Mengacu pada PNPK Hipertensi Dewasa 2021, Kementerian Kesehatan RI

Alat Klasifikasi Tekanan Darah Dewasa Sesuai Tabel PNPK Hipertensi 2021 Kemenkes RI

Dua kolom isian ada di baris paling atas alat: ketik angka atas (TDS) di kotak kiri dan angka bawah (TDD) di kotak kanan, dengan tombol reset di ujung baris yang sama. Tidak ada pilihan tempat pengukuran di layar ini karena alat hanya memakai ambang klinik PNPK 2021, dan ambang yang sedang berlaku (140/90 mmHg) ikut ditampilkan sebagai salah satu nilai di panel hasil. Begitu kedua angka terisi, panel hasil selebar layar di bawahnya menampilkan nama kategori, tekanan nadi, tekanan arteri rata-rata, serta tabel PNPK 2021 dengan baris kategori Anda ditandai.

Masukan
Konteks pengukuran

Konteks: tekanan darah di klinik · ambang 140/90 mmHg

Hasil
Tekanan nadi
Sistolik dikurangi diastolik
Tekanan arteri rata-rata
Diastolik ditambah sepertiga tekanan nadi
Ambang yang dipakai
Sesuai konteks pengukuran
Menuju kategori berikutnya
Seberapa jauh tiap angka bisa naik dulu
Klasifikasi tekanan darah di klinikPNPK Tata Laksana Hipertensi Dewasa, KMK HK.01.07/MENKES/4634/2021, Tabel 2
OptimalTDS <120 dan TDD <80Optimal
NormalTDS 120–129 dan/atau TDD 80–84Normal
Normal tinggiTDS 130–139 dan/atau TDD 85–89Waspada
Hipertensi derajat 1TDS 140–159 dan/atau TDD 90–99Hipertensi
Hipertensi derajat 2TDS 160–179 dan/atau TDD 100–109Hipertensi
Hipertensi derajat 3TDS ≥180 dan/atau TDD ≥110Hipertensi
Hipertensi sistolik terisolasiTDS ≥140 dan TDD <90Ditulis bersama derajat

Alat ini hanya mencocokkan dua angka yang Anda masukkan dengan tabel PNPK 2021 dan tidak melakukan diagnosis, pengobatan, maupun penilaian risiko pribadi. Hasilnya bukan pengganti pemeriksaan tenaga kesehatan. Jika muncul keluhan seperti nyeri dada, sesak napas, gangguan bicara, atau kelemahan mendadak, segera cari pertolongan medis.

Terakhir diperbarui:
Standar ROBERINAlat yang dibutuhkan,
langsung bisa dipakai.
  • Terlihat sejak awalArea input dan hasil dibuat jelas.
  • Hasil lebih duluAngka utama ditaruh di depan, detail mengikuti seperlunya.
  • Tidak banyak syaratTanpa akun atau data tambahan sebelum memakai alat.
Roberin

Cara Membaca Kategori Tekanan Darah Menurut PNPK Hipertensi Dewasa 2021

Alat ini mencocokkan dua angka tekanan darah yang Anda masukkan dengan tabel klasifikasi pada Pedoman Nasional Pelayanan Kedokteran (PNPK) Tata Laksana Hipertensi Dewasa, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/4634/2021. Cara kerjanya sederhana: alat mencari baris tempat angka sistolik jatuh, mencari baris tempat angka diastolik jatuh, lalu memakai kategori yang lebih tinggi di antara keduanya. Semua batas yang dipakai adalah batas pengukuran di klinik, dan hipertensi ditegakkan mulai 140/90 mmHg.

Satu kali pengukuran tidak menegakkan diagnosis apa pun. PNPK 2021 meminta tekanan darah diukur tiga kali dalam satu kunjungan dengan jarak 1 sampai 2 menit, memakai rata-rata dua pengukuran terakhir, dan hasil itu masih perlu dikonfirmasi pada lebih dari satu kunjungan. Perlakukan kategori yang muncul di layar sebagai catatan yang Anda bawa saat berkonsultasi, bukan sebagai kesimpulan tentang kondisi kesehatan Anda.

