Kalkulator Bunga Majemuk dengan Setoran Berkala
Masukkan saldo awal, setoran berkala, frekuensi, jangka waktu, dan imbal hasil tahunan asumsi untuk memperbarui rincian, grafik, dan jadwal proyeksi.
Input
Masukkan nilai untuk menghitung otomatis.
Asumsi lanjutan
Masukkan nilai untuk menghitung otomatis.
Hasil
- Total setoran
- —
- Hasil sebelum pajak
- —
- Estimasi setelah pajak
- —
- Nilai setelah penyesuaian inflasi
- —
- Waktu mencapai target
- —
Saldo dan setoran
Jadwal proyeksi
| Waktu | Setoran periode | Hasil periode | Saldo akhir |
|---|---|---|---|
| Masukkan nilai untuk menghitung otomatis. | |||
Imbal hasil, pajak, dan inflasi adalah asumsi pengguna, bukan jaminan atau pernyataan hukum setempat. Periksa biaya, pajak, dan aturan produk. Mode harian memakai 365 hari.
langsung bisa dipakai.
- Terlihat sejak awalArea input dan hasil dibuat jelas.
- Hasil lebih duluAngka utama ditaruh di depan, detail mengikuti seperlunya.
- Tidak banyak syaratTanpa akun atau data tambahan sebelum memakai alat.
Memisahkan setoran dari pertumbuhan majemuk
Bunga majemuk menerapkan hasil setiap periode pada dana awal dan hasil yang sudah terkumpul. Setoran berkala ikut bekerja sejak masuk hingga sisa jangka waktu.
Imbal hasil, pajak, dan inflasi adalah asumsi pengguna. Biaya, tanggal, pajak, dan aturan produk berbeda, jadi baca hasil sebagai skenario.
Pisahkan saldo awal dan setoran berkala
Saldo awal ada sejak periode pertama, sedangkan setoran berikutnya memiliki waktu majemuk lebih pendek. Pemisahan ini menunjukkan kontribusi tabungan dan hasil.
Bandingkan total setoran dengan saldo akhir sebelum menyebut seluruh kenaikan sebagai imbal hasil.
- Saldo awal
- Setoran per periode
- Total setoran
- Hasil sebelum pajak
Ubah tingkat tahunan menjadi tingkat periodik
Mode bulanan membagi tingkat tahunan dengan 12 dan mode harian dengan 365. Konversi nominal sederhana ini dapat berbeda dari tingkat efektif produk.
Bandingkan beberapa asumsi karena hasil tidak dijamin.
- Bulanan = tahunan ÷ 12
- Harian = tahunan ÷ 365
- Tahun 365 hari
Pilih kapan setoran masuk
Pada awal periode, setoran ditambah sebelum hasil diterapkan; pada akhir periode, setoran masuk sesudahnya.
Selisih urutan dapat menumpuk, jadi pilih yang mendekati jadwal nyata.
- Awal: setor lalu tumbuh
- Akhir: tumbuh lalu setor
Baca saldo, setoran, dan hasil bersama
Saldo akhir adalah proyeksi sebelum asumsi pajak. Total setoran menjumlahkan saldo awal dan semua setoran; selisihnya adalah hasil.
Tingkat negatif dapat membuat saldo di bawah total setoran.
- Saldo akhir
- Total setoran
- Hasil sebelum pajak
Pajak harus menjadi asumsi eksplisit
Persentase input hanya diterapkan pada hasil kumulatif positif. Nilai awal 0% tidak berarti bebas pajak dan tidak menerapkan aturan Indonesia otomatis.
Bunga, capital gain, reksa dana, deposito, pemotongan, dan kompensasi rugi dapat mengikuti aturan berbeda.
- Kenali produk
- Masukkan asumsi yurisdiksi
- Periksa waktu pajak
Inflasi memberi sudut pandang daya beli
Nilai riil mendiskontokan estimasi setelah pajak dengan inflasi input. Saldo nominal yang naik bisa tumbuh lebih lambat secara riil.
Pola belanja pribadi dapat berbeda dari indeks umum, jadi bandingkan beberapa asumsi.
