh 21 untuk jasa orang pribadi tidak selalu sama dengan persentase tunggal dari nilai invoice. Halaman ini memakai model DPP 50% dari bruto, lalu menerapkan tarif progresif sebagai simulasi perencanaan.
Mode tanpa NPWP menampilkan pengali 1,2 pada hasil model. Itu bukan pengganti pemeriksaan kategori penerima penghasilan, dasar pemotongan, maupun bukti potong dari pihak pemotong.
Masukkan penghasilan bruto
Gunakan nilai bruto jasa untuk skenario yang dihitung. Jangan langsung memakai uang yang masuk rekening sebagai nilai bruto.
Rumus DPP 50%
Dalam model ini, DPP adalah penghasilan bruto dikalikan 50%. Tarif progresif PPh 21 kemudian diterapkan pada DPP tersebut.
Tarif progresif
Pajak dihitung bertingkat, bukan satu tarif untuk seluruh angka.
- Rp60 juta pertama: 5%
- Rp250 juta berikutnya: 15%
- Rp500 juta berikutnya: 25%
- Rp5 miliar berikutnya: 30%
- Di atasnya: 35%
Skenario tanpa NPWP
Mode tanpa NPWP mengalikan PPh 21 model dengan 1,2. Pastikan status identitas dan ketentuan yang berlaku sebelum mengandalkannya.
Contoh sederhana
Jika bruto Rp10.000.000, DPP modelnya Rp5.000.000 dan PPh 21 model NPWP adalah Rp250.000.
Balik hitung target bersih
Masukkan target bersih untuk memperkirakan bruto yang diperlukan pada model yang sama. Hasilnya bukan angka kontrak atau invoice yang otomatis benar.
Bruto bukan neto
Nilai invoice, potongan pajak, biaya platform, dan pembayaran bersih dapat berbeda. Catat masing-masing agar rekonsiliasi tidak keliru.
Batas alat ini
Alat tidak menghitung seluruh SPT, penghasilan lain, PTKP, biaya jabatan, pembayaran masa, atau pembetulan bukti potong.
Kesalahan yang sering terjadi
Jangan memakai hasil untuk mengklasifikasikan transaksi.
- DPP 50% dianggap berlaku untuk semua jasa
- Mode tanpa NPWP dipilih tanpa verifikasi
- Potongan dianggap sebagai pajak akhir
Cek sebelum menerima pembayaran
Pastikan jenis jasa, status penerima, NPWP atau NIK, pihak pemotong, dasar pengenaan, bukti potong, dan periode pajak.
Pertanyaan umum
Apakah semua freelancer memakai DPP 50%?
Tidak. DPP dan cara pemotongan bergantung pada kategori penghasilan dan ketentuan yang berlaku. Gunakan kalkulator ini sebagai model, lalu verifikasi dengan pihak pemotong atau DJP.
Apa fungsi mode tanpa NPWP?
Mode ini memakai pengali 1,2 pada PPh 21 model. Status administrasi yang sebenarnya harus dikonfirmasi sebelum pembayaran.
Apakah angka ini adalah pajak final?
Tidak. Ini estimasi pemotongan PPh 21 dalam model alat, bukan penetapan pajak akhir atau hasil SPT tahunan.
Mengapa bruto dan uang diterima berbeda?
PPh 21 mengurangi pembayaran, sementara biaya lain atau potongan platform juga dapat memengaruhi uang yang benar-benar diterima.
Apakah NIK dan NPWP diperlakukan sama?
Jangan membuat asumsi dari kalkulator. Gunakan status identitas perpajakan yang telah diverifikasi dalam administrasi pemotongan.
Apakah saya perlu bukti potong?
Bukti potong adalah dokumen penting untuk mencocokkan pemotongan dan pelaporan. Minta atau periksa dokumen dari pihak pemotong.
Aktualitas: periksa regulasi DJP dan peraturan terbaru sebelum pembayaran atau pelaporan; ketentuan PPh 21 dapat berubah.