Tiga Kategori di Bawah Ambang Hipertensi

Tabel PNPK 2021 membagi tekanan darah di bawah ambang hipertensi menjadi tiga baris: optimal, normal, dan normal tinggi. Hanya baris optimal yang memakai kata "dan", artinya kedua angka harus sama-sama rendah untuk masuk ke sana. Baris normal dan normal tinggi memakai "dan/atau", jadi satu angka saja sudah cukup untuk menempatkan hasil di baris tersebut.

  • Optimal: TDS di bawah 120 dan TDD di bawah 80
  • Normal: TDS 120-129 dan/atau TDD 80-84
  • Normal tinggi: TDS 130-139 dan/atau TDD 85-89
  • Di klinik, hipertensi baru ditegakkan mulai 140/90 mmHg
Klasifikasi tekanan darah di klinikSistolik / Diastolik (mmHg)
OptimalTDS <120 dan TDD <80
NormalTDS 120–129 dan/atau TDD 80–84
Normal tinggiTDS 130–139 dan/atau TDD 85–89
Hipertensi derajat 1TDS 140–159 dan/atau TDD 90–99
Hipertensi derajat 2TDS 160–179 dan/atau TDD 100–109
Hipertensi derajat 3TDS ≥180 dan/atau TDD ≥110
Hipertensi sistolik terisolasiTDS ≥140 dan TDD <90

Tiga Derajat Hipertensi dan Hipertensi Sistolik Terisolasi

Mulai 140/90 mmHg, PNPK 2021 membagi hipertensi menjadi tiga derajat, masing-masing dengan rentang sistolik dan rentang diastoliknya sendiri. Ada satu baris tambahan, hipertensi sistolik terisolasi, yang berlaku ketika angka atas sudah 140 mmHg ke atas sementara angka bawah masih di bawah 90 mmHg. Baris tambahan ini melengkapi derajat, bukan menggantikannya, karena nilai sistoliknya tetap menentukan derajat yang muncul.

  • Hipertensi derajat 1: TDS 140-159 dan/atau TDD 90-99
  • Hipertensi derajat 2: TDS 160-179 dan/atau TDD 100-109
  • Hipertensi derajat 3: TDS 180 ke atas dan/atau TDD 110 ke atas
  • Hipertensi sistolik terisolasi: TDS 140 ke atas dan TDD di bawah 90

Aturan Kategori yang Lebih Tinggi

Ketika angka atas dan angka bawah jatuh di baris yang berbeda, yang dipakai adalah kategori yang lebih tinggi di antara keduanya. Aturan inilah yang membuat hasil dengan angka atas rendah tetap bisa masuk kelompok hipertensi kalau angka bawahnya sudah tinggi. Alat menjalankan urutan yang sama setiap kali kedua kolom terisi, tanpa membobot salah satu angka lebih besar dari yang lain.

  • Cari baris tempat TDS jatuh
  • Cari baris tempat TDD jatuh
  • Ambil kategori yang lebih tinggi di antara kedua baris itu
  • Periksa apakah TDS 140 ke atas bertemu TDD di bawah 90, yang berarti hipertensi sistolik terisolasi

Contoh Perhitungan: 125/70 mmHg

Angka atas 125 mmHg jatuh di rentang 120-129, sehingga sisi sistolik berada di kategori normal. Angka bawah 70 mmHg masih di bawah 80, sehingga sisi diastolik berada di kategori optimal. Kategori yang lebih tinggi di antara keduanya adalah normal, dan itulah hasil yang ditampilkan. Nilai ini berada di bawah ambang klinik 140/90 mmHg.

  • TDS 125 masuk normal (120-129)
  • TDD 70 masuk optimal (di bawah 80)
  • Kategori yang lebih tinggi: normal
  • Tekanan nadi 125 dikurangi 70 sama dengan 55 mmHg
  • Tekanan arteri rata-rata 70 ditambah 55 dibagi 3, sekitar 88 mmHg

Contoh Perhitungan: 148/84 mmHg

Angka atas 148 mmHg masuk rentang 140-159, yaitu hipertensi derajat 1. Angka bawah 84 mmHg masuk rentang 80-84 yang hanya berkategori normal. Karena yang dipakai kategori yang lebih tinggi, hasil akhirnya hipertensi derajat 1. Kombinasi ini sekaligus memenuhi definisi hipertensi sistolik terisolasi, sebab TDS sudah 140 ke atas sementara TDD masih di bawah 90.