- Saldo nominal
- Estimasi setelah pajak
- Nilai setelah inflasi
Target adalah periode pencapaian pertama
Mesin mencari saldo sebelum pajak pertama yang sama atau lebih besar dari target. Jika tidak sampai, hasil menyatakan gagal dalam jangka waktu.
Ini bukan tanggal terjamin karena setoran dan hasil diasumsikan tetap.
- Tentukan target
- Baca pencapaian pertama
- Bandingkan skenario gagal
Contoh Rp100.000.000 dan Rp3.000.000 per bulan
Saldo Rp100.000.000, setoran Rp3.000.000 per bulan, sepuluh tahun, dan asumsi 5% menghasilkan 120 periode. Setoran awal ikut memperoleh hasil bulan itu.
Pajak 0% dan inflasi 2% adalah input skenario yang dapat diubah, bukan nasihat hukum.
- Saldo Rp100.000.000
- Rp3.000.000 per bulan
- 10 tahun
- Asumsi tahunan 5%
Uji batas 0% dan hasil negatif
Pada 0%, saldo akhir sama dengan saldo awal plus setoran. Dengan tingkat negatif, setoran rutin belum tentu mencegah saldo di bawah total setoran.
Bandingkan skenario hati-hati, dasar, dan optimistis.
- Dasar 0%
- Tekanan negatif
- Skenario positif
Gabungkan sumber penjelasan dan dokumen produk
SEC Investor.gov memakai investasi awal, setoran, waktu, dan estimasi hasil sebagai input inti. CFPB menjelaskan hasil atas pokok dan hasil yang terakumulasi.
Sumber itu tidak menetapkan imbal hasil, biaya, pajak, atau aturan Indonesia. Utamakan prospektus, perjanjian, dan panduan yang berlaku.
- Konsep: SEC dan CFPB
- Produk: prospektus dan perjanjian
- Pajak: yurisdiksi berlaku
Pertanyaan kalkulator bunga majemuk
QApa yang diproyeksikan kalkulator ini?
Saldo awal, setoran, frekuensi, waktu, dan imbal hasil asumsi dipakai untuk memproyeksikan saldo, total setoran, hasil, contoh pajak, nilai riil, dan target.
QApa beda mode bulanan dan harian?
Bulanan membagi imbal hasil nominal dengan 12, harian dengan 365. Bulan pada mode harian dikonversi memakai pembulatan 365/12.
QMengapa waktu setoran memengaruhi hasil?
Setoran awal memperoleh hasil pada periode yang sama, sedangkan setoran akhir masuk setelah hasil diterapkan. Dengan asumsi lain sama, setoran awal bisa lebih tinggi.
QApakah pajak 0% berarti hukum pajak Indonesia?
Tidak. Itu asumsi kosong. Masukkan persentase yang sesuai dengan produk, tempat tinggal, yurisdiksi, dan peristiwa pajak yang dimodelkan.
QBisa memakai hasil 0% atau negatif?
Bisa. Pada 0% hanya setoran yang terkumpul; hasil negatif dapat menurunkan saldo. Pajak contoh tidak dipotong jika hasil kumulatif tidak positif.
QApa arti nilai setelah inflasi?
Estimasi setelah pajak didiskontokan memakai inflasi input untuk menunjukkan contoh daya beli, bukan ramalan inflasi resmi.
QBagaimana target dinilai?
Mesin mencari periode pertama saat saldo sebelum pajak mencapai target. Jika tidak tercapai dalam jangka waktu, hasil menyatakan tidak tercapai.
QMengapa hasil produk nyata bisa berbeda?
Biaya, hari pasar, waktu setoran, pajak, pembulatan, dan aturan pemajemukan berbeda. Semua tingkat pada halaman ini adalah asumsi pengguna.
Sumber penjelasan
Diperiksa 10 Agustus 2026. Penjelasan memakai sumber SEC Investor.gov dan CFPB. Imbal hasil, pajak, dan inflasi tetap asumsi pengguna, sedangkan aturan produk berbeda.