  • TDS 148 masuk hipertensi derajat 1 (140-159)
  • TDD 84 masuk normal (80-84)
  • Kategori yang lebih tinggi: hipertensi derajat 1
  • TDS 140 ke atas dengan TDD di bawah 90 berarti hipertensi sistolik terisolasi
  • Tekanan nadi 64 mmHg, tekanan arteri rata-rata sekitar 105 mmHg

Contoh Perhitungan: 118/92 mmHg

Angka atas 118 mmHg masih di bawah 120 sehingga sisi sistolik berkategori optimal, tetapi angka bawah 92 mmHg jatuh di rentang 90-99 yang termasuk hipertensi derajat 1. Aturan kategori yang lebih tinggi membuat hasil akhirnya hipertensi derajat 1. Contoh ini menjelaskan kenapa angka bawah tidak boleh diabaikan hanya karena angka atas terlihat bagus.

  • TDS 118 masuk optimal (di bawah 120)
  • TDD 92 masuk hipertensi derajat 1 (90-99)
  • Kategori yang lebih tinggi: hipertensi derajat 1
  • Bukan hipertensi sistolik terisolasi, karena TDS belum mencapai 140
  • Tekanan nadi 118 dikurangi 92 sama dengan 26 mmHg

Tekanan Nadi dan Tekanan Arteri Rata-rata

Selain kategori, panel hasil menampilkan dua nilai turunan yang dihitung langsung dari dua angka yang Anda masukkan. Tekanan nadi adalah selisih sistolik dikurangi diastolik, sedangkan tekanan arteri rata-rata dihitung sebagai diastolik ditambah sepertiga tekanan nadi. Keduanya hanya nilai referensi dan tidak mengubah kategori PNPK 2021 yang keluar.

  • Tekanan nadi sama dengan TDS dikurangi TDD
  • Tekanan arteri rata-rata sama dengan TDD ditambah tekanan nadi dibagi 3
  • Contoh 148/84: tekanan nadi 64 mmHg, tekanan arteri rata-rata sekitar 105 mmHg
  • Tabel PNPK 2021 tidak memuat batas kategori untuk kedua nilai ini

Alat Ini Hanya Memakai Ambang Pengukuran di Klinik

Seluruh batas di halaman ini adalah batas pengukuran di fasilitas kesehatan, dengan hipertensi ditegakkan mulai 140/90 mmHg. Tabel PNPK 2021 untuk pengukuran mandiri di rumah maupun pemantauan tekanan darah ambulatori 24 jam tidak dapat kami baca secara utuh dari dokumen resminya, sehingga kami memilih tidak menampilkan angka apa pun untuk kedua situasi tersebut daripada menuliskan batas yang belum terverifikasi. Kalau Anda rutin mengukur sendiri di rumah atau sedang memakai alat pemantau 24 jam, tanyakan batas yang berlaku kepada dokter atau periksa langsung dokumen PNPK lengkapnya.

  • Tersedia di alat ini: ambang klinik 140/90 mmHg
  • Tidak ditampilkan: batas pengukuran mandiri di rumah
  • Tidak ditampilkan: batas pemantauan tekanan darah ambulatori 24 jam
  • Catatan pengukuran di rumah sebaiknya dibawa ke dokter untuk dibandingkan dengan batas yang benar

Dua Tabel Kemenkes yang Beredar Bersamaan

Kementerian Kesehatan menerbitkan dua tabel tekanan darah yang tidak sama. Materi edukasi publik P2PTM masih memakai skema lama JNC-VII dengan kategori normal, prehipertensi, hipertensi derajat 1, dan hipertensi derajat 2, sedangkan PNPK 2021 yang berstatus pedoman klinis memakai enam kategori mulai optimal sampai hipertensi derajat 3 ditambah hipertensi sistolik terisolasi. Alat ini mengikuti PNPK 2021 karena tabel itulah yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan. Jadi kalau Anda pernah membaca istilah prehipertensi di poster puskesmas, istilah itu berasal dari skema yang berbeda, bukan dari tabel yang dipakai di halaman ini.

  • PNPK 2021 (Kepmenkes HK.01.07/MENKES/4634/2021): optimal, normal, normal tinggi, hipertensi derajat 1 sampai 3, hipertensi sistolik terisolasi
  • Infografis edukasi P2PTM: normal, prehipertensi, hipertensi derajat 1, hipertensi derajat 2
  • Istilah prehipertensi tidak ada di tabel PNPK 2021
  • Alat ini memakai PNPK 2021 sepenuhnya, tanpa mencampur kedua skema

Satu Kali Pengukuran Belum Cukup untuk Diagnosis

PNPK 2021 tidak menegakkan hipertensi dari satu angka. Dalam satu kunjungan, tekanan darah diukur tiga kali dengan jarak 1 sampai 2 menit antar pengukuran, lalu yang dipakai adalah rata-rata dua pengukuran terakhir. Hasil tersebut masih perlu dikonfirmasi pada lebih dari satu kunjungan sebelum diagnosis ditegakkan.

  • Tiga kali pengukuran dalam satu kunjungan
  • Jarak 1 sampai 2 menit antar pengukuran
  • Yang dipakai rata-rata dua pengukuran terakhir
  • Konfirmasi pada lebih dari satu kunjungan

Hipertensi Krisis: Emergensi dan Urgensi

Hipertensi krisis dibagi menjadi dua kondisi dengan penanganan yang berbeda. Hipertensi emergensi adalah hipertensi derajat 3, yaitu TDS 180 mmHg ke atas dan/atau TDD 110 mmHg ke atas, yang disertai kerusakan organ target akut dan umumnya memerlukan obat intravena. Hipertensi urgensi adalah hipertensi berat tanpa bukti klinis keterlibatan organ target akut. Alat ini tidak dapat membedakan keduanya karena pembedaannya bergantung pada pemeriksaan klinis, bukan pada dua angka tekanan darah.

  • Hipertensi emergensi: derajat 3 disertai kerusakan organ target akut
  • Hipertensi emergensi umumnya ditangani dengan obat intravena
  • Hipertensi urgensi: hipertensi berat tanpa bukti klinis keterlibatan organ target akut
  • Penilaian organ target hanya bisa dilakukan tenaga kesehatan

Sumber dan tanggal tinjauan

Seluruh angka di halaman ini berasal dari Tabel 2 PNPK Tata Laksana Hipertensi Dewasa, lampiran Keputusan Menteri Kesehatan Republik Indonesia Nomor HK.01.07/MENKES/4634/2021 yang ditetapkan pada 3 Mei 2021.

Alat kesehatan lainnya

Pertanyaan umum tentang klasifikasi tekanan darah

Menurut PNPK 2021, mulai angka berapa disebut hipertensi?

Di klinik, hipertensi ditegakkan mulai 140/90 mmHg. Di bawah angka itu ada tiga kategori: optimal (TDS di bawah 120 dan TDD di bawah 80), normal (120-129 dan/atau 80-84), dan normal tinggi (130-139 dan/atau 85-89). Mulai 140-159 dan/atau 90-99 hasilnya hipertensi derajat 1, lalu derajat 2 pada 160-179 dan/atau 100-109, dan derajat 3 pada 180 ke atas dan/atau 110 ke atas.

Kalau angka atas dan angka bawah berada di kategori berbeda, yang dipakai yang mana?

Yang dipakai selalu kategori yang lebih tinggi. Contohnya 148/84 mmHg: sisi sistolik masuk hipertensi derajat 1 (140-159) sedangkan sisi diastolik hanya normal (80-84), jadi hasilnya hipertensi derajat 1. Sebaliknya pada 118/92 mmHg sisi sistolik berkategori optimal tetapi sisi diastolik masuk 90-99, sehingga hasilnya juga hipertensi derajat 1.

Tekanan darah 130/85 mmHg termasuk kategori apa?

Normal tinggi. Angka 130 berada di rentang 130-139 dan angka 85 berada di rentang 85-89, jadi kedua sisi menunjuk baris yang sama. Nilai ini belum mencapai ambang hipertensi 140/90 mmHg, tetapi sudah berada tepat satu baris di bawahnya.

Hasil 120/80 mmHg masuk optimal atau normal?

Normal. Kategori optimal mensyaratkan TDS di bawah 120 dan TDD di bawah 80 sekaligus, sehingga 120/80 tidak memenuhinya. Angka 120 masuk rentang 120-129 dan angka 80 masuk rentang 80-84, dua-duanya baris normal. Kalau hasilnya 119/79 mmHg, barulah kategorinya optimal.

Bisakah alat ini dipakai untuk hasil tensi mandiri di rumah atau pemantauan 24 jam?

Sebaiknya tidak. Alat ini hanya memuat ambang pengukuran di klinik, yaitu 140/90 mmHg, karena tabel PNPK 2021 untuk pengukuran mandiri di rumah dan pemantauan ambulatori tidak dapat kami baca secara utuh dari dokumen resminya. Daripada menampilkan angka yang belum terverifikasi, kami tidak menampilkan batas apa pun untuk kedua situasi tersebut. Bawa catatan pengukuran rumah Anda ke dokter, atau periksa dokumen PNPK lengkap, untuk mengetahui batas yang benar.

Kenapa kategori di halaman ini berbeda dengan poster Kemenkes yang menyebut prehipertensi?

Karena keduanya memakai tabel yang berbeda. Materi edukasi publik P2PTM masih memakai skema lama JNC-VII yang mengenal istilah prehipertensi, sementara halaman ini memakai PNPK 2021 yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan Nomor HK.01.07/MENKES/4634/2021. Di tabel PNPK 2021 tidak ada kategori prehipertensi; rentang 130-139 dan/atau 85-89 disebut normal tinggi.

Apa itu hipertensi sistolik terisolasi?

Kondisi ketika TDS sudah 140 mmHg ke atas sementara TDD masih di bawah 90 mmHg. Misalnya 150/80 mmHg: angka 150 masuk rentang 140-159 sehingga kategorinya hipertensi derajat 1, dan karena angka bawahnya 80, hasil itu sekaligus tergolong hipertensi sistolik terisolasi. Baris ini tidak menggantikan derajat, melainkan menerangkan pola kedua angkanya.

Apa bedanya hipertensi emergensi dan hipertensi urgensi?

Hipertensi emergensi adalah hipertensi derajat 3, yaitu TDS 180 mmHg ke atas dan/atau TDD 110 mmHg ke atas, yang disertai kerusakan organ target akut, dan umumnya memerlukan obat intravena. Hipertensi urgensi adalah hipertensi berat tanpa bukti klinis keterlibatan organ target akut. Pembedaannya ditentukan pemeriksaan klinis, bukan angka tekanan darah saja, sehingga alat ini tidak dapat menentukannya.

Apakah satu kali pengukuran sudah cukup untuk memastikan hipertensi?

Belum. PNPK 2021 meminta tekanan darah diukur tiga kali dalam satu kunjungan dengan jarak 1 sampai 2 menit, lalu rata-rata dua pengukuran terakhir yang dipakai. Hasil tersebut masih harus dikonfirmasi pada lebih dari satu kunjungan. Karena itu kategori di layar ini paling tepat diperlakukan sebagai catatan yang Anda bawa ke dokter.

Apa arti tekanan nadi dan tekanan arteri rata-rata di panel hasil?

Keduanya nilai turunan dari dua angka yang Anda masukkan. Tekanan nadi adalah TDS dikurangi TDD, sedangkan tekanan arteri rata-rata adalah TDD ditambah sepertiga tekanan nadi. Pada 148/84 mmHg, tekanan nadinya 64 mmHg dan tekanan arteri rata-ratanya sekitar 105 mmHg. Kedua angka ini hanya referensi tambahan, tidak menentukan kategori, dan tidak menggantikan penilaian tenaga kesehatan.

Roberin
Developer yang berpengalaman
Saya Roberin, developer berpengalaman yang menciptakan dunia yang lebih baik melalui tools kreatif dan praktis. Teknologi adalah untuk semua orang - mari bersama-sama membangun dunia yang lebih nyaman! 😊
Formulir kontak
Kirim hanya detail yang perlu kami periksa.
Jika perlu balasan, sertakan alamat email. Untuk laporan kesalahan, tuliskan URL halaman, nilai yang dimasukkan, hasil yang diharapkan, dan hasil yang muncul.